She is Me (Part 5)

She is Me-1

She is Me

Teacher : mochiangang (@tiwi0712pm)

Main Cast :

  • Nam Woohyun ( INFINITE )
  • Jang Hyeon Mi
  • Kim Sunggyu ( INFINITE )
  • Park Jiyeon ( T-Ara )

Other Cast :

  • Kim Myungsoo ( INFINITE )
  • Jang Wooyoung ( 2PM )

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG-15

Length : Chaptered

 

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4

 

 

Seoul High School

Oppa!” kata Jiyeon sambil menepuk pundak Woohyun pelan. Membuat pemuda itu sedikit terkejut.

 

Ah, Jiyeon-ie,” jawab Woohyun pelan.

 

Jiyeon mengambil tempat dan duduk di sebelah Woohyun.”Oppa kemana saja? Aku tidak melihatmu beberapa hari ini,” tanya gadis itu.

 

Woohyun hanya tersenyum. Dia sengaja mengindari Jiyeon beberapa hari ini. Sejak memori-memori aneh mulai memasuki pikirannya dan mimpi tentang gadis kecil itu selalu hadir. Woohyun tak ingin dirinya tambah kebingungan dengan melihat wajah Jiyeon.

 

“Aku…banyak tugas,” jawab Woohyun singkat.

 

Jiyeon berhenti bertanya. Hanya terus memandang Woohyun. Sedangkan pemuda itu hanya tersenyum canggung sambil melihat ke arah lain.

 

Gadis itu berhenti memandangi Woohyun. Ikut memandang ke arah lain. Dia tahu ada sesuatu yang terjadi pada diri Woohyun. Dia bisa merasakannya. Woohyun sudah mulai menjauhi dirinya.

 

-00-

“Kau mau apa untuk ulang tahunmu nanti?” tanya Myungsoo tiba-tiba.

Eh? Tumben kau bertanya seperti itu. Seingatku kau tidak pernah memberiku kado,” jawab Hyeon Mi.

“Kau meragukan sepupumu ini?”

“Iya,”

Myungsoo memukul kepala Hyeon Mi dengan pulpen di tangannya. Membuat gadis itu memberikan death glare-nya pada Myungsoo. Tak menyadari kalau tingkah mereka dilihat Sunggyu sedari tadi.

“Myungsoo, kau tidak pernah memberi Hyeon Mi kado ulang tahun? Sepupu macam apa kau ini?”

Myungsoo hanya tersenyum lebar sedangkan Hyeon Mi mencibir kesal. Lalu kembali pada tugas yang sedang dikerjakannya.

“Salahkan dia karena tinggal jauh dari rumahku,” elak Myungsoo.

“Dia saja tidak pernah ingat hari ulang tahunku,” balas Hyeon Mi.

“Aku ingat,”

“Kapan?”

“7 Mei, benar kan?”

“Tumben kau mengingatnya,”

Sunggyu tertawa kecil melihat kedua sepupu itu berdebat lagi. Secara tak langsung, Sunggyu mengetahui tanggal ulang tahun Hyeon Mi.

“Belikan aku teddy bear yang ada di Myeongdong itu,” kata Hyeon Mi diakhir perdebatannya dengan Myungsoo.

 

Myeongdong

Woohyun berjalan pelan di tengah kerumunan. Ini pertama kalinya dia ke Myeongdong sendirian. Membuatnya sedikit kehilangan arah. Tapi hal itu lebih disebabkan karena dia tak tahu apa yang sedang dia cari. Sedari tadi dia hanya melihat-lihat etalase toko sambil menimbang-nimbang apakah barang tersebut harus dibelinya atau tidak.

Sampai pada akhirnya Woohyun berhenti di satu toko. Satu benda yang telah menarik perhatiannya berada di etalase toko itu.

Teddy bear berukuran besar berwarna putih.

-00-

“Kau yakin dia akan suka?”

Sunggyu menatap Jiyeon dan benda di tangannya khawatir. Sedikit tidak percaya dengan barang yang dipilihkan oleh gadis itu untuknya.

“Dia kan hanya ingin teddy bear, itu saja,”

“Tapi teddy bear itu sudah dibeli orang, oppa. Lagipula, gadis mana sih yang tidak mau diberikan ini sebagai hadiah ulang tahunnya.”

Sunggyu terdiam. Menimang-nimang benda yang ada ditangannya itu. Sebuah kalung dengan bandul berbentuk bintang. Simple dan manis. Itu menurut Jiyeon. Sunggyu tidak tahu bagaimana pendapat Hyeon Mi tentang kalung ini nantinya.

