Roommate [Chapter 1]

Author : Choi Rae Byung

Cast : Kim So Eun, Cho Kyuhyun, Henri Lau, Yoon Shi Yoon, Jung Il Woo, Kim Bum, Kim Myungsoo

Genre : Romance, Slice-of-life, School-life

Rating : PG+13

-oOo-

Sinar matahari musim dingin cukup hangat siang ini. Namun tak mampu menghilangkan embun yang keluar dari mulut para masyarakat Korea Selatan, Seoul. Termasuk untuk gadis bernama Kim So Eun dengan tinggi 163 cm yang memakai syal dan mantel tebal untuk pergi ke sekolah. Bahkan rambut ikal coklat gelapnya yang memiliki panjang sedada di biarkan terurai begitu saja untuk memberikan kehangatan di lehernya.

Gadis yang mengenakan seragam Bundang High School dengan kemeja putih, dasi merah, cardigan coklat panjang, rok pendek kotak merah hitam, di sertai jas hitam itu berjalan di pinggir toko untuk menuju sekolahnya.

Saat melewati sebuah toko elektronik, ia menyempatkan menoleh kearah televise yang menyala. Sebuah iklan drama ‘Golden Rainbow’ yang menjadi acara favorite So Eun. Ia tersenyum lebar saat melihat sosok Jung Il Woo sedang berakting di sana. “Dia sangat tampan.”

-oOo-

“Kim So Eun, tolong isi nama-nama murid sekelas untuk absen bulan depan,” ucap si wali kelas sambil menyerahkan sebuah buku absen pada So Eun, ketua kelas 2-2.

“Ah, ne sonssaengnim,” So Eun mengambil itu dan keluar dari ruang guru. Kemudian ia menghela nafas beratnya. “Aku tidak ada waktu. Aku harus cepat pulang.”

Saat ia hendak melangkah menuju kelasnya, ia berpapasan dengan seorang laki-laki yang menjabat sebagai wakil ketua kelas 2-2. Tingginya 180 cm dengan rambut coklat gelap berponi. Mengetahui ini adalah hari keberuntungannya, So Eun langsung mencegat lelaki itu.

“Berhenti,” ucap So Eun yang berdiri di hadapan lelaki itu. Kemudian ia mengulurkan buku absen padanya. Sukses membuat lelaki bernama Cho Kyuhyun itu keheranan.

“Kenapa?”

“Kau harus menulisnya. Nama murid kelas 2-2 untuk absen bulan depat.”

Heh?” mata Kyuhyun membulat. “Kenapa harus aku? Bukankah kau ketua kelasnya?”

“Aku harus cepat pulang. Aku akan mengurus kepindahanku. Jadi kau sebagai wakil ketua kelasnya, harus membantuku. OK?” So Eun segera menyodorkan itu ke dada Kyuhyun, hingga lelaki itu mau tak mau menerima bukunya. Sementara ia sendiri langsung berbalik hendak pulang.

Kyuhyun mendengus kesal. “YAA! DASAR KETUA KELAS TIDAK BERTANGGUNG JAWAB!!”

So Eun menoleh dan menjulurkan lidahnya pada Kyuhyun.

-oOo-

Sebuah taksi melaju dan berhenti di depan sebuah rumah dua lantai dengan gaya minimalis bercat dinding putih dan cream. Terlihat sejuk karena ada pohon di halamannya. So Eun turun dari taksi bersama satu koper besar warna abu-abu. Di pandanginya dari dekat rumah yang akan menjadi tempat tinggalnya mulai hari ini.

Wah… rumahnya indah.”

Kemudian ia segera menekan bell. Tapi beberapa kali ia menunggu, tidak ada yang menjawab melalui intercom. Lantas, ia mencoba membuka gerbangnya. Ia terkejut karena ternyata gerbang kayu setinggi tubuhnya itu tidak di kunci.

