[Freelance] Hyung, I’m so Sorry

hyung copy

Author:  im young rin

Tittle: Hyung! I’m so Sorry

Main Casts: 

B.A.P Daehyun

CN Blue Yonghwa

SNSD seohyun

Support Casts:

Nuest Aron

Genre: Romance

Length: Oneshot

Rated: PG- 13

Summary: Aku tidak tahu kalau selama ini kau… maafkan aku!

Note : ff ini gue buat karena kesamaan nama dan ada beberapa kesamaan prilaku dan sikap dari si dede (daehyun) dan si yoyo(yonghwa) dan gue berfiksi ketika ngambil aer dari sungai han.bagaimana jadinya kalau mereka itu adalah adik kaka.tapi yah sudahlah.. toh mereka juga pasti sukanya sama gue nantinya.

– posted by Chenhye 100913 –

Daehyun POV

Aku iri dengan hyungku! Kenapa selama ini appa selalu memperlakukan kami secara berbeda.padahal kami adalah saudara kandung , yah awalnya aku berharap mungkin aku adalah anak seorang tetangga yang dititipkan oleh keluarga jung.tapi kenyataannya berbanding terbalik.appa tidak pernah tau tentangku! Appa tidak pernah bangga padaku! Jung yonghwa aku bersumpah suatu saat akan membuat appa benci padamu!

“daehyun-ah pali” teriak yonghwa padaku.cih aku bahkan tidak ingin memanggilnya hyung.jika saja ia benar benar bukan saudara kandungku.

“kau mau terlambat lagi ha?” teriaknya padaku.

“hyung! Sampai sini saja!” teriakku , sebenarnya sekolahku masih jauh . tapi aku punya rencana yang sangat indah untuk mu yonghwa hahahah

“wae? Sekolahmu kan masih jauh” tanyanya bingung.

“aniyo , sebenarnya aku ada janji dengan seseorang bertemu disini.pali , pergilah kau bisa terlambat” usirku dan ternyata ia benar benar pergi dengan cepat.Jadilah , rencana pertama ku untuk hari ini . Rombongan pria badung mendatangiku.

“pakunya sudah kutaburkan diseluruh jalan” ujar salah seorang anak badung itu.

“kau yakin , jalannya benar !” Tanya ku meyakinkan , dan mereka hanya berangguk ria.jadilah aku memberikan mereka imbalan berupa uang.hahahah aku benar benar tidak sabar menunggu agar ia menelponku dan meminta tolong wkwkwkwk.

Tak berapa lama.

“Daehyun-ah apakah kau masih disana ? bisakah aku minta tolong padamu ! ban mobilku bocor! Daerah ini begitu sepi , bahkan tidak ada satupun rumah orang” tuturnya , dalam hati aku tertawa puas.

“ah ne, mianhae hyung~ aku benar benar harus cepat sekarang! Pagar sekolah akan tutup dalam 5 menit.kau telepon saja salah seorang temanmu” ujarku dengan cepat menutup telponnya.

Yonghwa POV

Jung daehyun! Aku tau semua ini adalah perbuatanmu! Lihat saja pembalasanku.

“aku pulang!” teriak daehyun memasuki kamarnya.

“hyung! Kau sudah pulang?” ujarnya kaget melihatku yang sudah terkesiap diruang tv.

“ne” jawabku asal. Sesaat kemudian aku mendengar seseorang yang berteriak seperti kesurupan.

“KYAAA PERBUATAN SIAPA INI?” teriaknya , aku hanya berusaha menyembunyikan mimik senangku.Dengan laga sok care ku ,akupun mencoba bertanya padanya.

“lihat lah ini , aku bersumpah benar benar akan membunuh orang yang melakukan perbuatan ini” ujarnya seraya menunjukkan kaos bola nya yang sudah robek acakadut.aku tahu benar kaos itu adalah kaos kesayangannya dari SMP . hahaha itulah akibatnya mengerjaiku tadi pagi, asal kau tau saja ha! Jung daehyun ! kau membuatku kena marah oleh presdir dan aku tidak akan membiarkan kau hidup tenang.

“bagaimana kalau yang melakukan itu adalah appa?” tanyaku sekedar basa basi.

“tidak mungkin , aku tahu benar ini pasti perbuatanmu kan!” ujarnya menuduhku.aku hanya memasang raut santai , yah .. ini malah menjadi tantangan untukku.

“ok ,ya itu memang balasan perbuatanku atas perbuatanmu tadi pagi”

“perbuatanku tadi pagi? Memangnya aku berbuat apa ha?” alasannya membuatku semakin tertarik untuk berperang sampit.

Author POV

“kenalkan ini adalah anak saya jung yonghwa dan ini jung daehyun!” ujar mr.Jung kepada rekan kerja nya .ketika itu sedang ada acara pembukaan produk terbaru dari salah satu perusahaan yang di kenal mr Jung.

“anyehaseo yonghwa imnida” ujar yonghwa membungkuk . begitu pula yang daehyun lakukan.tapi semakin kedepan , appanya selalu menyombongkan yonghwa . Itu membuat daehyun semakin dendam dan iri , padahal ia masih anak dari Mr.Jung.

Daehyun POV

Lagi lagi appa membanggakan anak tak tau diri itu.

“dia ini adalah anak band~ saya benar benar bangga padanya” tutur ayah kepada rekan kerjanya . aku hanya memasang raut masam.appa tidak pernah membanggakan ku yang selama ini selalu menjadi bintang lapangan , yah kau tahu? Aku juga lumayan hebat ko dalam bermain bola.tapi appa tidak pernah mendukungku , meskipun aku ada turnamen besar.appa tidak pernah hadir bahkan untuk memberikan senyuman untukku.ah lebik baik aku pergi dari sini

“cih , sebenarnya aku anak mu atau bukan sih?” aku melempar batu sejauh mungkin.

‘aww’ teriak orang disana.eoh? matilah aku , ternyata ada orang disana.kulihat ia seorang wanita , mendekat padaku! Tanganku dingin , mungkin setelah ini aku akan habis diomeli oleh wanita ini.

“siapa yang melempar ini?” Tanya wanita itu , menatap ku . tapi tunggu , wajahnya cute ~ aku bahkan tidak takut melihatnya.

“mianhae nuna” ujarku , karena kulihat wanita ini jauh lebih tua dariku.

“cih, maaf? Permintaan maafmu tidak kuterima,kepalaku sakit karena mu” ujarnya dan aku hanya tertawa.

