[Freelance] Good Night, I Love You

goodnight i love you

Author:  icot  http://twitter.com/Qorina_aulia

Tittle: Goodnight , I love you

Main Cast

Infinite Lee sungyeol

Miss A Suzy

Support Cast:

Infinite L/Kim myungsoo

SNSD YoonA

Genre: romance

Length: Oneshot

Rated: PG-13

Summary:

Cinta bukanlah sebuah hal yang mudah untuk di pahami , karena awalnya sudah kukatakan aku bahkan tidak pernah mencintaimu sedikitpun , tapi kebutuhan lah yang membuatku selalu bersama nya  setiap hari.Tanpa ada ikatan darah sedikit pun , aku berharap kita adalah saudara . Tapi sayangnya tidak .

Disclaimer:

terinpirasi dari …? Tidak terinspirasi dari  mana-mana.bukan plagiat, murni hasil ngayal

Note :  Don’t be silent reader :*

– posted by Chenhye 040913 –

Aku merindukanmu , tapi ini bukan seperti yang kau tafsirkan.Kita tidak bisa bersama bahkan hanya jika aku menyentuhmu , seluruh permukaan kulitku akan terasa ngilu.Tubuhku akan seketika kaku , atau bahkan aku bisa mati.

Ini kenyataan , andai saja aku tidak terlahir sebagai diriku yang sekarang.Andai saja kita memang tidak terikat aku pasti tidak akan semenderita ini.

Kuyakin semua orang jika ada di posisiku pun merasakan hal yang sama.Sudah cukup aku menahan perasaanku , pendirianku akan semua hal tentangmu seketika runtuh karena diriku sendiri.Aku tidak bisa , tidak bisa melihatmu bersama orang lain.Tidak bisa melihatmu bersentuhan dengan orang lain.Tidak bisa melihatmu melempar senyum manis mu kepada orang lain selain aku.

“mau kemana?” Tanya seorang gadis kepada seorang lelaki yang tampaknya sudah rapi dengan pakaiannya.

“ada acara kecil” sambung lelaki itu membenarkan kerah kemeja nya.

“kencan?” Tanya gadis itu dan hanya mendapatkan anggukan dari sang lelaki.Beberapa saat setelah itu lelaki itu langsung bergegas pergi.Ia tampak begitu bahagia malam ini.

Sementara itu , terlihat sosok seorang perempuan di balik pintu yang masih saja memperhatikan jejak lelaki itu.Pandangan itu seakan tidak membiarkan sang lelaki pergi darinya.

Suzy POV

Aku tidak bisa, tidak bisa membiarkan rasa cemburu ini membakar diriku sendiri.Rasanya begitu sakit , bagaikan di iris oleh pisau yang tajam.

Aku hanya terdiam di ruanganku , masih terus mengelus kucing kesayanganku.Aku tidak ingin menangis , karena jika aku menangis .. orang yang ada diseberang sana pasti juga akan merasa sedih.

Kira-kira apa yang sekarang ia lakukan? Apakah ia sudah sampai di tempat kencan itu? Cih .. memang secantik apa mahkluk yang ia temui sekarang sampai sampai wajahnya terlihat begitu gembira.Kenapa ia tidak pernah memperlihatkan tampang itu kepadaku ? 

Sungyeol POV

Kurasakan aura cemburu dari seberang sana , aku tahu milik siapa aura ini.Tapi yah memang mau bagaimana lagi , kami tidak bisa bersama.Golongan kami tidak mengizinkan kami untuk memiliki hubungan , meskipun yah aku dan dia sampai sekarang tidak bisa hidup terpisah.

Sejak kecil aku memang sudah ditakdirkan untuk bersama dengan wanita itu.Aku bisa sakit atau bahkan mati jika saja aku tidak melihatnya.Entah apa yang terjadi dengan kehidupan kami , Tapi memang begitulah kenyataannya.Terkadang aku  bahkan bisa mendengar suara hatinya , mungkin begitu juga dengan wanita itu.Tidak ada yang bisa di bohongi antari kami .Bahkan aku sudah tau ia mulai menyukai ku setahun silam.Usianya yang memang sudah menginjak dewasa , mungkin membuatnya akhirnya merasakan apa itu yang dinamakan cinta.

“sungyeol-ah? Apa yang kau fikirkan?” suara seorang wanita akhirnya membuyarkan lamunanku.

“ah ani , oh ia bagaimana keadaanmu? Kudengar baru kemarin kau datang dari Amerika yah?” tanyaku berusaha mencairkan suasana.Ia hanya membalasnya dengan senyuman , yang kuakui memang manis.Sejujurnya aku sama sekali tidak tertarik dengan wanita di hadapanku ini , hanya saja aku merasa kagum padanya.Ia adalah sosok wanita yang kuat dan juga sabar.