“Permisi…,” ucap So Eun sambil memasuki halaman dan melangkah di jalan setapak menuju pintu masuk.

TOK TOK!

Ia mengetuk pintunya beberapa kali. Tapi tak ada yang menjawab. Lagi-lagi ia mencoba membuka pintu dan ternyata tidak di kunci. So Eun mengernyit heran. “Aku seperti seorang pencuri. Lagipula kenapa tidak di kunci.”

Begitu ia masuk ke dalam, ia tampak kebingungan. Apa yang harus ia lakukan selanjutnya.

BLAM!

Terdengar pintu tertutup. Ia menoleh ke belakang dan terkejut dengan kehadiran seorang laki-laki setinggi 180 cm dengan rambut coklat tua dengan seragam School of Performing Arts Seoul yang melekat di tubuhnya. “Kau siapa?”

Annyeonghaseyo, Kim So Eun imnida,” salam So Eun sambil membungkuk. “Aku penghuni kamar nomor 7 di rumah ini. Mulai sekarang, aku akan tinggal di sini. Maaf aku masuk tiba-tiba. Aku menekan bell-nya berkali-kali, tapi tidak ada yang menjawab. Saat aku mengetuk pintu pun, ternyata pintunya tidak di kunci. Maaf… kalau aku kurang sopan.”

Lelaki yang membawa tas biola di punggung-nya itu tersenyum, lalu menghampiri So Eun dan memeluknya. Sontak wajah So Eun memerah dan tubuhnya seakan membeku karena sentuhan secara intens dari lawan jenisnya. “Henri Lau imnida. Senang bertemu denganmu, So Eun.”

“Tu-tunggu!” So Eun spontan mendorong lelaki bernama Henri itu hingga pelukannya terlepas dan dia pun terhempas ke belakang. “Ke-kenapa kau memelukku?!”

Oh, hanya untuk salam saja,” ucapnya dengan senyuman lebar.

Tap… tap… tap…

Seseorang turun dari lantai dua, membuat Henri dan So Eun menoleh kearah tangga. Menatap seorang laki-laki dengan tinggi 178 cm dengan rambut hitam berponi. “Ada apa ribut-ribut?”

Annyeonghaseyo, Kim So Eun imnida. Hari ini aku akan menjadi penghuni kamar nomor 7,” ucap So Eun menyapa lelaki yang masih berdiri di anak tangga.

Oh, anak kost baru ya. Namaku Kim Myungsoo. Penghuni kamar nomor 2,” ucapnya.

“Kalau aku penghuni kamar nomor 3,” tambah Henri.

“Tadi yang menekan bell dan mengetuk pintu itu kau?” tanya Myungsoo dan dianggukan oleh So Eun.

“Iya. Maaf karena masuk tiba-tiba.”

“Tidak apa-apa. Aku tadi sedang ada di kamar mandi, jadi tidak sempat membuka pintunya,” jelas Myungsoo.

BLAM!

“Aku pulang!” seru seorang lelaki dengan tinggi 178 berambut hitam berponi, membuat ketiga orang yang ada di ruang depan itu menatap kearah lelaki yang baru masuk. Lelaki itu pun langsung menatap kearah So Eun, sebagai gadis satu-satunya di antara mereka. “Oh, kau penghuni kamar nomor 7 ‘kan?”

“Iya, Kim So Eun imnida,” ucap So Eun sembari membungkuk.

“Yoon Shi Yoon imnida.”

“Darimana kau tahu kalau dia penghuni kamar nomor 7?” tanya Henri keheranan.

“Il Woo hyung mengatakan itu tadi di telfon. Katanya hari ini kita akan kedatangan tamu baru,” jelasnya. So Eun tersentak ketika mendengar nama ‘Il Woo’ yang barusan di sebutnya. “Kau pasti lelah ‘kan? Akan ku tunjukkan di mana kamarmu.”