“nuna mianhae, aku tidak sengaja” akupun mengelus kepalanya.

“oh iya siapa namamu? Untuk apa kau disni?” tanyanya

“daehyun imnida.iya aku bosan didalam sana dan akhinya aku  berjalan jalan kesini “ tuturku ia hanya tersenyum , senyumnya pun menurutku begitu manis.ah jinjja? Mungkin aku terkena penyakit cinta pada pandangan pertama .sebelumnya aku memang belum pernah pacaran.tapi setidaknya aku pernah menyukai wanita.

“seohyun imnida~kajja kita masuk, kau akan dicari appamu nanti” ujarnya menggandeng tanganku.memangnya aku anak kecil diperlakukan seperti ini? Tapi tak apalah yang penting aku bisa bergandengan tangan dengannya.kkkk, tapi tunggu bagaimana bisa ia tahu appaku? Baru saja aku akan bertanya padanya , ternyata appaku sudah dengan jelas memberitahuku bahkan yonghwa.

“yonghwa, kenalkan ini anak tuan joo . seohyun” ujar appa,mengenalkan nya pada yonghwa. Tapi aku tidak?

“oh iya , tadi kulihat kalian datang dari arah yang sama . apa kalian saling mengenal?” Tanya tuan joo padaku.

“ah ani , aku hanya secara tidak sengaja bertemu dengan nuna ini” ujarku polos.yonghwa hanya menatapku seperti tidak percaya ,karena aku memanggilnya dengan kata nuna.Dari belakang aku hanya menjulurkan lidah padanya.

Seminggu kemudian.

Setelah pertemuan itu , aku jadi lebih sering bertemu dengan seohyun nuna secara tidak sengaja.lama – kelamaan aku menjadi benar benar menyukainya.

“nuna~ apa yang kau lakukan disini?” sapaku ketika bertemu dengannya di perpustakaan

“ah daehyun-ah , mulai sekarang aku akan menjadi penjaga perpustakan sementara menggantikan guru kim” itu membuatku semakin bahagia , itu artinya aku akan semakin sering bertemu dengan seohyun nuna.hahahahahaha

“daehyun – ah” ujar seohyun nuna membuyarkan lamunanku.

“ne , nuna apakah kau sudah makan? Kalau belum ayo kita pergi makan?” ajakku bersemangat.

“belum , tapi dae jam kerja ku belum habis.ini masih jam pelajaran keempat.”

“oh iya , kalau begitu .. ketemu setelah pulang sekolah ya” ujarku dan segera meninggalkannya. Aku hanya melihatnya tersenyum dari kejauhan.

“Itulah sebabnya akhir akhir ini aku sering pergi ke perpustakaan” tuturku kepada sahabatku aron.

“jadi itu yeoja yang kau ceritakan” ujarnya

“ne!”

“kalau begitu , dae! Kau harus berusaha keras untuk memilikinya! Aku yakin kau pasti bisa” ujar aron menyemangatiku.

Author POV

Beberapa minggu setelah itu daehyun dan seohyun menjadi benar benar dekat.bahkan mereka hampir saja pacaran.tapi hubungan mereka terputus ketika , seohyun tahu kalau ia akan dijodohkan.jadilah ia menjauhi daehyun , agar anak itu tidak sakit hati untuk kedepannya, yah meskipun seohyun juga memiliki perasaan yang sama dengan daehyun.

Malam ini akan diadakan pertemuan seohyun dengan calon suaminya.

“seohyun-ah pali kita sudah akan berangkat” ujar eommanya , sedangkan seohyun masih sibuk mengetik sms untuk daehyun.

To : daehyun

Daehyun-ah , sampai disini dulu .. aku akan bepergian dengan keluargaku.nanti akan ku sms lagi

Dengan segera seohyun menuruni tangga dan masuk kedalam mobil.tak berapa lama merekapun sampai.seohyun terlihat santai , namun akhirnya calon suaminya datang juga.betapa terkejutnya ia ketika melihat yang datang adalah keluarga jung , orang yang pertama ia lihat adalah daehyun.ia hanya bisa berharapa semoga , orang yang akan dijodohkan bersamanya adalah daehyun.

“jadi , kami sepakat untuk menjodohkan seohyun dengan…….” Ujar Mr.joo terhenti dan melirik antara kedua putra Mr.jung , seketika detak jantung seohyun memompa begitu cepat.

“yonghwa” sambung Mr.jung , seohyun melirik daehyun yang ketika itu juga sedang menatapnya.terlihat raut kekecewaan dari mereka berdua.

Seohyun POV

Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mungkin bisa menolak nya? Pernikahanku akan berlangsung satu bulan lagi.kasihan sekali daehyun.sebenarnya aku juga amat mencintainya ,tapi mau bagaimana lagi ?

From : daehyun

Nuna ~ jangan jauhi aku setelah ini, aku berjanji tidak akan mencintaimu lagi!

Pesan darinya , ketika aku baru saja sampai dikamarku.

To : daehyun

Mianhae , aku tidak bisa berbuat apa apa.aku tidak akan menjauhimu , tapi mungkin kita tidak akan sedekat dulu lagi.

Aku benar benar tidak kuat untuk menahannya , seketika air mataku pecah.menangis mungkin adalah jalan yang terbaik saat ini.

Daehyun POV

Kenapa bukan aku! Kenapa orang itu! Cih, puas sekarang kau ha jung yonghwa! Kau tau aku amat mencintainya.

“Appa , apa kau tidak salah? Aku bahkan baru mengenalnya” aku secara tidak sengaja menguping pembicaraan antara appa dan yonghwa.

“tentu saja , kalian akan segera saling mengenal.tenang saja” ujar appa , dan hal itu lagi lagi membuatku naik darah sampai ke ubun ubun.tak sengaja , terbenak sebuah ide di pikiranku.OK , perang dunia ke 2 akan segera dimulai.tenang saja ! kalian akan melihatku sebagai pemenangnya.wkwkwkwk

Esok pagi

Dengan langkah yang sangat hati-hati aku mencoba memasuki kamar yonghwa . kulihat ia masih asik mendengkur , betapa bersemangatnya aku hari ini.lihat saja ketika ia bangun! Ia akan segera berteriak dan menangis mungkin hahahahah .

“~cah selesai” ujarku dan segera meninggalkan.tapi , aku jadi tertarik untuk menyembunyikan kunci mobilnya . wkwkwk beres, tinggal menunggu beberapa menit.

