[Freelance] Cry

tumblr_mqtowsyHZx1syroypo1_1280f

Title: Cry.

By: This XX

Genre: Comfort.

Cho Kyuhyun (SJ)

Jung Ae Hee (OC)

And the Other Cast. 

***

– posted & last edited by Ai Lee 140114 –

Author POV

“Kita tidak akan menikah.” Ucap Kyuhyun. Kepalanya sedikit menunduk, arah matanya melihat kearah sepatu hitam kelap miliknya, dan tangannya memegang setir mobil.

“Kau tidak mau menikah denganku?” Tanya Aehee. Dia menatap Kyuhyun dengan penuh tanda tanya. Dia berusaha untuk menahan gejolak amarah yang disebabkan oleh perkataan spontan Kyuhyun barusan. Berusaha untuk tidak meluapkan pertanyaan yang berkeliaran di pikirannya. Berusaha untuk tidak menangis dihadapan Lelaki itu. Karena sedari tadi bibirnya bergetar, Namun ia tetap memaksakan senyuman.

Mata gadis itu sudah berkunang-kunang, Tapi mata itu tetap menatap Kyuhyun datar.

“Aku sangat ingin menikahimu…” Jawab Kyuhyun pelan.

“…Tapi aku tidak bisa pergi dari sini.” Lanjutnya tiba-tiba, dengan tatapan sedikit memelas kearah Aehee.

Aehee menatap Kyuhyun tak percaya, kemarin Laki-laki ini yang mengajak dirinya menikah, di Ibu kota-Seoul. Sekarang, lelaki itu malah semakin menunda-nunda kesempatan yang Aehee harapkan dari dulu. Lelaki itu terlihat seperti sedang mempermainkan dirinya. Dan, apakah ini takdir selanjutnya, setelah ia mengira bahwa takdirnya adalah menikah dengan lelaki itu? Kenapa dia terlihat begitu bodoh, karena terus mengharapkan dirinya menikah dengan Kyuhyun?

“Kau akan pergi tanpaku.” Ujarnya sambil menghadapkan tubuh tegapnya ke arah Aehee yang duduk mematung di sebelahnya. Jemarinya mengambil alih jemari lentik milik wanitanya. Mengusapnya lembut seperti porselin yang sangat rapuh. Hanya karena, sebuah jemari milik wanita itu, Kyuhyun merasa Aehee begitu berharga baginya.

“Kau akan pergi ke Seoul dengan kereta itu, menjelajahi semua tempat disana. Menyalurkan semua bakat sastra visualmu, dan kau akan terkena–“

“Tidak! Aku akan pergi dengan–“

“Aehee!“ pekik Kyuhyun.

“Kita akan pergi bersama, Kyu!” Ae-hee manatap Kyuhyun memelas.

“Anni–“ Tolak Kyuhyun.

“Kumohon. Jangan berbicara seperti itu.” Lirih Aehee.

“Apa kau mencintaiku?” Tanya Kyuhyun melankolis. Aehee menatapnya bola mata Kyuhyun sendu.

“Tentu saja.”

“Kalau begitu, aku mohon padamu turuti perkataanku.” Kyuhyun tetap memaksa kepada Aehee, agar wanita itu tetap pergi ke Seoul, tanpa dirinya.

Tidak bisakah Kyuhyun lihat dari mata tajam-elang milik wanita dihadapannya itu? Sudah sangat jelas kalau wanita itu tidak bisa pergi sendiri, tanpa dirinya. Ok, ini terdengar berlebihan.

“Apa kau seratus persen yakin, mau menikah denganku?” Tanya Kyuhyun, sambil mendekatkan wajahnya kearah Aehee. Aehee sendiri, balik menatap Kyuhyun. Menatap kembali bola mata coklat dengan iris mata yang tajam, seperti dirinya. Bola matanya sendiri menari-nari kearah mata Kyuhyun, seakan bola matanya tengah bertanya, kenapa Kyuhyun bertanya seperti itu? Dan kenapa, Kyuhyun sekarang seperti bersikeras menyuruh Aehee pergi?

“Tidak ada yang seratus persen yakin tentang apa pun.” Jawab Aehee.

“Aku juga.” Balas Kyuhyun cepat.

“Tapi aku yakin, kau adalah orang yang istimewa untukku.” Lirih Kyuhyun, sambil mengusap jemari Aehee, yang berada di dalam genggamannya.

“Dan kau harus yakin…” Ucap Kyuhyun menggantung.

“Kau akan melakukan yang terbaik disana…” Aehee menatap Kyuhyun datar.

