Caramel Macchiato

caramel macchiato poster

Caramel Macchiato

By @Aeri_Tamie

Cho Kyuhyun and Song Ae Ri

Fluff, Romance General Ficlet

Disclaimer : 20130626 © Aeri_Tamie

Annyeong, readers! ^^ I’m back! Akhirnya, saya bisa nulis lagi untuk bulan ini. 😀 Hmm, maaf ya 2 postingan sebelumnya milik saya terpaksa saya hapus karena ada suatu alasan. Dan, moga ff ini feelnya bagus yah. Saya lagi mati rasa(?).

Review please! Buat hasil kerja keras saya. 🙂 Happy reading! ^^

♥♥♥

Aku duduk terdiam membaca buku kumpulan cerita cinta sembari memandang lalu lalang melalui jendela kafe yang dekat dengan tempat dudukku. Saat ini, aku belum berniat memesan secangkir kopi hangat kesukaanku, caramel macchiato. Tiba-tiba saja, aku menghelakan napas panjang. Entah mengapa, aku merasa waktu senggangku begitu cepat berakhir ketika mengingat hari ini adalah hari minggu pagi yang cerah.

Kukembali memfokuskan pikiranku untuk membaca buku yang kubaca kini, walaupun aku tahu membaca buku ini adalah hal yang bodoh. Ya, kumpulan cerita cinta. Kumpulan cerita cinta yang tak akan pernah terjadi di dunia nyata dengan mengedepankan kutipan “Hidup ini tak seindah dunia cerita khayalan manusia.”

Ah, alasan yang klise. Alasan yang masih diterima oleh otak manusia pada umumnya, karena pada dasarnya manusia itu sendiri yang merasakannya. Aku kembali menghelakan napas panjang sembari bersandar pada kursiku mengingat kisah cintaku yang tak pernah mulus.

Jika saja, kali ini bolehkah aku berharap kehidupanku seindah dunia khayalan?

“Kau datang?”

Aku langsung mendongakkan kepalaku ke sumber suara dan menyipitkan mata kananku begitu tahu siapa dia. “Bukankah seharusnya aku yang berkata begitu, Cho Kyuhyun?”

Kulihat, ia hanya menyeringainya sambil mengambil kursi dan duduk di hadapanku. Aku hanya bisa tersenyum samar ketika melihat sikapnya. Lagi-lagi, dengan gayanya itu membuatku tak bisa berkata apapun. Tampak, ia membawa dua cangkir kopi hangat, satu cangkir cappuccino dan satu cangkir caramel macchiato.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya tiba-tiba.

Aku langsung mengarahkan kedua mataku ke arahnya. “Hanya ingin menghabiskan waktu senggang terakhirku.”

“Dengan membaca kumpulan cerita cinta yang bodoh itu?” tanyanya dengan nada mengejek sembari melirik ke suatu benda yang terletak di dekatku.

Aku langsung melirik ke arah objek yang ia maksud. Kemudian, aku tersenyum. lepih tepatnya, tersenyum untuk menghibur diriku sendiri. “Buku ini memang bodoh. Tapi, menurutku tak ada buku yang bodoh.”

Tampak, ia terdiam sejenak. Kemudian, ia meminum cangkir cappuccino yang ia bawa tadi. “Kau benar.”

Beberapa detik setelahnya, aku dan dia saling terdiam hingga suasana menjadi terasa canggung. Ingin sekali rasanya aku bicara, namun mulutku tetap terkunci. Kucoba untuk mengarahkan arah pandangku ke arahnya dan tampak kulihat ia sedang menatapku.

“Apa?” tanyaku dengan nada heran.

“Aku hanya ingin bertanya,” ujarnya. “Jika buku itu tak bodoh, lalu apa manfaat dari membaca buku itu?”

Aku berpikir sejenak. “Dengan membaca buku ini, aku dapat berkhayal dan berimajinasi sesukaku. Walaupun aku tahu, dunia ini tak seindah dunia khayalan.”

“Benarkah?” tanyanya.

“Kurasa begitu,” ujarku.

Kembali terdiam dan tenggelam dalam suasana canggung membuatku kembali menghelakan napas panjang. Tiba-tiba, kedua mataku langsung melirik ke arah secangkir caramel macchiato yang diletakkan di dekatnya. Rasa heran dan rasa ingin tahun tercampur menjadi satu.

“Hei.”

“Apa?” tanyanya sambil menatapku dengan intens –menurutku.

“Caramel macchiato itu untuk siapa? Kenapa kau memesannya jika pada akhirnya kau hanya meminum secangkir cappuccino itu?”

Kulihat, ia kembali menyeringai. Dan kemudian, ia menyodorkan secangkir caramel macchiato yang berada di dekatanya itu padaku.

“Untukmu.”

Seketika, keningku langsung berkerut. “Untukku?”

“Lalu, untuk siapa lagi? Kau menyukai caramel macchiato, kan?”

“Dan, darimana kau tahu aku menyukai caramel macchiato itu?”