“ne , aku baik-baik saja.kau? apakah kau masih tinggal dengan gadis itu?” tanyanya dan sukses membuatku terkejut dengan pertanyaannya itu.

“ne tentu saja” jawabku singkat .Aku tidak bisa membaca raut wajahnya sekarang ini , tapi aku juga tidak bisa bilang kalau ia mungkin menyukaiku.

Pertemuan malam itu akhirnya membuatku memiliki hubungan spesial dengan wanita ini , wanita yang sebenarnya sudah lama kukenal.Awalnya aku hanya menganggapnya teman , namun lama-lama perkiraan ku benar.Wanita ini memang benar-benar menyukaiku , ia bahkan menyatakan cintanya padaku.Tapi aku belum bisa memberikan jawaban, disatu sisi aku tidak ingin melukainya .Namun disatu sisi lagi aku juga tidak bisa terus hidup seperti ini.Aku juga harus mencari pendamping hidup , karena yah memang waktu akan bergulir cepat .Usiaku akan cepat bertambah setiap tahun bahkan harinya.

“apakah ia pacarmu?” Tanya seorang gadis yang mendapatiku kini lagi-lagi melamun didapur.Aku tahu pemilik suara itu .

“ani” jawabku singkat dan  hanya berlalu mendahuluinya.

Suzy POV

Kenapa? Ia selalu berlaku dingin padaku? Padahal ku yakin wanita itu memang pacarnya.

Aku kembali ke tempat dudukku untuk mengelus kucingku , namun sesaat kemudian kurasakan tenggorokan ku sakit.Rasanya seperti ada benda tajam yang kini menusuk didalam.Seketika aku pun batuk , dan batuk itu tidak bisa berhenti.Hingga kurasakan sesuatu yang berwarna merah keluar dari dalam mulutku , cairan itu terjatuh mengotori bulu binatang peliharaanku.

“gwenchana?” Tanya seseorang dan orang itu pasti adalah Sungyeol.Aku hanya membalasnya dengan anggukan , sembari membersihkan bulu kucing kesayanganku itu.Namun beberapa saat kurasakan sebuah tangan kekar menyentuh kulitku dan sontak membuatku berteriak ‘aww’

“mian” ujarnya singkat , aku hanya menatapnya

“biar aku yang membersihkannya” sambungnya , tapi aku malah meninggalkannya dan membawa kucing putihku ini ke kamarku.

“bisakah mulai besok kau mengganti binatang peliharaanmu itu?” ujarnya dari balik pintu , aku hanya diam tidak membalasnya.

“maksduku , mungkin kucing itu yang membuatmu  batuk” sambungnya , dan lagi-lagi aku hanya terdiam menatapi kucing kesayanganku ini.Ternyata ia masih ingat kalau Aku memang memiliki alergi terhadap bulu kucing , tapi aku tidak bisa.. tidak bisa berpisah dengan kucing ini .Ia sudah menjadi sahabatku selama puluhan tahun , ialah yang selalu medengarkan semua keluh kesah ku , menemaniku kemanapun aku pergi.Walaupun aku tahu pada akhirnya ia tidak akan pernah bisa bicara kepadaku.Sama halnya denganmu Sungyeol.

Jika aku berpisah dengan kucing ini , itu sama artinya aku juga berpisah denganmu Sungyeol.

Author POV

Hari-hari berlalu dengan begitu cepat.Sedangkan 2 mahkluk tuhan itu masih saja dalam keadaan yang sama.Tidak berkembang .Sang gadis yang selalu terlihat berdiam diri dirumah , hanya duduk bersama kucing kesayangannya.

Sedangkan sang lelaki yang selalu berpergian , dan hanya berada dirumah untuk melihat sang gadis.

“tidak bisakah aku keluar rumah untuk sekali saja?” Tanya seorang gadis ketika mendapati lelaki itu bahkan datang ketika tepat tengah malam.

“kau belum tidur” balasnya dan gadis itu hanya menatap datar lelaki itu.

“memangnya untuk apa kau keluar rumah?” sambung lelaki itu duduk bersebelahan dengan gadis itu.

“akupun ingin mengenal lelaki selain kau” jawab gadis itu terdengar begitu sedih.Lelaki itu menatap gadis itu begitu lama.Hingga ia rasakan darah mulai menetes dari dalam hidungnya.

“jangan menatapku terlalu lama” ujar gadis itu meletakkan kotak tissue tepat dihadapan Sungyeol.Sungyeol hanya mengambil tissue itu dan membersihkan darah yang keluar dari dalam hidungnya itu.