Aku kembali kekamarku untuk mandi dan bersiap , tak kudengar ada suara suara bising.aku terkejut , apa rencanaku tidak berhasil.aku akhirnya berencana mengecek nya , tapi baru beberapa langkah aku langsung terkejut ketika mendengarnya

“AAAAAAAAAAAAA”  teriaknya , ‘yes’ umpatku dalam hati.ternyata jebakan ku bekerja dengan baik.Akupun segera meninggalkan kamarku, berpura pura tidak sengaja lewat depan kamarnya.kkkk kulihat ia tersungkur dilantai dengan wajah penuh tepung dan telor pecah , hahahah ia seperti badut.akupun segera pergi , bisa bisa ia akan memakiku nanti.

“jadi setiap hari kau selalu mengerjainya” Tanya sahabatku aron , ketika kami tengah asik mengobrol dikantin.

“tentu saja , lihat saja ~ suatu saat ia akan berlutut dan minta ampun kepadaku, dan menyerahkan seohyun nuna kepadaku” ujarku dengan pemikiran pendekku.

“tapi mengenai seohyun nuna , kudengar hari ini ia sudah tidak akan menjaga di perpustakaan lagi “

“JINJJA” ujarku terkejut , kulihat aron terkena semburan air jus yang sedang kuminum saat itu.

“mian” ujarku mengelap mukanya.

“santai dikit gak bisa apa?” ujarnya dengan geram menatapku.aku hanya tertawa sambil ber’peace ria.

“kalau begitu aku harus segera menemuinya” ujarku dengan segera pergi

“tapi , ia sudah pergi tadi pagi” sambung aron , membuat langkahku terhenti.seketika aku lemas.

Sudah beberapa hari ini aku tidak pernah berhubungan dengan seohyun lagi.ia tidak pernah membalas smsku,bahkan telepon dariku selalu dihiraukan.Aku tahu , mungkin ia sedang bersama yonghwa saat ini.

“aku pulang~” kudengar suara seseorang memasuki rumah , dengan segera aku berlari mendatangi sumber suara itu . yang tidak lain dan tidak bukan adalah suara yonghwa.tapi betapa hancurnya hatiku , ketika melihat ia membawa seohyun . bahkan mereka bergandengan tangan.

“anyeong daehyun-ah” sapanya , dan itu semakin membuat hatiku pecah bagaikan serpihan kaca.tubuh ku lemas, kukira aku sudah mati sekarang.

“ne” jawabku dingin , rasanya aku ingin segera bunuh diri.seohyun bahkan terlihat lebih bahagia ketika bersama dengan yonghwa dibanding aku.

“mau kemana kau? Pali kesini .. aku membawa dubboki , mari kita makan bersama” ajaknya . aku hanya menghiraukan perkataanya , aku memunggungi mereka sekarang.

Aku masuk kamar dan membanting pintu kamar, mungkin kalau aku adalah yeoja .. aku akan menangis sekarang.tapi aku berjanji , aku akan membuat seohyun membenci yonghwa mulai saat ini.aku semakin bersemangat , dan merencanakan ide.

Beberapa hari berlalu , semua cara sudah kulakukan agar yonghwa terlihat jelek di mata seohyun.mulai dari bajunya yang tiba tiba bau dan kotor,kencan mereka yang benar benar berakhir dengan tidak bahagia,sampai membuat seohyun percaya bahwa seakan akan yonghwa adalah seorang pencuri yang bejat , maniak , jorok dan semuanya… tapi sampai sekarang tidak kulihat perubahan dari hubungan mereka.mereka bahkan semakin hari terlihat semakin saling menyukai.

Yonghwa POV

Kukira sekarang aku juga sudah menyukai seohyun.daehyun ah maafkan hyung mu ini , aku benar benar tidak bisa menahan agar aku tidak menyukainya.Bagaimana mungkin kami selalu bertemu setiap hari , dan sekarang tanggal pernikahan ku tinggal 2 minggu lagi.aku tahu benar perasaan adikku saat ini.Jika aku bisa sebenarnya aku ingin sekali mengatakan maaf kepadanya.tapi ia selalu menghindar dariku ,belakangan ini.

Author POV

“appa~” ujar daehyun memasuki ruang kerja appanya.

“daehyun-ah , jangan ganggu appa.appa sedang sibuk” sambung appanya yang memang terlihat sangat sibuk.

“appa , sebentar saja . aku butuh bicara denganmu” mohonnya.appanya sama sekali tidak menghiraukan , dan kembali berkutat dengan pekerjaannya.

“bisakah appa datang besok untuk menyaksikanku? Aku ada lomba futsal antar SMA” ujarnya dan memberikan sebuah tiket.

“lupakan saja daehyun , kau tidak melihat appa begitu sibuk sekarang.sudah lebih baik kau pergi sekarang” ujar appa nya dengan cepat mengusir anak itu.

“aron-ah , apa yang harus kulakukan sekarang?” Tanya daehyun kepada sahabatnya , ketika mereka menyelesaikan Lomba futsal dengan sebuah kemenangan.

“nde?” Tanya aron sambil membuka kaos bolanya.

“appa benar benar tidak peduli denganku sekarang!” ujarnya , tampak sekali wajah yang sedih itu.Aron hanya membantu menghibur anak itu.

Daehyun POV

Sampai kapan aku harus begini? sampai kapan appa akan terus mengacuhkan ku? Sampai kapan aku harus melihat yonghwa bahagia bersama seohyun? Arrgh aku benar benar tidak tahan dengan keadaan seperti ini.

“daehyun-ah”panggil seseorang dari balik pintu kamarku.

“mwo?” teriakku , karena aku tahu itu adalah suara yonghwa.

“sedang apa kau?” ujarnya masih dari balik pintu.

“apa urusanmu!” lagi lag aku membalasnya dengan ketus.

“TIDAK BISA!” ujarku dan segera menutup telingaku dengan headset.

Entah apa , semakin hari aku semakin membenci jung yonghwa! Berbagai cara telah aku lakukan agar bisa membuat semua orang membencinya , tak terkecuali appa.dan hal itu selalu berbuah kehampaan. sudah 1 minggu aku tidak bertegur sapa dengannya . Tapi , akhi akhir ini kulihat ada yang berbeda dengan yonghwa,ia terlihat seperti ingin sekali berbicara denganku.yah meskipun , aku selalu menolaknya .. tapi biasanya ia selalu membalas perbuatanku . karena aku tidak habis habisnya mengerjainya setiap hari,tapi kini ia terlihat murung.

