[Freelance] The Beginning

0beginning

Title:The Beginning

Author: Cruxiana

Genre: Romance

Lenght: Ficlet

Rating: General

Cast:

You [OC]

Jinyoung [B1A4]

A/N: Cerita ini sebenarnya berasal dari kisah saya menjadi seorang roleplayer. Mencintai sesuatu yang fiksi tapi rasanya sampai ke hati. Cerita ini saya dedikasikan untuk seorang RP Jinyoung. Enjoy! ^^

– posted by Chenhye 110913 –

Susah payah kutelan salivaku dalam-dalam, berusaha menahan emosi yang mengalir dalam setiap desiran darahku. Waktu terasa berhenti begitu saja ketika kedua irisku menyusururi setiap lekuk wajahmu. Membawa mataku merasakan kilasan fatamorgana kisahku tentangmu selayaknya serangkaian film pendek yang tak pernah berhenti berputar.

Berawal ketika aku melihatmu setelah enam bulan hidupku yang kelam. Begitu kelam. Tanpamu.

Banyak pertanyaan dalam diriku, seakan ada suatu yang berperang dalam batinku. Aku terdiam begitu lama. Hanya untuk memastikan langkah apa yang kiranya kuambil. Hingga aku memberanikan diri menemuimu kembali.

“Jinyoung.. Jung Jinyoung?”

Kamu menoleh kearahku. Aku menelan ludahku demi wajahmu yang tak pernah bisa kulupakan. Setidaknya dalam enam bulan hidupku tanpamu.

Rasanya aku menemukan lagi perasaanku yang hilang selama enam bulan lalu. Debar jantung yang menguras tenaga. Perasaan yang tak bisa kutemukan jawabannya selama ini. Perasaan yang entah mengapa selalu membuat hatiku terlonjak setiap mendengar namamu. Perasaan yang sama yang membuatku menahan napas setiap khayalku memfatamorganakan mataku oleh wajahmu. Darahku berdesir lebih cepat dari yang biasa ia lakukan setiap telingaku mendengar suaramu yang berdengung di otakku.

Namun kamu hanya tersenyum kepadaku selayaknya kamu asing padaku. Padahal aku ini sahabatmu. Setidaknya begitulah kau menganggapku dulu. Sekalipun aku berharap lebih dari itu. Tapi, kamu tak akan pernah bisa menerimaku lebih dari sekedar anggapan ‘sahabat’.

Aku maklum terhadap itu.

Dari awal aku mengenalmu. Kamu mencintai seseorang bernama Ahyoung. Nama itu tak akan pernah hilang dari hatimu. Bahkan setelah kamu mengenalku. Setelah kamu menghiburku dan membuatku bisa bangkit berpaling dari seseorang yang pernah menyakitiku. Setelah aku memberanikan diri menyatakan cintaku padamu. Setelah aku pergi dan berusaha melupakan semua tentangmu. Bahkan sampai sekarangpun, ketika dia telah mencampakanmu. Tak sekalipun kamu berpaling darinya.

Malah kini kamu tak mengenaliku.

Kamu terlalu menghambakan cintamu pada bayangnya yang bahkan menoleh padamu pun tidak. Aku tau hal itu. Sekalipun kamu berusaha menipuku dan menghindari pembicaraan tentangnya. Terlalu jelas di matamu kalau kamu masih mencintainya.

Aku kembali menemuimu bukan untuk berusaha mengambil kesempatan karena kamu berpisah dengannya. Aku hanya rindu padamu karena kamu sahabat tersayangku. Setidaknya begitulah pada awalnya. Sampai aku tau kamu telah dicampakan olehnya.

Salahkah aku memperjuangkan cintaku padamu? Memperjuangkan perasaan yang tertahan selama ini. Salahkah aku?

Aku hanya berusaha berpikir positif setiap aku berbicara dan mendekatimu. Aku hanya berpikir kita ini adalah sahabat lama yang saling bercengkrama. Setidaknya itulah yang berusaha kupikirkan. Meskipun sesuatu dalam hatiku selalu berkata ada yang spesial dari setiap kita saling bercengkrama.

Dan kurasa pun kamu mengerti maksud tersirat hatiku. Kamu mencoba memberi sinyal untuk mendekatiku. Tapi, kurasa kamu belum memahamiku. Atau mungkin sebaliknya, kamu terlalu memahamiku, sehingga kamu memberikan syok terapi itu kepadaku.

Entahlah.