“maafkan aku , tapi untuk sementara kau lebih baik berdiam dirumah saja” ujarnya dan berlalu meninggalkan suzy yang masih menatapi punggungnya dari kejauhan.

“kenapa kau begitu egois ha? Kau hanya memikirkan dirimu sendiri.Padahal aku hanya meminta keluar rumah untuk sekali saja.Tidak bisakah?”  ujarnya , dengan suara yang bergetar.isakkan mulai terdengar dari mulutnya.

Sontak lelaki itupun terdiam dalam posisinya tanpa menatap gadis itu sedikit pun , hingga akhirnya hatinya luluh

‘baiklah’ ujarnya pelan.

Suzy POV

Esok pagi

Kuharap hari ini adalah hari yang indah bagiku.

“apakah kau sudah siap?” Tanya seorang lelaki yang kuyakin adalah Sungyeol, dan aku hanya mengangguk.

“baiklah , kuharap kau bisa menjaga dirimu.berhati-hatilah banyak manusia yang buruk diluar sana”  ujarnya tanpa menatapku sedikitpun , dan aku lagi-lagi hanya mengangguk sembari melangkahkan kakiku keluar dari hunian yang sudah puluhan tahun kutinggali ini.Rasanya begitu segar , ketika aku bisa menghirup udara kota Seoul di pagi hari ini.

Ini adalah pertama kaliku keluar dari rumah , setelah 4 tahun lamanya.Akupun segera melangkahkan kakiku , entah kemana yang penting hari ini aku harus menikmati hari bebas ku ini.Tak lama kakiku malah menuntunku untuk pergi ke taman Kota , di taman ternyata sudah ramai.Padahal waktu masih menujukkan jam 9 pagi.Karena bosan sendiri akupun sesekali bergabung dengan beberapa bocah yang kelihatannya sedang bermain , yah meskipun awalnya mereka agak sedikit takut melihat ku .Mungkin karena kulitku yang begitu putih pucat , ini akibat aku tidak pernah menyentuh sinar matahari.

Lama aku berada di taman rasanya lumayan bosan juga , hingga aku akhirnya memutuskan untuk pergi.Namun baru beberapa langkah aku pergi , tiba-tiba aku mendengar tangisan seorang bocah sontak akupun segera menenangkan bocah yang ternyata berada tidak jauh dari tempat ku berdiri sekarang.

“kenapa kau menangis ?” tanyaku ketika akhirnya kami berdua terduduk di bangku taman sambil memakan ice cream.Bocah itu tidak menjawab ia malah asik makan ice cream  yang sudah mulai mengotori bajunya itu.Akupun membersihkannya dengan tissue

“Appa” ujar bocah itu , dan sontak membuatku berbalik dan mendapati seorang pria kini tengah berdiri disampingku.Akupun segera berdiri dan membungkuk melakukan salam kepadanya.Hal yang sudah lama tidak kulakukan.

“terimakasih sudah menjaga anakku “ ujarnya dan aku hanya tersenyum membalasnya

“oh iya , kenalkan namaku kim myungsoo” ujarnya dan mengulurkan tangannya , sesaat aku terdiam.Apakah akan sakit?

“ne, suzy imnida” ujarku dan akhirnya membalas uluran tangan itu.Ternyata tidak sakit , tidak seperti ketika tanganku bersentuhan dengannya.

Sejak itu , aku menjadi dekat namja yang ternyata merupakan duda muda itu.Ia sudah lama bercerai dengan istrinya.Yah , selama ini ia selalu menghubungi ku lewat telephone.Karena memang aku yang tidak bisa keluar rumah.Namun sepertinya seseorang menyadari itu.Apalagi aku yang selalu meminta keluar rumah setiap hari minggu.

“kenapa kau selalu keluar ketika hari minggu? Bahkan tidak meminta izin padaku.Langsung pergi begitu saja” ujar Sungyeol yang mendapatiku tengah bermain handphone didalam kamarku.

“aku ingin bertemu dengan kekasihku” ujarku singkat

Sungyeol POV

DEG

Kekasih?  Apa benar yang ia katakan itu?

“dalam waktu dekat ini , aku akan melangsungkan pernikahan dengan YoonA.” Ujarku dan ia bahkan mengacukan ku.

“lalu?” tanyanya tanpa beralih dari handphonenya itu.

“aku tidak bisa keluar rumah jika , kau juga keluar rumah.kuharap kau mengerti , aku ini adalah lelaki aku tidak mungkin terus berdiam diri dirumah” ujarku panjang lebar

“baiklah.kapan pernikahanmu?” tanyanya dengan santai

“besok” ujarku singkat dan akhirnya berhasil membuatnya beralih.