“hyung ~ kau tidak pergi bekerja ?” tanyaku akhirnya setelah sekian lama tidak bertegur sapa.ketika itu ia hanya berbaring didepan tv.tak kudengar jawaban darinya , dan aku hanya pergi meninggalkannya untuk sekolah.Entahlah , mungkin ia sudah bosan denganku yang selalu mengerjainya setiap hari.asal kau tahu saja? Aku juga sudah terlalu lelah untuk mengerjai orang itu.tapi entah bagaimana , aku bisa membuang rasa kesalku terhadap hyungku sendiri.

“aku pulang” ujarku memasuki rumah , dan keadaan masih sama seperti tadi pagi.hyungku masih terbaring didepan tv , tapi tunggu.. ada yang berbeda.Kenapa wajahnya pucat sekali , kukira ia tertidur . akupun segera mendekatinya dan mengecek suhu tubuhnya .

“astaga panas sekali”  kukira tanganku sudah melepuh sekarang.akupun mencoba membangunkannya ,

“hyung-hyung-hyung , kau tidak apa apa “ ujarku , akhirnya ia  terbangun.aku menyuruhnya pindah kekamar.mungkin ia sedang demam , dan akupun segera member kompresan kepadanya dan memasakan bubur juga membeli obat.cih , bagaimana bisa aku sepeduli ini dengannya ? sedangkan ia bahkan tidak pernah peduli padaku.

Aku terus mengganti kompres dikepalanya,sampai kurasakan ada tangan yang menahanku.

“daehyun-ah , pindahlah kekamarmu . ini sudah sangat malam , kau bisa terlambat besok” ujarnya terdengar lemah.entah kenapa , aku benar benar tidak tega mendengar suaranya itu , walau bagaimanapun dia adalah kakakku.akupun berbangun dan betapa terkejutnya aku ketika melihat jam dinding , ternyata sudah menunjukkan jam 12 malam . tapi panasnya tak kunjung turun,bagaimana bisa aku meninggalkannya seperti ini! Bahkan appa masih lembur di kantor.apa harus aku menelponnya.Mwo? kenapa aku begitu khawatir.

“panasmu tidak turun-turun” ujarku dan aku memang benar benar panik sekarang.aku mengganti lagi air kompresan dengan yang lebih dingin.tapi , orang itu malah menertawakanku.cih , aku merasa tersinggung dan terhina?

“baru kali ini aku melihatmu sepanik ini” ujarnya dan mengacak rambutku.mwo? ia fikir lucu ha?

“dengar ya! Kalau saja kau tidak sakit , mungkin aku tidak akan sudi masuk kamarmu” ujarku dengan lantang , karena merasa dipermalukan olehnya.tapi ia malah tersenyum , dapat kulihat bibirnya putih pasi tapi tunggu sejak kapan darah itu keluar dari hidungnya.

“hyung~hidungmu berdarah” ujarku dan segera mengelap nya dengan tisu.tak perduli lah, mungkin wajahku terlihat panik sekarang.baru saja aku akan menelepon dokter , appa tiba tiba datang entah dari arah mana.Ia menyuruhku beristirahat karena harus sekolah besok , sebenarnya aku enggan tapi ayah memaksaku.

Esok pagi

Tidak kulihat satupun orang dirumah , akupun segera pergi kesekolah menaiki bus.Aku pun meraih ponsel dari pocketku , tiba-tiba ponsel ku tak henti berbunyi alarm.

22 juni 2013

12:00

saengil chukkae yonghwa hyung”

aku menepuk jidatku , bagaimana bisa aku melupakan itu.tapi? apa yang terjadi dengan ponselku.mungkin aku lupa mensetting ulang jamnya.akupun berencana membeli sesuatu untuk hyungku! Cih sebenarnya untuk apa juga aku mengingatnya , ia saja belum tentu mengingat ulang tahunku.tapi hati kecilku , berkata aku harus bertemu dengannya meskipun hanya dengan sebuah kata.

Sepulang sekolah akupun pergi kesebuah toko musik , mengingatnya yang memang seorang musisi.aku tidak mungkin membelikannya gitar, uang ku tidak sebanyak itu.lalu apa yang aku lakukan disini?

“cari apa?” Tanya seorang wanita penjaga . aku hanya terdiam sambil melihat lihat

“aku butuh sesuatu , yang tidak mahal.dan berbubungan dengan musik.untuk ulang tahun seseorang” tuturku dengan jujur.

“kalau boleh tau siapa yang berulang tahun” Tanya lagi lagi

“hyungku”

Tak lama aku menunggu , wanita tadi membawakan ku sebuah pernik dengan bentuk gitar.mungkin itu adalah sebuah gantungan kunci .

“apakah itu gantungan kunci?” tanyaku kepada wanita tadi

“ne”

“bisakah kau membuatnya menjadi sebuah kalung?” pinta ku dan wanita itu segera membuatnya.

“ternyata tidak buruk” ungkapku dan segera membungkusnya tiba tiba aku jadi ingin membuat surat.akupun berlari dan duduk dihalte , sembari menunggu bus.tak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya.bus segera datang , akupun bergegas pergi kerumah.

“aku pulang” ujarku setengah berteriak.tapi kemana perginya semua orang? Kenapa rumah ini begitu sepi.

“KRIIING” bunyi ponselku , tiba – tiba . akupun menerawang dari layar nya , ternyata Appa.tumben sekali ia menelpon?

“yeobeseyo” ujarku

“daehyun-ah .. appa dan yonghwa sedang dirumah sakit.bisakah kau datang kesini” ujar suara dari seberang sana

“ne” dengan segera aku menutup teleponnya.

“appa!” panggilku , appa terlihat lesu menunggu diluar ruangan.

“apa yang terjadi dengan yonghwa hyung?” tanyaku dengan nafas yang ngos ngosan.

“dia tidak apa – apa , hanya terkena tipes” sambungnya . aku fikir ia sudah sembuh tadi pagi.akupun segera menghampirinya yang kelihatannya sedang terbaring lemah dikasur.

“hyung!” panggilku , akhirnya ia terbangun kulihat ia hanya tersenyum.

“kukira kau sudah sembuh” sambungku, tanpa basa basi aku memberikan hadiah yang sudah kubungkus rapi tadi.

“cah , mian. Aku lupa ulang tahun mu kemarin” ujarku dengan jujur.ia masih tersenyum menatapku.kenapa ia tidak berkata satu patah katapun? Bahkan berterimakasih saja tidak.cih tidak tahu diri?

