내 꿈에서라도 (Even In My Dream)

©Ai Lee’s Storyline, 2013

Casts: Song Min Hee (OC), Yang Seung Ho (MBLAQ)

Genre: Fluff, AU

Length: Drabble (276 words)

Rating: General

Ngga tau gimana ceritanya bisa jadi lanjutan  돌아올 것인가? (Will You Come Back?) ketulis gitu aja orz Rasanya makin ngga jelas aja ya, sebenernya ini fanfic apaan =.= lebih ke curhat daripada fanfic sih
STORY LINE IS MINE! NO COPY-PASTE, NO SILENT STUDENTS! 
HAPPY READING ^^; 

repost from my blog

°`°`°

Aku mengatupkan bibirku rapat-rapat. Nafasku terasa tertahan melihat apa yang ada di hadapanku sekarang. Ia berjarak beberapa meter di depanku. Rambut kecokelatannya tertiup angin dengan lembut. Ia berdiri memunggungiku dengan kedua tangan berada di saku celana. Punggungnya, bagian tubuh yang selalu kukagumi darinya, masih tegap sama seperti saat ia pergi.

Aku berjalan menghampirinya perlahan. Aku berusaha membuka suara untuk memanggilnya tapi entah kenapa ada sesuatu yang membuatku tercekat.

O-oppa,” astaga, jangan gugup! “Wasseo (sudah datang)?”

Ia berbalik lalu tersentak melihatku. Aku memasang senyum walaupun dengan susah payah aku mengeraskan rahang agar tidak menangis. Ia membalas senyumku. Senyum yang lembut, jauh lebih lembut daripada dulu.

Oppa, apa kabar?” tanyaku. “Bagaimana perjalanan Oppa selama ini?”

Ia tidak menjawab. Hanya tersenyum sambil membelai pipiku lembut. Perlakuannya justru membuat senyumku terlahan. Aku menahan tangannya yang masih ada di pipiku. Bibirku bergetar memperhatikan setiap inci wajahnya yang terlihat lebih kurus.

Oppa, waegeurae (kau kenapa)?” tanyaku lagi. “Oppa baik-baik saja ‘kan?”

Bogoshipeo (aku merindukanmu),” ucapnya. Ia tersenyum lagi. “Jalsara (hiduplah dengan baik).”

Deg!

Aku sontak membuka mata. Mimpi? Aku mengerjap sambil memandang langit-langit kamar. Tapi kenapa aku bisa menangis saat tertidur juga?

Mataku melirik ke atas. Sebuah jari ada di dahiku. Aku menoleh, mendapati Seung Ho ada di samping dan memperhatikanku tanpa berkedip.

“Dahimu berkerut,” katanya. “Mimpi buruk?”

“Kenapa masih disini?” Alih-alih menjawab pertanyaannya, aku justru melepaskan jarinya dari dahiku.

“Menemanimu,” jawab Seung Ho singkat. “Dan membantumu melupakannya.”

“Hentikan. Aku sudah bilang ‘kan, aku butuh waktu.”

“Sampai kapan?” Seung Ho duduk di tepi tempat tidur sambil menatap lurus keluar jendela di hadapannya. “Sampai kapan kau akan terus menunggunya lalu mulai melihatku?”

°`°`°

2 comments on “내 꿈에서라도 (Even In My Dream)

Review Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s