“…Mencari sesuatu yang bisa–“

“Tunggu–“ Potong Aehee.

“ –Menggantikan ku–“ Kyuhyun tetap tak menghiraukan ucapan Aehee.

“Hentik–“

“Dan kau harus percaya, pasti ada orang yang–“

 

“Apa kau ingin berakhir denganku?” Tanya Aehee cepat. Dia menatap Kyuhyun sendu. Hatinya bergejolak, menahan rasa sakit yang sebenarnya sudah sering ia rasakan. Bibirnya bergetar ketakutan, matanya sudah terlihat berkaca-kaca.

“Aku sudah melepaskanmu…” Jawab Kyuhyun sambil menunduk. Kyuhyun sudah melakukan kesalahan fatal. Membuat wanita yang ia cintai menitikkan air matanya, dan penyebabnya adalah dirinya. Sudah kesekian kalinya, dia berbuat seperti ini. Dan dia siap, jika tulang rusuknya akan dibakar saat ajal nanti.

“Ya Tuhan……” Aehee memekik pelan, mendengar pernyataan Kyuhyun barusan. Hatinya perih namun dia mengabaikannya. Bibirnya bergetar namun dia tetap tersenyum dengan miris. Matanya yang berkaca-kaca dia sembunyikan di tatapan datarnya. Mimik wajahnya yang terkejut dia sembunyikan dengan baik.

Apalagi yang harus Aehee sembunyikan? Katakan padanya Kyu. Dia akan menyembunyikannya dengan baik hingga detik ini. Dia begitu hebat, dan itu membuat hati Kyuhyun terasa sesak di atas pendiriannya.

“Kau tahu betapa sulitnya ini bagiku?” Tanya Kyuhyun. Dia berusaha melihat keadaan Aehee, yang sedang berusaha mengatur nafasnya.

Aehee menggeleng-gelengkan kepalanya dihadapan wajah Kyuhyun, sambil menyilang-nyilangkan tangannya di depan dada, dengan gaya mengayun. Seakan berkata ‘Tidak’ ‘Aku tidak akan pergi’.

“Tidak. Aku tidak akan pergi.” Terang Aehee, berusaha untuk menyadarkan Kyuhyun agar lelaki itu tak memaksa dirinya lagi.

“Aku tidak akan pergi, jika kau tidak pergi.” Ucapnya datar.

“Tidak. kau tidak boleh seperti ini! Kau akan tetap pergi ke Seoul tanpa–“

“Aku tetap tidak mau! Kita harus pergi bersama!” Tolak Aehee tajam.

“Aku tidak bisa Aehee! Karena aku harus mengikuti sekolah militer.” Ucap Kyuhyun yang sebenarnya. Kepala Aehee terasa berputar-putar. Dia bertambah syok karena pengakuan Kyuhyun. Setelah ini, apalagi yang akan membuatnya syok, ha?

“Tunggu.” Aehee berusaha untuk mengatur nafasnya. Dia memegangi kepalanya yang terasa sakit secara mendadak.

“Kau akan melanjutkan sekolah militermu?” Tanya Aehee pelan.

Kepalanya terasa mau pecah. Ulu hatinya mendadak mual. Kyuhyun hanya diam, dan menatap Aehee sedih.

“Ya Tuhan! Aku tidak bisa percaya apa yang sedang terjadi sekarang.” Jerit Aehee dramatis.

“Aehee kumohon hentikan.” Mohon Kyuhyun lirih.

“Sekarang kau harus pergi ke dalam kereta itu. Dan kereta itu akan membawamu pergi menuju Seoul. Lalu, kau akan menjadi bintang di kota besar itu.” Kyuhyun memberi semangat yang cuma-cuma terhadap Aehee.

“Bersama denganku.” Lanjut  Kyuhyun.

“Karena aku Mencintaimu.”

“Dan jika ditakdirkan untuk bersama…”

“…Kita akan bertemu disana!” Lirih Kyuhyun. Aehee tetap menunduk-kan kepalanya, menatap jemarinya yang tengah di genggam erat oleh Kyuhyun.

“Aku mencintaimu.” Lirih Aehee, namun masih bisa didengar Kyuhyun.

“Aku juga.” Balasnya, sambil mendekatkan wajah mereka berdua. Kyuhyun meletakan bibirnya di atas bibir merah Aehee. Lalu melumatnya perlahan. Mereka saling mencintai, sungguh.