“tidakkah kau ingin berterima kasih?” tanyaku

“gmwo” ujarnya dengan lesu.appa terlihat begitu menyayangi yonghwa , melihatnya seperti ini aku jadi ikut sedih.akupun mendekati appa yang masih duduk ditempat yang sama.

“appa , tidak perlu khawatir . yonghwa hyung akan segera sembuh” ujarku menyemangatinya.

sehari setelah itu yonghwa hyung sudah bisa pulang kerumah.aku ikut berbahagia, karena pernikahannya sebentar lagi juga akan di selenggarakan.mungkin hanya tersisa 3 hari dari sekarang. Aku ikut membantu melakukan persiapan , entah mengapa .. aku seakan ikhlas melakukan semua ini.Sampai akhirnya aku melihat dengan sendirinya , hyungku menikah dengan wanita yang kucintai.Mereka terlihat serasi, appa mengantarkan yonghwa hingga di altar pernikahan.sampai mereka mengucap janji pernikahan , aku benar benar tidak sanggup melihatnya.Mungkin air mataku sudah jatuh sekarang ini, aku tidak peduli jika semua orang menertawakanku ataupun mengejekku.disatu sisi aku bahagia karena hyungku , namun disatu sisi lagi aku sedih .. kenapa harus seohyun nuna?

Dipesta pernikahan mereka , kulihat tidak banyak yang datang.mengingat hyungku memang orang yang agak tertutup dan tidak banyak memiliki teman.paling – paling dari rekan bisnis dari appaku dan tuan joo ataupun teman teman seohyun nuna yang rata rata dari kalangan yeoja semua.

Aku berusaha keras membuang perasaanku terhadap seohyun nuna.

Setelah hari itu , yonghwa dan seohyun masih tinggal dirumah kami.itu semakin membuat perasaan ku tidak bisa hilang , karena mau tidak mau aku terus bertemu dengan seohyun nuna setiap hari.

11.47 p.m

Aku berniat pergi kedapur untuk membuat secangkir teh.tapi aku bertemu dengan yonghwa hyung ,

“daehyun-ah , jam berapa kau berniat untuk tidur” tanyanya , aku hanya menggeleng.dan ia pergi meninggalkanku.aku kembali kekamar entah kenapa aku tidak merasa ngantuk , akupun memutuskan untuk bermain PS . Tiba-tiba seseorang masuk kekamarku tanpa mengetuknya dan duduk disampingku dengan laga sok asiknya .

“kajja – main winning eleven” ajaknya sambil mengganti kaset dan langsung bersiap memegang stick.Kau tahu siapa orang itu? Ya . jung yonghwa lah pelakunya.Sepanjang permainan aku merasa seperti ada yang sengaja mengalah untukku , bagaimana tidak. Perbedaan skor ku dengannya adalah 1-9 ? aku menang telak . padahal terakhir kali aku menang ketika bermain dengannya hanya dengan skor 2-1 itupun sudah lama sekali.

“kau sengaja mengalah ha?” Tanya ku

“ani, sudah jam berapa ini?” ujarnya mengalihkan pembicaraan.akupun melirik lirik jam,kulihat ia mengeluarkan ponselnya dan seperti mengetik sesuatu.kamipun lanjut bermain.aku sudah bosan bermain tiba tiba pintu kamarku terbuka dan masuklah dua orang yang salah satu dari mereka terlihat membawa kue.

“saengil chukkae hamnida” dua orang itu bernyanyi dan mendekatiku.aku hanya melirik yonghwa .Jangan katakan kalau hari ini tanggal 28? Akupun memutar mataku mencoba menemukan kalender.dan ternyata benar.

“saengil chukkae jung daehyun” ujar salah seorang dari mereka, sambil memelukku. aku dengan erat membalas pelukannya.

“gomawo appa” ujar ku kepada orang itu , yah ia adalah appa.mataku serasa panas ! ah aku tidak bisa menahan air mataku, akhirnya aku menangis dipelukan appa.

“cengeng sekali umurmu sudah 17 sekarang” ejek seseorang yang nyatanya adalah yonghwa . ia mengacak – acak rambutku. satu orang lagi , ia adalah seohyun yang ketika itu tengah membawa kue.

“kajja – make a wish” ujarnya dan aku segera meniup lilinnya . aku berharap hari esok akan seindah malam ini.

“saengil chukkae” ujar seohyun sambil mempoleti wajah ku dengan cream kue.

“gomawo nuna” sambutku.

“jangan jadi jahil lagi ya” sambung yonghwa tak mau melewatkan untuk mencoret wajahku.akupun tidak ingin kalah , akhirnya kami saling mencorat coret wajah masing masing.

Aku bahagia sekali ! ini adalah kali pertama appa tidak berlaku dingin padaku! Dan aku merasa sangat disayang appa , yonghwa dan juga seohyun.aku bahagia sekali.

Esok pagi

“aku berangkat” teriakku , yang kulihat hanyalah yonghwa yang ketika itu tengah bersiap pergi bekerja.

“eo kau sudah bekerja lagi?” tanyaku , ia kan baru saja menikah. ia hanya membalasnya dengan anggukan.ketika aku akan pergi tiba tiba ia memanggilku

“daehyun-ah” akupun berbalik dan ia hanya melemparkan sebuah kunci, aku hanya memasang raut wajah kebingungan.Baru saja aku akan pergi menanyakan , eh ia malah langsung menggas mobilnya.cih , apa ini? Jangan bilang kalau ini.

“waaaah” pekikku , ketika aku melewati bagasi depan.sejak kapan di bagasi kita ada motor? Motor sport berwarna merah itu terlihat berkilau , dan membuat mataku berkaca.ah jinjja, akupun mencocokan kunci tadi dengan motor itu,dan ternyata

“YEEA” teriakku kegirangan , ini benar benar kunci motor.tunggu? apa ini untukku? Ah , masa bodo.

Akupun segera melajukan motorku.sepanjang perjalanan aku hanya tersenyum , apakah ini adalah hadiah ulang tahun dari yonghwa.cih , terakhir kali ia memberiku kado adalah ketika aku kelas 3 smp , dan itupun hanyalah sebuah harmonika.aku jadi berfikir kembali? Apa benar ini adalah hadiahnya untukku?

Jika memang seperti itu , aku mungkin akan memeluknya saat ini.

“waaah , milik siapa ini?” Tanya aron mendatangi ku di parkiran.ia terlihat kagum.

“tentu saja milikku “ jawabku dengan sombong.

“siapa yang membelikannya? Appamu?” tanyanya lagi sambil menggosok gosok motor baruku.