Ah, ne,”

-oOo-

“Ini kamarmu,” ucap Shi Yoon sambil membuka pintu kamar nomor 7. Sukses membuat So Eun terpukau dengan interior kamar yang tampak mewah meskipun berukuran minim. “Il Woo hyung jarang ada di rumah. Jadi jika ada sesuatu, beritahu aku. Aku di kamar nomor 4.”

Ne,”

Oh ya, kami biasa melakukan sarapan, makan siang dan makan malam bersama. Jadi, aku harap kau mau makan bersama dengan kami.”

“Tentu saja. Aku akan senang makan bersama penghuni rumah ini. Oh ya, kau yang memasak?”

“Iya. Aku suka memasak.”

“Tapi kau itu laki-laki. Ah, aku akan membantu lain kali.”

“Baiklah. Aku menanti bantuanmu. Sekarang aku harus menyiapkan makan malam. Turunlah saat pukul 7 untuk makan malam bersama.”

Ne, arraseo,” ucap So Eun. Setelah lelaki itu pergi, ia segera masuk ke dalam kamar bersama koper besarnya dan menutup pintu. Di pandanginya ke sekeliling kamar yang terlihat sudah di bersihkan oleh seseorang, sehingga ia seperti akan tinggal di sebuah hotel. “Tunggu dulu. Penghuni kamar nomor 1, 5 dan 6 belum kelihatan. Apa mereka bekerja? Ah, yang terpenting adalah, apakah mereka semua laki-laki? Aku harap ada seorang perempuan lagi di sini.”

-oOo-

Pukul 7 malam, setelah So Eun selesai membereskan bajunya, ia keluar kamar hendak pergi ke ruang makan. Hal itu bertepatan dengan keluarnya seorang penghuni dari kamar nomor 1. Saat mereka saling bertatapan, keduanya berteriak histeris saking terkejutnya.

YAA! KAU!” mereka saling tunjuk.

“Se-sedang apa kau di sini?!” seru Kyuhyun, si penghuni kamar nomor 1.

“Jadi kau penghuni kamar nomor 1?” tanya balik So Eun heran.

-oOo-

“Jadi kalian satu kelas? Wah kebetulan sekali. Kalian bisa berangkat dan pulang bersama,” ucap Shi Yoon.

“Kalau begitu, sama denganku dan Myungsoo. Kami dari sekolah School of Performing Arts Seoul jurusan music. Kami sama-sama memegang biola,” ucap Henri.

“Biola? Wah hebat,” puji So Eun pada Henri yang duduk di hadapannya.

“Kami terkadang pulang bersama jika kami tidak sedang ada kegiatan lain. Kami sangat dekat,” ucap Myungsoo.

“Tapi aku tidak akan pernah mau berangkat dan pulang bersama dengannya. Itu bisa membuat gossip panas di sekolah. Ketua kelas dan wakil ketua kelas satu rumah. Meskipun kita berada di rumah kost, mereka akan berpikir jika kita tinggal berdua satu rumah,” ucap Kyuhyun menjelaskan. Lalu ia menyantap makan malamnya.

So Eun mengerucutkan bibirnya. “Oh ya, kalau kau dari sekolah mana Shi Yoon?”

“Aku mahasiswa semester 7 Universitas Korea jurusan hukum,” jawabnya. Sukses membuat So Eun membulatkan mulutnya.

“Hebat, kau mahasiswa Universitas Korea? A-aku seharusnya memanggilmu oppa,” ucap So Eun malu.

“Aku juga ingin di panggil oppa. Aku kelas 3. Sedangkan kau kelas 2,” Henri memangku dagunya dan memandang So Eun bermaksud menggodanya.

Myungsoo pun berdehem. “Henri, habiskan makananmu.”

Arraseo,” ucap Henri dan menyantap makanannya.