“tidak bisakah aku melihat pernikahanmu?” tanyanya yang tiba-tiba kurasakan aura kesedihan didalamnya.

“tidak bisa.Salah satu dari kita akan sakit.Dan aku tidak ingin sakit ketika hari pernikahanku” ujarku dan segera berlalu

Author POV

Pernikahan

 Sungyeol-YoonA

Lelaki itu terlihat sangat tampan dengan jas hitam yang ia gunakan itu.Ia tersenyum manis didepan kaca.Padahal sedari tadi fikirannya melayang entah kemana.Ia masih saja memikirkan gadisnya yang kini berdiam diri dirumah.

‘apakah ini tidak keterlaluan’ tanyanya didalam hati .Namun kegelisahannya itu tiba-tiba terhapus ketika seorang pria memanggilnya untuk segera bersiap-siap.Dengan gagahnya ia melangkah menuju altar pernikahan.Terlihat begitu banyak orang yang menyaksikannya .Ini adalah kali pertama untuknya , sang pengantin perempuan masih saja tersenyum sambil menunggunya.

“kau tampan” bisik perempuan itu dan hanya mendapatkan kata ‘kau juga cantik’ dari Sungyeol.

Sementara itu , terlihat seorang gadis kini tengah berdiri disudut gereja itu.Ia menutup dirinya dengan pakaian berwarna coklat muda , wajahnya tidak bisa terlihat dengan jelas.Tubuhnya terlihatbegitu lemah , sementara itu ia masih saja memaksakan diri untuk berdiri disana.Hingga janji suci pernikahan itu diucap.

Gadis itu tiba-tiba jatuh pingsan , bersamaan dengan jatuhnya sang mempelai laki-laki.Membuat pesta pernikahan hari itu tiba-tiba terhenti.Semua orang terlihat panik , begitu juga dengan YoonA yang adalah mempelai perempuan dari Sungyeol.

 “siapa yang menyuruhmu datang ha?” bentak Sungyeol ketika mereka sudah sampai dirumah.Sedangkan yang dibentaki itu hanya terdiam menunduk.Wajahnya masih saja pucat.

“dasar perempuan bodoh” sambung lelaki itu dengan amarah yang terlihat sangat membara.Ia akhirnya berlalu meninggalkan gadis itu.

“jangan nikahi dia” ujar Suzy terdengar lemah , membuat lelaki itu terdiam dalam langkahnya.

“ku mohon jangan menikah” sambung suzy , dan akhirnya lelaki itu berbalik menatapi gadis yang masih menunduk itu.Tidak terasa gadis itu tiba-tiba terisak.

“kau bercanda ha? Pernikahan ini sudah lama kurencanakan” ujar Sungyeol,suzy masih saja terisak.

“lagipula , aku tidak bisa terus hidup begini.Aku juga ingin hidup seperti makhluk yang lainnya.Memiliki istri dan juga keturunan.” Sambung Sungyeol mendekati gadis yang masih terisak itu, bahkan ia hampir saja menyentuh puncak kepalanya.

“tapi…” ujar suzy bergetar

“aku juga tidak bisa terus hidup begini.tidak bisakah kau tidak menyakiti ku untuk kali ini saja.Setelah ini kau mungkin akan bahagia hidup bersama dengan istrimu itu dan mungkin akan memiliki anak beberapa tahun setelah itu.Sedangkan aku ,aku hanya bisa berdiam diri dirumah.Tinggal bersama anak dan istrimu.Yang selalu membuatku cemburu” ujar suzy panjang lebar

“aku mencintaimu sungyeol” sambungnya.Sungyeol hanya terdiam

“aku tidak peduli” jawab Sungyeol dan lagi-lagi meninggalkan gadis itu dalam keadaan tidak baik.

Ia terus berlari entah kemana , tanpa ia rasakan air mata itu  juga mulai mengalir dari pelupuk matanya.

‘cih apakah aku menangis?’ tanyanya pada diri sendiri.Namun beberapa detik kemudian tangisan itu terasa begitu dalam , ia bahkan bisa merasakan betapa sakitnya perasaan gadis itu.