“entahlah , bisa jadi” aron mengerutkan dahinya.

“maksudmu? Kau juga tidak tahu .. siapa yang memberimu ini?” tanyanya , lagi-lagi aku hanya membalasnya dengan anggukan.

“bagaimana kalau yang memberimu motor ini adalah yonghwa” ujarnya membuatmu mataku membulat.

“tidak mungkin”

“bisa sajakan” sambungnya lagi

“kalau memang ia yang membelinya , aku berjanji akan memeluknya” ujarku dengan omong kosong ku yang tidak jelas.

“jinjja?”

“kajja – masuk, sebentar lagi jam pelajaran akan dimulai” ajakku mengalihkan pembicaraan.

Pulang sekolah

Author POV

Daehyun mengajak aron pergi kerumahnya.berhubung hari ini adalah ulang tahun daehyun.

“jadi apa yang kau bawa sebagai hadiah ulang tahunku!” tanyanya daehyun.

“mian , aku tidak membeli apa-apa” jawab aron.

“tapi , aku bisa memasakanmu sesuatu .. yang bisa membuatmu bersujud dan memohon padaku untuk membuatkannya lagi” sambung aron dengan sombongnya.

“jinjja?” Tanya daehyun antusias.

“tentu saja , mari kita pergi berbelanja” ajaknya . tak berapa lama mereka selesai berbelanja. Aron pun langsung mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memasak.semua dapat ia selesaikan dengan cepat.

“wah , katakan padaku apa jenis masakan ini?” Tanya daehyun ketika melihat masakan lezat itu akhirnya terhidang didepan nya.

“dalam bahasa prancisnya adalah…….. mmmm entahlah aku lupa namanya .yang pasti masih satu marga dengan spageti dan macaroni” jelasnya dengan sok tahu.akhirnya mereka menyantap masakan itu dengan lahap,ternyata masakan aron tidak buruk.

“wah,sepertinya ada yang sedang berpesta” tegur yonghwa yang ketika itu baru pulang dari kerjanya.

“o hyung , silahkan bergabung” sergah aron dengan ramah.daehyun hanya menatapnya .akhirnya yonghwa ikut bergabung bersama mereka , menyantap masakan itu.

“siapa yang memasak ini?” tanyanya

“aku lah hyung, siapa lagi” ujar aron dengan sombong.

“wah , aron-ssi kau rupanya berbakat.” Aron hanya membalasnya dengan senyuman yang berkaca-kaca.tak berapa lama aron menyenggol lengan daehyun ,berusaha memberi isyarat agar menanyakan soal motor itu kepada kakaknya .tapi daehyunnya hanya memberi tatapan bingung.aron semakin menyenggol lengan daehyun dengan keras

“sedang apa kalian?” tegur yonghwa yang melihat kejanggalan antara kedua sahabat itu.

“aniyo” sahut daehyun dengan cepat.

“hyung , bolehkah aku bertanya” ujar aron berusaha menanyakan sesuatu.daehyun menatapnya , menyuruhnya agar jangan menanyakan itu.

“nde “

“apakah kau yang membelikan daehyun motor itu” Tanya aron membuat daehyun semakin memincingkan matanya.

“ne” jawab yonghwa singkat dan itu berhasil membuat daehyun seketika tersedak.

“daehyun-ah hari sudah malam ,aku sebaiknya pulang” pamit aron ketika ia akan pulang.

“kau belum menepati janjimu padaku” bisik aron.

“hyung-ah aku pulang dulu” teriak aron dari luar pintu.Yonghwa seketika keluar dari kamarnya dan menghampiri aron .

“ah ne , hati-hati aron-ah” ujarnya . ketika aron hendak pergi , tiba-tiba ia berbalik dan memberi isyarat pada daehyun ‘pali lakukan itu didepanku’ dan daehyun hanya menatapnya ‘jangan sekarang ‘ aron semakin tajam menatapnya dan lagi lagi memberi isyarat ‘lakukan sekarang jika tidak aku akan mengutukmu’ daehyun hanya mendengus.

Yonghwa yang ketika itu hanya menatap bingung mereka berdua.

“hyung” panggil daehyun.sontak yonghwa menoleh

“ne”

“gomawo” ujarnya dan memeluk yonghwa dengan cepat.aron hanya terkekeh memperhatikan daehyun yang terlihat malu saat itu.daehyun langsung pergi masuk kekamarnya.

“apa yang kalian rencanakan?” Tanya yonghwa sambil tersenyum tidak jelas.

“ani hyung , ia berjanji aku memelukmu jika memang benar kau yang memberikan motor itu” jelas aron.

Yonghwa POV

Sebenarnya aku ingin memeluk lebih,lebih lama lagi daehyun-ah.sebelum suatu saat aku tidak akan pernah bisa memelukmu lagi.Terimakasih tuhan , karena sampai saat ini aku masih bisa melhat adikku tersenyum.Rasanya tidak sia-sia aku mengumpulkan uang 2 tahun demi membeli motor itu.kulihat daehyun sangat senang.Kurasakan usiaku semakin hari semakin berkurang , aku tidak tahu sampai kapan ini akan berakhir.Dokter sudah berulang kali mengatakan padaku untuk melakukan terapi.tapi aku selalu menolaknya , aku tidak ingin membuat semua orang khawatir terhadapku.aku hanya ingin hidup seperti yang lain , tidak dengan rasa kasihan ataupun semacamnya.

“hyung ? kau tidak pergi bekerja lagi?” tanyanya ketika mendapati aku masih berbaring di depan tv . aku hanya tersenyum . kau tahu? Sejak tadi malam kakiku tidak bisa digerakkan , kukira aku mungkin lumpuh.jadilah aku terdiam dan menunggu seohyun membantuku bangkit.seharian kuhabiskan didalam kamar.aku tahu seohyun pun terlihat khawatir denganku , yah sekarang ia sudah tahu dengan keadaanku.Tapi aku sebisa mungkin membuatnya tenang.ia menyuruhku untuk segera mungkin dirawat di rumah sakit , tapi aku bilang . aku belum parah , aku masih bisa mengunyah makanan dan berbicara padanya sekarang ini.

“hyung-ah , ini untukmu” ujar daehyun mendatangiku yang masih terbaring di dalam kamar.

“apa itu?” tanyaku membuka bungkusan itu.

“itu pizza buatan aron” ujarnya dan meninggalkanku.

12.34 pm

Kurasakan dingin disekujur tubuhku . aku terus menggigil,mungkin seohyun terbangun karena suara ributku.kulihat ia menyelimutiku dan terbangun.