“Ah, ehem.. itu..” Kini, tampak ia meremas tengkuknya. “Aaah, lupakan! Kau mau tidak?”

Aku langsung mengambil secangkir caramel macchiato itu sebelum ia menariknya kembali. Setelah itu, perlahan aku mengukirkan senyumku. “Terima kasih.”

Kemudian, aku mulai mengaduk caramel macchiato itu dengan perlahan. Kegiatan yang paling kusukai ketika sedang menikmati kopi kesukaanku ini. Namun, entah kenapa terasa aneh. Tidak seperti biasanya aku mengaduk caramel macchiato itu. Aku merasa, seperti ada sesuatu di dalam kopi yang masih hangat itu.

Dan, tampak kulihat sebuah benda asing berwarna merah muda berada di sendok yang kugunakan untuk mengaduk. Perlahan, kuambil benda itu. Aku langsung menoleh ke arah pemuda itu yang kini langsung mengalihkan arah pandangannya, ketika tahu itu adalah sebuah benda yang berbentuk hati.

“Hei, Kyuhyun. Apa ini?”

Aku kembali menemukan secarik kertas berwarna biru muda yang bersembunyi di bawah cangkir kopi itu. Tampak, tertulis sesuatu yang membuatku penasaran dan langsung membacanya.

‘I Love You, Ae Ri.

“I love you.”

Aku langsung mendongakkan wajahku ke arah Kyuhyun yang kini sedang tersenyum penuh arti. Suara itu seperti terdengar nyata. Atau, memang benar adanya nyata? Ini seperti dunia khayalan yang kumaksud. Aku seperti masuk dan terjebak dalam dunia fiksi dan terhindar dari pemikiran logis.

Aku menyentuh lenganku dan mulai merabanya agar aku percaya bahwa ini nyata.

“Gyaaaa~” Aku mulai berteriak ketika tahu Kyuhyun mulai mencubit pipiku. “Auw, sakit tahu!”

Kulihat, ia hanya menyeringai. “Haha, habisnya wajahmu lucu sekali. Bagaimana? Apa jawabanmu?”

“Aku tak percaya. Coba katakan sekali lagi,” kataku dengan nada menuntut.

Kulihat, ia hanya menghelakan napas panjang. “Memangnya aku perlu mengatakannya berapa kali hah? Perlukah aku mengatakannya dalam berbagai bahasa? Baiklah, jika itu perlu. Wo ai ni, Saranghae, Aishiteru, I love you..”

“Cukup,” tukasku. “Hanya satu kalimat jawabanku.”

“Apa?”

“I love you too.” Aku langsung meminum caramel macchiato milikku sebelum semburat merah benar-benar muncul di wajahku. Entah kenapa, rasa caramel macchiato yang kuminum lebih manis rasanya.

Setelah itu, kurasakan tangan kiriku begitu hangat ketika tahu bahwa tangan hangat milik pria itu telah menggenggamnya dengan erat. Kedua matanya yang hangat juga kini memandangku penuh arti. Sehangat secangkir caramel macchiato yang ia berikan padaku.

– FIN –

22 comments on “Caramel Macchiato

  1. Aaaaa~ Kyu’nya co cweet (˘̶̤̀▿˘̶̤́ʃƪ)
    Ceritanya simple, tapi bisa ngasih feel yang rumit banget di hati gue *maapbahasanya
    Ga tau pengen ngomong apa lagi thor, keburu speechless liat Kyu bermetamorfosis jadi cowo romantis kayak begitu –”
    Keep writing thor (ʃƪ˃̵͈̑ᴗ˂̵͈̑)

    • hai, Bellia 😀 /lambai2/ #sokenal
      hueh, benarkah? makasih buat pujiannya 🙂
      akaka, aku memang saat itu lagi pengen banget bikin kyuhyun yang romantis gitu :3 kkk~
      makasih udah baca dan ngasih review 😉

  2. sweet banget 🙂
    entah kenapa rasanya seperti meminum secangkir caramel machiato itu 😀
    nice story and keep writing 😉

    • haaaii~ 😀 *sokenal*
      author baru ya? salam kenaal! 😀
      terima kasih untuk pujiannya dan reviewnya 🙂
      oh ya, ngomong-ngomong aku suka loh ama ff kamu yang bloddy mary 😀

  3. aishh walaupun singkat ttep aja fic ini fluff banget T.T dan covernya itu sesuai banget sama adegan critanya hoho daebak!! 😀 ahh kyu bisa aja nih ngungkapin prasaannya haha romantis dan unik 😀 keren deh ficnya.. nice fic thor 😀

    • kkk~ gumawo buat pujiannya. 😀
      hmm, sebenernya fic ini si terinspirasi dari cover itu. tapi, cuman dikit *aduh, ketauan dah* XD
      ehehehe, gumawo buat pujian dan reviewnya yaaa 🙂

    • haaaaiii, akhirnya kamu nongol (?) 😀
      kkk, thanks buat pujiannya. eheheh, iya dong kyuhyun selalu manis *kaya gula dong -_-*
      thanks ya udah ninggalin review~ 🙂

Review Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s