Sejak kejadian itu , tampaknya Sungyeol benar-benar cari mati.Ia meninggalkan suzy , padahal ia tahu ia akan mati jika tidak bersama dengan gadis itu.ini sudah dalam hitungan 2 hari , kedua makhluk itu masih saja dalam keegoisan diri masing-masing.Padahal mereka berdua sama-sama dalam keadaan yang tidak baik.Keadaan mereka kini semakin parah , ketika salah satu dari mereka tiba-tiba menangis.Membuat kondisi tubuh itu semakin melemah.Sedangkan sang lelaki lagi-lagi hanya memaki-maki tidak jelas akibat tangisan gadis itu.Hingga tiba-tiba lelaki itu hampir tidak merasakan detak jantungnya lagi.Ia mulai panik , karena itu berarti sesuatu yang buruk menimpa gadis diseberang sana.Sedangkan dirinya juga sudah begitu pucat , bahkan lebih terlihat seperti mayat yang berjalan.Ia memakai jaketnya , dan berjalan keluar rumah.Akhirnya lelaki itu luluh saja , ia bahkan berlari ketika mendapati tiba-tiba tangan kanannya terasa kaku.Bukan kaku , tangan itu bahkan tidak bisa digerakkan lagi.

‘apakah aku mati?’ tanyanya pada diri sendiri.Sementara ia terus berlari , meskipun ia sudah tidak merasakan langkah kakinya lagi.Hingga tiba-tiba seorang pria datang menghampirinya yang kini tengah terbaring kaku ditengah jalan.

“kau tidak apa-apa?” Tanya pria itu dan berusaha membopong Sungyeol.Namun sungyeol berusaha menepis  , ia malah berkata

“bisa kau bawa aku ke Seoul” ujarnya dan akhirnya mau tidak mau pria itu akhirnya mengantarkan Sungyeol.Dan tepat didepan rumah nya , ia tiba-tiba menutup matanya dan sontak membuat pria yang membopongnya tiba-tiba bingung dan panik antara tidak tahu apa yang harus dilakukan dan juga ketakutan.Akhirnya ia membawa masuk Sungyeol yang sudah bagaikan mayat itu kedalam rumah.Namun betapa terkejutnya ia ketika mendapati seorang gadis kini dalam keadaan yang sama.Karena saking takutnya pria itu langsung saja meninggalkan Sungyeol dan gadis itu tergeletak tak sadarkan diri.

Suzy : Bagaimana keadaanmu? Apakah kau sama sakitnya denganku

Sungyeol : Bodoh.Kau malah menangis ketika kita sudah dalam keadaan seperti ini

Suzy: Sadarilah , kau tidak bisa hidup tanpa diriku

Sungyeol : Apakah kita sudah mati?

Suzy: Entahlah

….

Tiba-tiba gerakan tercipta dari sebuah tangan yang masih terguyur lesu.

Suzy : Berjanjilah untuk tidak meninggalkan ku lagi

Gerakan itu menjalar ketangan disebelahnya

….

Sungyeol : Aku berjanji

Kedua makhluk itu terlihat masih lemah , namun salah satu dari mereka terlihat memaksakan diri untuk bangkit.Ia memegangi kepalanya yang terasa pening , pandanganya masih tertuju ke arah gadis yang masih menatap langit-langit.

“jangan menatapku” ujar gadis itu.

“maafkan aku” balas Sungyeol.Gadis itu masih saja terbaring dihadapannya

“aku tidak akan menikah” balasnya , dan akhirnya sukses membuat gadis itu menatapnya.Untuk sepersekian detik akhirnya mereka kembali bertatapan

Tatapan yang padahal begitu damai , dan sejuk.Namun dapat membuat mereka berdua mati.

Sungyeol POV

Aku tidak tahu apa yang membuatku terasa begitu tenang ketika menatapnya.Tanpa memperdulikan rasa sakit yang mendera di tubuhku.

Kini aku mulai memahami . Tuhan , jika aku memang ditakdirkan untuk hidup bersamanya , maka biarkanlah aku untuk hidup bersamanya.

Aku tahu ia mencintaiku , tapi aku bahkan lebih dulu mencintainya.Dan perasaan ini masih tidak berubah , meskipun aku sudah berusaha mencintai orang lain.Aku hanya ingin hidup seperti manusia yang lainnya.Memiliki istri dan juga anak , walau aku tahu aku memang egois.Tapi aku tidak bisa terus hidup dengan suzy , setiap melihatnya aku benar-benar tidak bisa berhenti memikirkannya.Aku bahkan tidak bisa menenangkannya ketika ia menangis.Sungguh aku menyesal, oh Tuhan kenapa kau memberikan jalan yang susah untukku.

Aku tidak bisa.. bahkan golongan kami pun juga melarang kami memiliki hubungan apalagi jika suatu saat aku dan suzy benar-benar memiliki hubungan.Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan golongan kami , mungkin mereka akan saling bermusuhan untuk selamanya.

Hari-hari kulalui , aku benar-benar tidak bisa terus-terusa berdiam diri dirumah.Rasanya sama saja aku seperti menyakiti diri sendiri.Karena ketika melihatnya entah kenapa aku selalu sontak ingin menyentuhnya ,walau padahal aku hanya menyentuh ujung rambutnya ketika ia tertidur.