“oppa,kau menggigil? Kau demam? “ ujarnya panic

“panas sekali badanmu”ujarnya meletakan tangannya diatas dahiku.kurasakan sesuatu keluar dari hidungku , dan kakiku masih tidak bisa kugerakan.

“hidung mu berdarah” seohyun semakin panic.

Author POV

Malam itu juga yonghwa dilarikan kerumah sakit.semua orang mengira ia mungkin terkena demam! Ataupun tipes yang kambuh lagi.

Esok pagi

Daehyun terbangun dari tidur nyenyaknya dan mengetahui tidak ada satupun orang dirumah.ia terlihat biasa menyikapinya . pergi kesekolah dan sepulangnya ia dari sekolah .. rumahnya masih dalam keadaan yang sama.bahkan tidak satupun orang yang memberi kabar.ia mencoba menghubungi appanya tapi tidak diangkat.

“kemana kalian semua? Kenapa tidak ada yang memberitahuku” ujarnya marah marah sendiri.akhirnya ia menelpon seohyun dan mendapatkan kabar bahwa mereka sekarang tengah ada dirumah sakit.tak satupun dari mereka yang memberitahukan keadaan yonghwa yang sebenarnya.Daehyun hanya menyikapinya dengan biasa, meskipun seohyun menangis dihadapannya.

“nuna , tenanglah . semua akan baik – baik saja” ujar daehyun menenangkan seohyun.

“daehyun-ah kau tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya” ujar seohyun dalam hati.

6 hari sudah yonghwa dirawat dirumah sakit , dan keadaanya semakin parah.bahkan tubuhnya lumpuh total sekarang , wajahnya sudah sangat pucat sekarang.

Daehyun POV

Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan yonghwa hyung! Tidak satupun dari mereka memberitahuku.kukira ia hanya terkena tipes! Tapi kenapa sampai sekarang ia tak kunjung sembuh bahkan semakin parah.

“hyung~bagaimana keadaanmu?” tanyaku duduk disampingnya.aku hanya menatapnya , bahkan ia sudah tidak terlihat seperti yonghwa.bagaimana tidak? Wajahnya begitu pucat,bahkan aku tidak bisa lagi melihat daging dipipinya.

“kau semakin kurus~ apa kau sedang diet sekarang ha” ujarku berusah menghiburnya.bahkan untuk membuatnya tersenyum seperti beberapa hari yang lalu sangatlah susah.

“kenapa kau tidak menyapaku hyung” tanyaku , kurasakan ada yang berbeda.akupun memegang kakinya , tapi tunggu kenapa begitu lemah.seperti tidak ada kekuatan sama sekali.Baiklah , mungkin aku pantas untuk panik sekarang, aku mencoba menggerak gerakan kakinya bahkan tangannya pun.

“hyung , apa yang terjadi dengan kakimu?” tanyaku . jangan bilang kalau kakinya tidak bisa digerakkan.

“hyung~gerakan kakimu” ujarku panik , tapi bahkan untuk menggerakan kepalanya ia enggan.seketika aku menangis , itu ..

“tidak mungkin..” aku terisak menangis di atas tangannya.entah kenapa aku benar benar takut sekarang!

“hyung~ jangan bercanda padaku!” ujarku masih terisak . aku benar benar menangis , aku tidak percaya! Semua pikiran buruk terbenak dipikiran ku sekarang ini.aku bahkan tidak bisa menghentikan air mataku.

Yonghwa POV

Dasar cengeng! Apa yang anak ini lakukan! Kenapa ia menangis dan tertidur di hadapanku .

Aku tahu benar apa yang ada difikirannya saat ini . ia pasti mengira aku lumpuh , tapi memang itu kenyataannya.aku benar benar lumpuh , seluruh tubuhku mati rasa.

Kurasakan tanganku basah akibat air mata dan ingus dari bocah tengil ini.hari semakin larut , aku semakin terjaga . aku sama sekali tidak merasakan kantuk meyerang mataku . betapa bahagianya aku ketika sekarang aku bahkan masih bisa memperhatikan wajah adikku yang terlelap . hahahahaha jika saja aku masih bisa menggerakan tanganku sekarang ini . mungkin aku akan megerjainya habis-habisan.

Aku jadi teringat dengan surat darinya ketika ulang tahunku yang lalu.aku masih mengingat setiap kata dari surat itu yang membuat ku benar benar bangga pada adikku ini.

To : yonghwa hyung

Maafkan aku , aku benar benar lupa hari ini ulang tahunmu.jadilah aku segera membeli sesuatu untukmu,tapi maaf aku hanya mampu membeli ini! Appa belum memberiku uang jajan yang baru!cih , hyung kau bahkan sakit dihari ulang tahunmu! Harusnya kau lebih menjaga kesehatanmu! Hyung~ aku merindukanmu yang dulu! cepatlah sembuh

Tak terasa aku menitikan air mataku.rasanya sudah sangat lama , aku tidak pernah lagi berbincang sangat dekat dengan anak itu.

Waktu terus bergulir , aku tidak percaya! Keadaanku membaik.akupun dengan segera memaksakan diri untuk pulang! Aku ingin sekali beraktivitas seperti biasa.

“hyung~ kau yakin ingin pulang sekarang ?” Tanya daehyun , dan kini aku sudah bisa menjawabnya

“ne” meskipun terdengar lesu dan bergetar.

Aku benar benar tidak ingin melewatkan hal ini , aku ingin segera bertemu semua orang.

Sesampai dirumah.

“daehyun-ah!” panggilku

“ne” ia menoleh

“bisakah kau membawa ku ke pantai”

“pantai? Maksudmu pantai…” aku hanya mengangguk , yah dulu kami memang sering kepantai.tapi itu sudah dalam hitungan waktu yang sudah lama.

Tak berapa lama kami sampai, ia mendorong ku dengan kursi roda.akupun duduk dipinggiran jembatan yang ada di pantai itu.dari sini kami bisa melihat dengan indah riuh suara ombak dan angin yang begitu kencang menerpa wajah.

“ah rasanya sudah lama sekali kita tidak pergi kesini” ujar daehyun duduk disampingku mencoba mensejajarkan diri dengan kursi roda yang aku naiki.

“bisakah kau membantu ku berdiri?” tanyaku dan ia benar benar membantu ku berdiri,

“AAAA” teriakku begitu girangnya , karena akhirnya aku bisa berdiri yah walaupun dengan bantuan daehyun.