Aehee segera melepaskan tautan bibir mereka, disaat Kyuhyun sudah menikmati ciuman mereka. Kyuhyun sedikit mendesah pelan. Dan, disaat itu juga Aehee secepat mungkin keluar dari dalam mobil, dan berlalu menuju stasiun. Meninggalkan Kyuhyun yang masih terpaku sendiri di dalam mobilnya. Membiarkan air matanya yang masih berbekas dipipinya, dan tetap menunjukkan wajah datar, sedatar-datarnya.

***

Saat Aehee berjalan pergi, menuju kereta yang akan membawanya pergi dari kota Busan itu, dia kembali terkejut melihat semua orang yang sangat dikenalinya, berada di sini. Di tempat terakhir, untuk mereka bertemu dengan dirinya.

Dia tersenyum kearah mereka semua. Lalu, tiba-tiba dia memeluk seseorang yang sangat dekat dengan dirinya.

Yoong Sanghyun

 

Orang yang sangat menyenangkan baginya. Sahabat yang sudah dianggapnya keluarga. Tingkahnya yang membuat orang lain menjadi senang berada disekitarnya. Dia begitu menyayangi Lelaki itu.

Setelah itu, dia kembali memeluk seorang Lelaki. Gurunya saat masih SMA dulu. Won bin. Lelaki itu tetap terlihat tampan walaupun sudah masuk kepala 3,5.

Setelah, melepaskan pelukannya, dia beralih menatap seorang Lelaki dengan kursi rodanya. Kenapa dia begitu dekat dengan Lelaki lain selain Kyuhyun? Oh jangan ditanya. Dia banyak dikelilingi oleh lelaki baik. Dan itu membuat Kyuhyun cemburu.

Di belakang lelaki berkursi roda yang bernama Kang Minhyuk itu, terdapat perempuan yang sedikit gendut, namanya Lee ByungSo. Dia menyukai Minhyuk, namun ditolak halus oleh Minhyuk sendiri.

Beberapa saat setelah itu, dia mulai berjalan meninggalkan teman-temannya, dan masuk ke dalam Kereta jurusan Busan-Seoul.

Tapi, sebelum itu terjadi. Tangannya di tarik paksa oleh seseorang. Lalu, tangannya di genggam erat, agar tak lari kemanapun. Rahangnya ditahan oleh tangan kekar itu, dan bibirnya menyatu dengan bibir tebal Kyuhyun. Kyuhyun menciumnya dengan cara sedikit menuntut dan penuh hasrat. Mata lelaki itu tertutup untuk menikmati ciuman itu. Aehee hanya membalas ciuman itu dengan pelan. Dan segera melepaskan bibirnya dari bibir Kyuhyun. Menjauhakan wajahnya, walau Kyuhyun tetap mendekatkan wajah mereka. Semua teman Aehee yang juga teman Kyuhyun termasuk guru mereka saat SMA, menatap pasangan yang baru saja memutuskan untuk berpisah, dengan pandangan terharu sambil tersenyum. Mereka tidak tahu, apa yang sebenarnya terjadi terhadap pasangan itu.

Tangan mereka yang masih menyatu, perlahan tapi pasti, Aehee lepaskan. Sedikit sulit karena Kyuhyun masih enggan melepasnya.

Kenapa Kyuhyun terlihat Egois?

 

Karena dia terlihat, tidak mau Aehee pergi darinya, bahkan berakhir. Bukankah tadi dia yang bersikeras menyuruh Aehee pergi sendiri dan memutuskan untuk ‘melepaskan’ wanita itu? Ck.

Aehee berjalan masuk ke dalam kereta itu, meninggalkan Kyuhyun yang terpaku melihat Aehee pergi memasuki kereta. Aehee segera mencari tempat duduknya, sambil menutup mulutnya. Meredam tangisannya.

Setelah duduk ditempatnya, di melihat kearah luar jendela kereta itu. Dia langsung berhadapan dengan teman-temannya tadi dan juga Kyuhyun. Dia menatap Kyuhyun biasa, sebaliknya Kyuhyun manatapnya dengan sendu.

Kereta yang Aehee tumpangi mulai berjalan perlahan. Aehee meletakan tangannya di jendela, melihat Kyuhyun yang setengah berlari, berusaha tetap melihat Aehee di dalam jangkauannya.

Dan akhirnya, Kyuhyun menyerah. Dia berhenti dan menatap kereta yang berjalan semakin cepat itu, dengan tatapan kosong.

Bagaimana rasanya Cho Kyuhyun?

 

Is This What It Feel’s Like to Really Cry?

***

Thank you for Reading, my Diary! 😉 

Advertisements

8 comments on “[Freelance] Cry

Review Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s