Dan kini aku sadar , aku masih mencintainya.. apa yang harus kulakukan?

Aku bisa mati jika tidak bersama dengannya?

Tapi aku juga bisa mati jika terus bersamanya.Semuanya terasa begitu menyedihkan.

“apakah hari ini kau ingin pergi?” tanyaku padanya ketika mendapati ia lagi-lagi hanya bermain dengan kucing kesayangannya.

“apakah boleh?” ia malah bertanya padaku

“tentu saja” ujarku tapi ia malah menjawab ‘tidak’ dan kembali berbaring bersama kucingnya itu.

“bagaimana kalau kita pergi bersama ?” tanyaku dan berhasil membuatnya berbalik , dan akhirnya mengangguk.Aku tidak tahu apakah ini jalan yang benar yang kutempuh.Padahal aku tahu ini adalah jalan yang membahayakan.

Tidak berapa lama akhirnya kami berdua melangkahkan kaki keluar rumah , dan baru di teras rumah saja sudah berasa sakitnya.Dadaku terasa sakit , pernafasanku juga agak sedikit tercekat.Namun ketika aku menoleh gadis disebelahku ia terlihat begitu gembira , padahal aku tahu ia juga merasakan sakit yang sama.

“apa kau tidak sakit?” ujarku dan mengelus jantungku yang terasa berdetak tidak beraturan.

“tentu saja sakit” ujarnya dan malah melangkah mendahuluiku.

“hey tunggu” ujarku dan berlari mengejarnya .Namun nampaknya ia malah berlari semakin kencang , hingga tiba-tiba ia terjatuh.Akupun dengan segera menghampirinya.Dapat terlihat wajahnya seketika memucat.

“kajja , kita kembali” ujarku dan menyuruhnya bangkit tanpa bersentuhan dengannya.Akhirnya kami berhasil kembali kerumah dengan keadaan masih hidup.Ternyata tidak buruk yah , jika saja aku bisa bersama dengannya sedikit lebih lama saja.Aku mungkin akan sangat bahagia.

“berjanjilah , untuk keluar rumah bersama ku setiap hari” ujarnya dan menunjukkan jari kelingkingnya.Aku terdiam menatapi jarinya , tiba-tiba ia langsung menyembunyikan jari kelingkinganya sembari tersenyum sedih.

Sungguh rasanya tidak tega melihat gadis ini tersenyum seperti itu dihadapanku.Akupun segera mengaitkan jari kelingkingku di jarinya dan menatapnya lekat.Sungguh hal terindah dalam hidupku adalah ketika aku dapat menatap sepasang mata yang indah ini.Tanpa kurasakan darah sama – sama keluar dari dalam hidung kami.Ia masih tersenyum sambil melepaskan ikatan kami.

Suzy POV

Aku bahagia, apakah itu artinya ia juga sudah mulai mencintaiku.Walau kuakui sungguh sakit rasanya ketika , harus bersamanya dalam keadaan seperti ini.Tapi rasa sakit ini jauh lebih membahagiakan dibanding rasa sakit yang kudera beberapa hari yang lalu , ketika mengetahui ia akan menikah.

Tanpa terasa , setiap hari kami selalu bertemu.Yah , walaupun hanya untuk keluar teras rumah.Itu pun membuatku terasa sangat bahagia.Apalagi ketika ia memandangku , menyentuhku dan tersenyum padaku.

Aku bersumpah , ini adalah kenangan terindah hidupku sebelum aku mati.

“Sungyeol-ah, mau kemana kau?” tanyaku ketika mendapati lelaki itu sudah bersiap dengan pakaiannya yang tampak rapi.Tidak seperti biasanya , yah semenjak ia memutuskan untuk tidak menikah bersama calon istrinya itu.Ia jadi sama hal nya dengan diriku  , suka mengurung diri.Sebenarnya bukan suka mengurung diri , hanya saja keadaanlah yang memaksaku untuk tidak keluar dari hunian ini.

Biasanya ia hanya berdiam diri di kamarnya , sedangkan aku hanya duduk di kursi kesayanganku bersama dengan kucing kesayanganku.

“hanya keluar sebentar” ujarnya singkat

“bisakah aku meminta sesuatu” tanyaku dan ia hanya mengangguk

“ice cream” ujarku

“siap” balasnya dan segera meninggalkanku.Aku hanya tersenyum menatapi kepergiannya .Kadang – kadang tebenak difikiranku , bagaimana sih rasanya jika saja aku bisa keluar rumah bersamanya lebih dari 5 menit saja.Pergi kencan , makan malam bahkan melakukan segala hal bersama-sama yah sama seperti pasangan pada umumnya.