“hyung ~ sebaiknya kau duduk lagi , aku cape memegangimu” ujarnya jujur dan aku hanya tertawa sambil menjitak kepalanya.

“daehyun-ah , aku ingin memberikan sesuatu padamu!” ujarku jujur , kulihat ia bingung.

“seohyun!” sambungku .

“mwo?”

“bantu aku untuk menjaganya”

“tapi hyung” kata – katanya langsung kupotong.

“ah iya soal seohyun  , aku juga minta maaf . aku sama sekali tidak berniat untuk merebutnya darimu!”

“aniyo ~ hyung aku sudah merelakannya untuk mu sekrang!”

“dan soal appa, kukira kau salah faham!”

“kau harus mendengarkan penjelasanku ini.pertama appa tidak pernah membedakan aku denganmu! Kedua sebenarnya appa lebih bangga padamu dibanding aku! Ketiga sebenarnya seohyun yang akan dijodohkan kepadamu , tapi berhubung kau masih sangat muda untuk menikah , appa menggantinya denganku”

Daehyun POV

Aku tidak tahu apa yang dibicarakan yonghwa.tapi aku terkejut mendengarnya.

“kau tau? Ketika di pesta itu? Kau pergi .. yang dibicarakan appa hanyalah kau , kau dan kau! Ia menyombongkan anaknya yang seorang bintang sepak bola itu!”

“satu hal lagi, appa bahkan tidak pernah melewatkan turnamen sepak bolamu! Tapi kau tidak pernah melihat disudut lapangan! Kami selalu menontonmu! Bahkan sekalipun appa dalam keadaan yang sangat sibuk” seketika aku terdiam mendengar penjelasan nya .

“dan yang terakhir!…” ujarnya dengan jeda menatapku tajam.

“aku harap kau tidak pernah menangis lagi! Kau harus sadar betapa tuanya dirimu! Kau bahkan anak laki-laki!” ujarnya dan aku hanya tersenyum garing.

“maafkan aku jika selama ini aku membuatmu benci padaku! Tapi aku harap kau tidak akan pernah lagi membenciku! “ ujarnya bergetar , kurasa ia yang sekarang menangis duluan.

“hahahah hyung kau menangis hahaha” ujarku tertawa , wajahnya sangat lucu ketika menangis.

“YAK” teriaknya menjitak kepalaku.

“aku menderita penyakit kanker otak” sambungnya membuatku terkejut.aku terdiam sesaat , seakan mencerna apa yang barusan ia katakan.aku tidak percaya , aku bahkan menanyakan nya sekali lagi dan jawabannya masih tetap sama! Seketika air mataku pecah! Aku menangis seperti anak kecil! Kau tahu? Rasanya bahkan lebih sakit dibanding ketika aku melihat kakkaku yang sedang diejek dan dipukuli oleh rombongan bocah bandit.

Ia dengan tak segan memelukku , namun aku tidak bisa berhenti menangis . aku bahkan berteriak .’mengapa ini terjadi padamu hyung’ mengapa kau bernasib sial.aku tidak henitnya menangis di pangkuannya .

“Yak berhenti menangis” ujarnya sambil menarik kepalaku.aku masih menelungkupkan wajahku.menangis dan terisak.

“berhenti menangis ku bilang” teriaknya lagi.

“betapa jahatnya kau! Kau bahkan melarangku menangis” makiku

“hahahah coba kau lihat betapa jeleknya wajahmu sekarang!” ujarnya tertawa.bahkan ia masih bisa tertawa.

Hyung maafkan aku ! sebelumnya aku memang benar benar membencimu! Tapi sekarang aku jauh lebih membencimu! Kenapa baru sekarang kau mengatakannya!

“daehyun-ah!” teriak seohyun nuna ketika kami sampai.aku menghampirinya

“apa yang terjadi dengan yonghwa hyung!” aku terkejut ketika melihat ia terjatuh dari kursi rodanya.kami semua panik , appa membawanya kerumah sakit dengan segera.kulihat seohyun nuna tiba – tiba menangis.hyung apa yang terjadi denganmu? Kuharap kau baik baik saja.

Semalaman kami menunggu , namun dokter mengatakan tak ada hasil.sekarang ia bahkan bukan hanya lumpuh , tapi lebih tepatnya koma.antara hidup dan mati.

Aku benar benar mengutuk diriku karena sempat membencinya! Jika diberi kesempatan aku bahkan ingin meminta maaf padanya!

Sudah lebih dari seminggu kami menunggu yonghwa hyung tapi tidak ada perkembangan sedikitpun , malah semakin hari semakin parah.Aku tidak pernah berharap mimpi buruk ini terjadi , tapi sialnya ini benar benar terjadi . aku masih mengingat hari itu , di menit 42 tepatnya pukul 03.42 pagi . ia menghembuskan nafas terakhirnya.semua orang menangis untuknya! Mungkin ini akan menjadi air mataku yang terakhir! Aku berjanji tidak akan menangis lagi.

“daehyun-ah” sapa aron menepuk bahuku, ia mencoba menenangkan ku. Hyung ? kukira aku sudah gagal untuk menjagamu! Harusnya aku yang menjagamu sekarang! Harusnya sekarang kita masih bisa bermain ps bersama! Aku bahkan belum sempat membuatmu bangga.

Aku benar benar tidak sanggup untuk menyaksikan semua ini.semua orang mengantarkan mu sampai di peristirahatan yang terakhir.aku enggan meninggalkanmu! Aku takut kau akan marah ketika tau aku meninggalkanmu! Hyung! Apa yang harus aku lakukan nanti jika salah satu anak badung menggangguku? Mungkin tidak akan ada lagi sesosok pahlawan yang akan membela ku! Lalu apa yang harus aku lakukan ketika aku tidak memiliki teman untuk bermain winning eleven! Lalu apa yang harus aku lakukan ketika aku kehilangan musuh terberatku.

“daehyun-ah kajja kita pulang” ajak appaku dan aku hanya menganguk.

“hyung~ aku ikhlas melepasmu! Kuharap kau tidak kesepian disana” ujarku sebagai salam terakhirku untuknya.

Author POV

Setahun setelah kematian yonghwa, akhirnya daehyun menyelesaikan sekolahnya dan segera menikah dengan seohyun.dan kini mereka memiliki dua anak , dengan jenis kelamin yang berbeda dan dari benih yang berbeda.Ya , salah seorang dari mereka adalah putra dari yonghwa.

END

3 comments on “[Freelance] Hyung, I’m so Sorry

Review Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s