So Eun melanjutkan makan malamnya bersama dengan ke-4 laki-laki di ruang makan itu. “Penghuni kamar nomor 1,3,4 dan 6 adalah kalian. Lalu mana penghuni kamar nomor 5 dan 7? Apakah mereka perempuan? Atau laki-laki?”

“Hanya kau penghuni kamar kost perempuan di rumah ini,” jawab Myungsoo. Sukses membuat So Eun membulatkan matanya.

“Penghuni kamar nomor 5 sedang pergi ke Jepang. Sedangkan penghuni kamar nomor 7 sedang bekerja,” tambah Shi Yoon.

“Jadi penghuni kamar nomor 7 yang paling dewasa?”

Vas di sana adalah buatan Kim Bum hyung, penghuni kamar nomor 5,” tunjuk Henri pada sebuah vas bunga di sudut ruang makan.

So Eun terkejut. “Kim Bum? Dia ‘kan pengrajin tembikar termuda se-Korea. Jadi dia penghuni rumah kost ini?!”

Oh, sudah waktunya,” ucap Shi Yoon. Ia mengambil remote di sebelah TV dan menyalakan TV 21 inch yang ada di ruang makan. TV menyala dan acara yang sedang tayang adalah drama ‘Golden Rainbow’.

Golden Rainbow. Aku suka drama ini,” ucap So Eun dengan antusias. “Aku sangat menyukai Jung Il Woo oppa.”

“Dia penghuni kamar nomor 7,” ucap Myungsoo.

“Sekaligus pemilik rumah kost ini,” tambah Shi Yoon.

So Eun membulatkan matanya kaget. “HAH?!”

-oOo-

So Eun tak bisa tidur. Ia menatap langit-langit kamarnya tanpa berkedip. Jantungnya masih berdetak kencang mengetahui jika ia satu atap dengan 6 laki-laki tampan dan hebat. “Aku seperti berada di surga. Tinggal satu atap dengan mereka. Shi Yoon oppadari Universitas Korea, Henri dan Junho pemain music klasik, Kim Bum oppapengrajin tembikar terkenal, Il Woo oppa seorang actor. Tapi tidak untuk Kyuhyun. Dia seperti setan yang tidak punya keahlian apapun.”

So Eun menutup tubuhnya dengan selimut. Mencoba tidur di malam pertamanya di rumah kost tersebut.

-oOo-

Keesokannya, mereka berlima termasuk So Eun menyantap sarapan bersama. Walaupun sibuk, tapi mereka menyempatkan untuk bertemu satu sama lain sebelum di sibukkan oleh aktivitas masing-masing.

“Kenapa kau indah ke sini?” tanya Shi Yoon di sela-sela sarapannya.

“Ayahku mendapat panggilan ke Amerika. Karena aku tidak mau pindah ke luar negri dan beradaptasi dengan orang asing, maka ayahku memperbolehkanku tetap di Korea, tetapi harus tinggal di rumah kost milik temannya. Aku tidak tahu jika itu adalah Jung Il Woo,” jelas So Eun.

“Apa pekerjaan ayahmu?” tanya Henri.

“Ayahku seorang produser film.”

Wah, kenapa kau tidak menjadi artis saja?” tanya Shi Yoon antusias.

“Kau itu cantik.”

“Aku tidak tertarik dengan dunia hiburan. Aku ingin jadi pengacara,” jelas So Eun.

“Aku sudah selesai,” ucap Kyuhyun sambil bangkit dari bangkunya. “Aku pergi dulu.”

“Hati-hati Kyuhyun-ah,” Shi Yoon melambaikan tangannya.

So Eun yang baru tahu daerah ini dan belum tahu jalan untuk pergi ke sekolah pun segera bangkit dari bangkunya. “Aku selesai. Aku pergi dulu.”

Ne,” jawab Henri.

“Hati-hati So Eun-ah,” ucap Shi Yoon.

So Eun pun bergegas keluar dari ruang makan dan pergi mengejar Kyuhyun yang sedang memakai sepatunya di dekat pintu keluar. “Aku pergi ke sekolah denganmu.”