Entah kapan kah hal itu terjadi , aku hanya berharap.Karena pada kenyataannya aku sudah ditakdirkan Tuhan dalam keadaan seperti ini.Tiba-tiba aku jadi teringat , hari ini bukannya ulang tahun Sungyeol.Dan benar saja ketika aku melihat kalender ternyata hari ini adalah tanggal 27 Agustus.Akupun segera bangkit dari duduk dan pergi kedapur , yah hanya untuk membuatkan kue sederhana untuknya.Walaupun aku tahu ia tidak suka hal hal yang manis , tapi aku tetap saja membuatkannya.Karena aku tidak mungkin pergi keluar rumah untuk membeli sesuatu untuknya.Jadilah aku hanya menyiapkan beberapa cupcake lucu yang kususun rapi dan meletakkan lilin diatasnya sebagai hadiah ulang tahunku.

Tidak menunggu lama , tiba-tiba daun pintu itu berbunyi menandakan ada seseorang datang.Ia terkejut ketika melihatku yang sudah mendekor ulang ruangan kami yang sederhana.Aku hanya tersenyum menyambut kedatangannya.

“saengil chukkae” ujarku pelan.dan ia hanya kembali tersenyum menatapku , hingga sesaat setelah itu aku melempar pandangan itu kearah kue yang sudah kuhias ini.

“gomawo” ujarnya dan bersiap meniup lilinnya sontak akupun berteriak

“make a wish dulu” ujarku dan ia hanya tertawa mendapati ekspresi ku yang mungkin aneh.

“aku berharap bisa hidup bahagia bersama dengan suzy , dan terbebas dari penyakit ini”  ujarnya dan sontak membuatku membulatkan mataku.Apakah suzy yang ia maksud adalah aku?

“SSSUUUH” terdengar suara tiupan itu bersamaan dengan asap-asap yang keluar dari lilin setelah itu.

“oh iya ini ice cream nya” ujarnya dan menyerahkan bungkusan itu , akupun segera mengambil ice cream itu.Sudah lama rasanya aku tidak pernah menyantap ice cream lagi, tidak menunggu lama.Akhirnya ice cream itupun lenyap dengan cepat di tanganku.Sedangkan Sungyeol hanya menatapiku heran.

Sesaat kemudian ia tertawa , memperhatikan tingkahku.Entah dorongan apa yang membuatnya menghapuskan sisa ice cream dari pipiku , walau setelah itu ia berteriak memegangi tangannya yang mulai sakit itu.Akupun tertawa melihatnya , bagaimana bisa ia begitu bodoh.

“pabo” ujarku dan segera membersihkan sisa ice cream di ujung bibirku.Ia balas tertawa menatapiku , dan setelah itu mengecup ujung jarinya yang mungkin terasa panas.

Author POV

12:00

Malam itu terasa begitu indah , bagi kedua insan itu.Bahkan waktu sudah menunjukkan tengah malam , namun tidak satupun kantuk yang mulai menyerang mereka.Mereka terduduk disebuah kursi besar yang berada di ruang keluarga , kursi itu mengarah kearah jendela yang terbuka.Jendela yang sukses membawa mereka menerawang kedunia luar dengan pemandangan indah didalamnya.Bulan sabit terlihat begitu indah , ditambah bintang-bintang sebagai temannya.Membuat malam ulang tahun Sungyeol seakan tidak bisa dilupakkan.

Mereka kembali terdiam dalam keheningan , masih dengan posisi yang sama .Hingga salah seorang dari mereka berusaha memecahakan kesunyian itu.

“suzy-ah” panggilnya pelan dan gadis disebelahnya hanya membalasnya dengan ‘hm’

“apakah kau tidak ingin memberikan hadiah untukku?” tanyanya dan sontak membuat gadis disebelahnya memandang heran lelaki itu.

“aku sudah memberikannya , apakah itu tidak cukup” ujar Suzy terlihat mulai emosi.Sedangkan Sungyeol malah tertawa

“kau lucu ketika sedang marah” ujarnya masih tertawa

“cih ,apanya yang lucu” ujar Suzy dan lelaki itu semakin keras tertawa.

“berhenti” ujar Suzy namun lelaki itu tampak tidak menghiraukannya hingga akhirnya Suzy berteriak keras

“hey berhenti”

“ iya . iya” ujar Sungyeol masih menahan tawanya. Sesaat mereka kembali terdiam

“mm .. aku ingin meminta sesuatu darimu” ujar Sungyeol terlihat serius

“apa?” Tanya Suzy tanpa mengalihkan pandangannya.

“tapi kau harus berjanji untuk berkata ia” ujar Sungyeol lebih seperti paksaan.