Aku hanya berusaha membuatmu menerimaku dengan segala apa yang ada padaku. Bahkan, dengan sifatku yang seperti ini. Aku tak mau hanya menjadi sekedar pelarianmu. Pelarianmu karena kamu lelah tak bisa berhenti mencintai dia. Itu menyakitkan asal kamu tau.

Aku tau maksudmu. Aku sangat mengerti apa arti dari kata ‘cinta datang karena terbiasa’. Tapi, kalau seandainya kamu belum siap melupakannya. Kamu belum siap mencintaiku. Jangan pernah memberiku harapan itu. Hatiku sakit setiap mengingat hatimu tak akan pernah kumiliki. Memiliki orang yang hatinya dimiliki orang lain itu sungguh menyakitkan asal kamu tau.

 Aku tau kamu tak akan pernah mengerti untuk yang itu. Karena selama ini hubungan kita tak pernah benar terjadi. Semua tentangmu itu semu. Tapi perasaanku padamu itu nyata. Sungguh nyata.

Aku hanya bisa tersenyum pahit ketika kamu terus terang mengatakan kamu tak menyukai sifatku. Aku sangat mengerti apa yang kamu katakan itu sungguh baik untukku. Tapi tetap saja, rasanya itu seperti tamparan keras untukku. Sangat menyakitkan, tapi menyadarkanku. Menyadarkanku kalau aku belum cukup baik untuk memperjuangkan cintamu.

Bukan hanya belum bisa menjadi seperti yang kamu inginkan. Tapi aku belum bisa menjadi dewasa atas diriku sendiri. Aku terlalu menganggap semua hal berotasi padaku sampai kamu menyadarkanku. Dunia itu keras. Hatimu pun tak kalah keras.

Dan sekarang aku pergi lagi. Sekali lagi aku pergi meninggalkanmu. Tapi aku tak berlari darimu. Aku tak akan lari lagi dari hatimu. Kali ini aku pergi untuk menyiapkan hatiku. Menyiapkan diriku yang baru. Untuk bisa sekali lagi berusaha mengejar dirimu.

Ini bukan tentang menghambakan diri pada cinta sehingga merubah diriku. Ini hanya tentang menjadi lebih baik.

Aku tau aku tak akan pernah bisa menggantikan dia dihatimu. Aku tak akan pernah bisa seperti Ahyoungmu yang sempurna. Tapi aku percaya, selalu ada harapan untukku mendapatkan hatimu. Tentunya dengan diriku yang lebih baik dari yang sekarang.

Jinyoung, tiga hari itu sungguh berarti bagiku. Tiga hari yang mengubah hidupku. Masa depanku.

Selama enam bulan lebih aku tersiksa dengan diriku. Selama itu pula aku kehilangan arah. Aku berputus asa tentangmu dan nasib cintaku. Aku berputus asa menjadi seorang yeoja. Kau pasti menyangka aku gila. Tapi aku sungguh berputus asa tentang itu.

Aku tidak punya haluan kemana aku berarah. Aku terjebak dalam sisi gelap yang merubahku menjadi seorang namja. Dan bahkan aku melihat semua orang menikmatinya. Aku berpikir seperti itulah aku yang sebenarnya. Begitulah aku seharusnya.

Namun kamu merubahku. Bahkan hanya dengan harapan menemukanmu saja aku mendapatkan lagi kebenaran kodratku sebagai seorang yeoja. Aku bisa merasakan lagi debaran jantung yang hampir mati selama itu. Kamu menyentuh hatiku dengan caramu. Kamu mengenggam perasaanku dengan hal yang tak pernah kutau apa itu.

Dan sekarang lihat, kamu hanya butuh tiga hari untuk menjadikan masa depanku lebih baik dari yang pernah kurasakan seumur hidupku. Aku sangat bersyukur bertemu dirimu.

Jung Jinyoung, apa yang sudah berlalu selama ini barulah permulaan. Lembaran baru tentang ceritamu bersamaku baru akan dimulai. Aku akan kembali ke kehidupanmu. Kupastikan aku akan kembali mengusik hidupmu, membuatmu jatuh hati padaku.

`F.I.N’

P.S : Andai suatu hari kamu menemukan cerita ini dan pernah merasa mengenal cerita ini. Inilah perasaanku sesungguhnya yang tak pernah bisa kuberi tau. Sekalipun kamu berusaha berpura-pura tidak tau. Inilah apa yang kurasakan selama ini.

Kamu dan aku selama ini semu. Semua tentang kita pun semu. Tapi perasaanku padamu benar nyatanya. Kamu adalah salah satu bagian dari khayalku yang nyata rasanya menyentuh hatiku. Kamu pasti tau siapa aku. ^^

2 comments on “[Freelance] The Beginning

Review Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s