(Nothing’s) Hard

#1 210613

Another side of (Nothing’s) Easy

♣Ri’s Storyline♣

Kim Jongin from EXO with Anonymous Girl • Hurt/Comfort • PG-13 • 526 Words ♠

Jongin is belong to God. Story and plot are mine. Plagiarism is Prohibited. Critics and review are necessary.

Enjoy!

-oOo-

Gadis itu membuka pintu apartment dengan tergesa lantas menutupnya dengan amat kasar. Kakinya melangkah dengan tidak sabar. Matanya menelisik ke setiap sudut ruangan, mencari sang pemilik.

Ditemuinya sesosok itu sedang sibuk menyeduh kopi. Tangannya memutar sendok, mencampurkan gula ke dalamnya. Hidungnya asyik menikmati aroma kopi yang menggoda.

Segera, gadis itu berjalan dengan sedikit menghentak ke seorang lain di hadapannya.

“Brengsek!”

Satu tamparan keras berhasil membuat pipi pria itu memanas dan merah seketika. Namun ia seperti tak peduli. Kepalanya yang menghadap ke samping dibiarkannya seperti itu. Matanya kosong. Tak ada niat menanggapi.

“Kau bodoh, Jongin!”

Satu tamparan lagi di sisi pipi yang lainnya. Dan masih saja, tak ada kata.

“Bukan saatnya minum kopi!”

Tangan gadis itu menangkis secangkir kopi yang masih mengepul, membuatnya berkeping dan mengotori lantai.

“Seenaknya saja pergi! Mana tanggung jawabmu?!”

Tepat di depan wajah Jongin, gadis itu meneriakkan kekesalannya.

“Kau pikir, setelah kabur ke sini, semuanya akan baik-baik saja?!”

Jongin diam. Tetap saja diam. Sesaat, dihelanya napas. Dirinya segera beranjak, meninggalkan gadis itu. Tubuhnya membungkuk, memunguti pecahan-pecahan cangkir yang tercecer di lantai.

“Kau bukan anak kecil yang bisa melakukan apa saja sesukamu!”

Jongin tuli, menulikan diri. Inginnya menyilakan seluruh racau sang gadis masuk ke telinganya dan keluar lagi lewat bagian telinga yang lain.

“Kau pikir aku bahagia?!”

Keterkejutan Jongin mengakibatkan pecahan cangkir itu menggores ibu jarinya. Ia terperanjat sejenak, mencoba tak peduli. Namun sepertinya kalimat yang satu ini berhasil membobol kerasnya hati Jongin.

“Kenapa tak datang?!”

Jongin membuang cangkir itu di tempat sampah dan meraih kain untuk membersihkan cairan yang tumpah. Diusapnya dengan tenang, seperti tak ada kekacauan.

Terfokus pada kegiatannya, cecaran gadis itu sama sekali tak menyentuh daun telinga Jongin.

Setelahnya, Jongin membawa kain itu ke wastafel, mencuci–tangan serta ibu jari dan kain–nya dalam diam. Jongin hanya tak ingin mendengar dan merasa apa-apa saat ini.

Saat ia hendak berjalan menuju ruang tengah, tangan gadis itu meraih pundak Jongin dan memaksa pria itu untuk menatapnya.

“Apa yang sebenarnya kau pikirkan?!”

Gadis itu kini berucap sendu dengan mata yang tergenang dan pipi yang begitu basah. Tentu saja, Jongin merasa bersalah.

“Membatalkan pernikahanku dengannya dan menikah denganmu,” tukas Jongin. Nada bicaranya yang datar dan terkesan dingin menunjukkan keseriusan Jongin atas kata-katanya.

Gadis itu masih terisak, kehilangan kata mendengar jawaban Jongin yang tak lagi masuk akal di pikirannya. Sudah cukup Jongin membuatnya nyaris gila.

“Kau memang bodoh, Jongin! Kau bodoh! Kau bodoh … benar-benar bodoh….”

Pukulan gadis itu di dada Jongin yang berawal keras berubah melemah. Suaranya perlahan melirih, bersamaan dengan tangis yang meluruh. Jongin hanya melingkarkan tangannya, menyuguhinya dengan rengkuhan paling nyaman.

“Aku tak peduli.”

Jongin terus memberi usapan menenangkan di punggung gadis itu.

“Kau sudah berjanji, Jongin. Bagaimana bisa kau mengingkarinya?”

“Aku tak pernah berjanji. Mereka yang saling membagi janji.”

Gadis itu hanya mampu menumpahkan apa yang sempat dia tahan. Dirinya kecewa karena Jongin menjelma diri menjadi pengecut? Atau dirinya bahagia karena Jongin tak jadi membagi pelukan dan hidupnya pada orang lain? Dia tidak tahu.

“Lalu bagaimana?”

“Apanya?”

“Kita. Bagaimana dengan kita?”

Jongin terdiam sebentar.

“Mau menunggu … sebentar saja?”

Gadis itu mengangguk sebagai jawaban. Menunggu bukan masalah. Dirinya sudah terbiasa menunggu Jongin. Dan menunggu Jongin menjadi milik dia seutuhnya … mudah saja.

-oOo-

How? Keukeukeu~

Ah~~ Seneng bisa jadi bagian dari keluarga SOFF! Hehe. Salam kenal untuk semuanya. Pen-name saya Rizka_RiChan. Simplenya, panggil aja Ri. Semoga karya-karya saya bisa dinikmati~

Thankseu! Ppyong~

Advertisements

6 comments on “(Nothing’s) Hard

Review Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s