“aku tidak janji” sambung Suzy singkat

“ayolah , mudah ko.Hanya tinggal bilang iya” ujar Sungyeol memohon.

“entahlah” jawab Suzy dingin.

“aku hanya ingin….

Ingin….”

“ingin agar kau menjadi pendamping hidupku selamanya” ujar Sungyeol , mendengar itu seketika Suzy memutar bola matanya berusaha mencari kebohongan dari perkataan Sungyeol.Namun tampaknya hal itu gagal , karena tidak sedikitpun kebohongan tersirat dari pandangan matanya yang sejuk.

“aku tidak berbohong” ujar Sungyeol yang bisa mendengar suara hatinya Suzy.

“ya aku tahu” balas suzy

“jadi bagaimana?” Tanya Sungyeol lagi-lagi terlihat begitu serius.Namun tiba-tiba Suzy memberikan senyuma manisnya sambil berkata

“kenapa kau bertanya?” ujarnya

“tentu saja aku akan menjawab iya” balas Suzy mereka kembali tersenyum.

“aku ingin hidup bersama mu , aku ingin kau menjadi pendampingku selamanya , aku ingin mempunyai anak bersamamu.aku ingin kita selalu bersama .Walau aku tahu itu semua tidak akan bisa terwujud, tapi satu hal yang harus kau tahu.Aku sudah mencintaimu jauh sebelum kau mencintaiku” ujar Sungyeol dan bersiap mengeluarkan sebuah kotak merah dari dalam pocketnya.Seketika ia berduduk di hadapan Suzy sambil berkata

“menikahlah denganku” ujarnya dan melingkarkan cincin itu dijari manis Suzy.

“Meskipun ini sakit , tapi aku bahagia” ujar Suzy dan melingkarkan cincin satunya lagi kejari Sungyeol.

“kini kita resmi menikah” ujar Sungyeol

“mwo?” Tanya suzy

“aku tidak  mungkin membawamu ke gereja,malam ini juga” jawab Sungyeol.

“bolehkah aku menciummu?” tanyanya dan suzy hanya mengangguk

Suzy POV

Akhirnya hari ini datang juga , sudah lama aku menantinya.Yah meskipun sakit ,tapi aku akan menjalaninya.Perlahan bibir dingin itu tiba-tiba bersentuhan dengan bibirku , rasanya bagaikan seperti tersengat listrik jutaan volt.Ini bukan kata kiasan , melainkan kenyataan yang benar-benar terjadi.Rasa sakit itu seakan terhapuskan mengingat betapa indahnya malam ini.Ia bahkan tidak menyudahi ciuman itu , walaupun ia juga merasakan sakit yang sama.

Hingga akhirnya aku tersentak karena tidak bisa bernapas

“Sungyeol-ah hentikan “ ujarku dan akhirnya ia menghentikan kegiatan itu.Kulihat darah mulai keluar dari mulut kami berdua, tapi aku tidak memperdulikannya.

“aku ingin melakukannya bersamamu” ujarnya , dan betapa bahagia nya ketika mengatakan itu.

——

Author POV

Akhirnya , kedua insan itu memadu kasih dimalam yang begitu indah ini.Tanpa merasakan sakit yang teramat sangat menusuk jantung mereka masing-masing , hingga sesaat sebelum kedua insan itu tertidur untuk selamanya tiba-tiba sang lelaki berkata

“goodnight , I love you” ujarnya dan menutupkan matanya yang sudah tidak ada bentuknya.Akhirnya mereka hancur dan mati dalam keadaan saling mencintai.

Sz : Aku berharap malam bukanlah mimpi semata , mencintaimu adalah hal yang sangat indah dalam hidupku.

Sy : Ternyata benar , Tuhan memang mentakdirkan kita untuk hidup bersama.

Meskipun dalam keadaan sakit ataupun sudah tidak bernyawa lagi , aku akan tetap mencintaimu..

Sz : aku juga, selamat malam sweety.. semoga mimpimu indah.

Sy : aku berharap bisa bertemu denganmu lagi di kehidupan yang lain.

TBC

Golongan : klan , marga.

6 comments on “[Freelance] Good Night, I Love You

  1. Yahh aku bantu jawab ya.. walaupun mungkin kalian kurang paham.aku dpt kesamaan ff ini dengan fim nya sungyeol-high school love on. Yah walaupun cast di high school bukanlah sungyeol yg merasa sakit. Tapi cerita hampir sama.mereka itu kek udah ditakdirkan tuhan untuk bersama. jadi kalo sungyeol sakit suzy juga akan sakit dan begitupula sebaliknya..
    Yah kata ga bakunya “udah ngebet bgt di takdirin” . Hehe mian ini pendapat aku aja..

Review Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s