“Apa kau belum paham juga dengan yang aku katakan semalam?”

Yaa, aku tidak tahu pergi ke sekolah jika dari sini,” ucap So Eun kesal.

“Baiklah. Hari ini saja ya.”

Ne.”

-oOo-

Di dalam bus, mereka berdesak-desakan dengan orang-orang yang hendak masuk ke kantor. So Eun terhuyung ke kiri dan kanan karena tak mendapat tempat untuk berpegangan. Lantas Kyuhyun yang ada di sebelahnya itu memegang lengannya. Sukses membuat So Eun menatapnya kaget.

“Aku akan memegangmu supaya tidak jatuh.”

“Te-terima kasih,” ucap So Eun sambil mengalihkan pandangannya kearah lain. “Kenapa sesak sekali bus dari rumah kost kita?”

“Itu karena pemberhentian selanjutnya adalah kantor. Rumahmu ada di halte setelah kantor ‘kan?”

Oh, pantas saja jika dari rumahku tidak terasa sesak,” ucap So Eun. Lalu ia melirik kearah tangan Kyuhyun yang memegangi lengan kirinya. Dia memegangnya agak kencang supaya ia tidak jatuh jika bus sedang mengerem atau melaju.

-oOo-

So Eun menuruni tangga sambil membawa laptop di pelukannya. “Aku ingin melihat ruang tamunya.”

Sesampai di lantai satu, So Eun pun menuju ruang tamu di rumah itu. Begitu sampai di sana, ia di kejutkan dengan seorang pria dengan kemeja kotak biru putih dan celana jins yang tiduran di atas sofa. Tapi dia bukan pria asing. Dia adalah Jung Il Woo. Aktor drama ‘Golden Rainbow’ favorite So Eun.

“Ju-Ju-Jung Il Woo Oppa?!!” teriak So Eun histeris. Wajahnya berbinar mengetahui pria berumur 27 tahun itu ada di sana. “Kau Jung Il Woo Oppakan?!”

Pria dengan tinggi 184 cm dengan rambut hitam berponi itu mengernyitkan keningnya. “Berisik.”

So Eun tersentak mendengar ucapan dingin dari mulutnya.

Pria bernama Jung Il Woo itu membuka matanya. Ia pun duduk dan meneliti setiap incitubuh So Eun dengan mata sipitnya. “Apakah kau pacar Yoon Shi Yoon? Ah, tidak mungkin. Kau terlalu muda. Kau pacar Henri, Junho, Kyuhyun, Kim Bum? Ah, Kim Bum juga tidak mungkin, dia sedang di Jepang sekarang.”

“A-aku penghuni kamar nomor 7. Kim So Eun imnida,” sapa So Eun sambil membungkuk, memperkenalkan dirinya.

Oh, kau anak Kim Hyun So?”

N-ne,” jawab So Eun tergagap.

Il Woo bangkit dari sofa panjang yang barusan di tidurinya dan menghampiri So Eun. “Kau adalah gadis satu-satunya di rumah ini. Jika bukan Hyun So ahjusshi yang memintanya, aku tidak akan menerimamu di rumah kost khusus laki-laki milikku ini. Tapi, aku pikir dengan adanya seorang gadis di rumah ini, seperti bunga yang tumbuh di padang rumput.”

M-mwo?”

Il Woo tersenyum miring dan bergegas keluar dari ruang tamu, meninggalkan So Eun yang masih diam terpaku karena pertemuannya dengan actor favorite-nya sedekat itu.

-oOo-

To be continued

Fanfiction ini pernah di post di blog pribadi

10 comments on “Roommate [Chapter 1]

  1. Oh my god..
    Gua pngen bnget kayak si so eunn bsa tnggal breng” amtor” yg tamvan 😀
    Hmm eonni msih ad typo brgentayangan
    #very nice !

Review Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s