“Baiklah, aku turuti apa katamu. Kalau dia tidak menyukainya, kau yang harus bertanggung jawab,”

“Kau mengerikan sekali, oppa. Tapi…baiklah,”

Jiyeon’s House

Dari balkon kamarnya, Jiyeon bisa melihat Sunggyu berjalan keluar dari rumahnya. Walaupun tidak terlalu kelihatan, dia tahu lelaki itu sedang gugup. Bahkan Sunggyu belum beranjak dari teras rumahnya.

Tiba-tiba saja, sebuah sepeda motor berhenti di depan rumah Hyeon Mi. Jiyeon terpaku. Lelaki yang mengendarai sepeda motor itu Woohyun. Sambil membawa sebuah boneka besar.

Beberapa saat kemudian, Jiyeon melihat Hyeon Mi keluar dari rumahnya. Juga Sunggyu yang sekarang terpaku di depan pagar rumahnya sendiri.

Oppaandwae…,” bisik Jiyeon. Walaupun dia tahu, Woohyun tidak akan pernah mendengarnya.

Hyeon Mi’s House

“Ada apa, oppa?” tanya Hyeon Mi.

Woohyun tersenyum canggung. Menggaruk belakang kepalanya yang sama sekali tidak terasa gatal. Membuat Hyeon Mi heran melihat tingkahnya.

“Hari ini ulang tahunmu, kan? Aku ingin memberikanmu ini,” kata Woohyun sambil menurunkan sebuah boneka besar dari motornya.

Mata Hyeon Mi membesar. Teddy bear yang diinginkannya sejak beberapa minggu yang lalu sekarang berada di hadapannya. Berada di tangan lelaki yang disukainya.

Gomawo, oppa,” kata Hyeon Mi sambil menerima boneka besar itu dari Woohyun.

Hyeon Mi terdiam sejenak. Seakan tengah mengingat sesuatu.

“Bagaimana oppa tahu kalau hari ini ulang tahunku?” tanya Hyeon Mi pelan.

Woohyun terdiam. Sedangkan Hyeon Mi berharap dalam hatinya agar Woohyun sudah mengingat semuanya. Tentang masa kecilnya, tentang dirinya.

“Bukankah kau dulu pernah memberitahuku?”

Hyeon Mi merasakan harapannya luluh lantak. Woohyun mengingat ulang tahunnya. Tapi bukan dengan cara yang dia inginkan.

Gomawo, Namu oppa,” lirih Hyeon Mi.

Woohyun membatu. Dia tidak salah mendengar apa yang dikatakan gadis itu kan? Dengan cepat, Woohyun menggenggam pergelangan tangan Hyeon Mi. Sebelum gadis itu berbalik.

“Kau memanggilku apa tadi?”

“Namu…oppa,” kata Hyeon Mi terbata.

“Bagaimana kau bisa tahu itu?”

Hyeon Mi menelan ludahnya. Dia tidak ingin menjelaskan kejadian itu lagi. Hyeon Mi menginginkan agar Woohyun mengingat semuanya sendiri. Tanpa bantuan siapa pun.

“Kalau oppa ingin tahu, hari Minggu besok kutunggu di taman dua belas tahun yang lalu,” kata Hyeon Mi.

“Dimana itu?”

“Untuk itu, oppa harus mengingatnya sendiri,”

Hyeon Mi melepaskan cengkeraman Woohyun pada pergelangan tangannya. Lalu segera berbalik dan masuk ke dalam rumah. Air matanya sudah mendesak ingin keluar. Dia tidak ingin Woohyun melihatnya menangis.

Oppa…akan datang, kan?”

“Aku janji,”

Seoul High School

“Jang Hyeon Mi! Kau sudah gila?” tanya Myungsoo.

Hyeon Mi tidak merespon. Bahkan sekedar melihat sepupunya itu pun tidak. Pikirannya masih berkelana karena kejadian kemarin.

“Kau tidak memikirkan Jiyeon, huh?”

“Bukankah kau dulu pernah bilang kalau mereka tidak punya hubungan apa-apa?”

“Dan kau bisa-bisanya tak tahu kalau Jiyeon menyukai Woohyun hyung?”

Hyeon Mi terdiam. Dia sebenarnya tahu Jiyeon menyukai Woohyun. Sangat jelas malah. Mungkin Woohyun saja yang tak pernah menyadarinya. Atau mungkin itu yang diinginkan Hyeon Mi.

“Aku hanya ingin Woohyun oppa mengingatku. Kalaupun pada akhirnya dia tetap memilih Jiyeon, aku tidak apa-apa,” lirih Hyeon Mi.

-00-

“Woohyun-ah, kenapa akhir-akhir ini kau sering melamun?”

Woohyun mengerjapkan matanya. Tak menyangka Sunggyu sudah berada di sampingnya.

“Sejak kapan kau disini?”

“Sejak sepuluh menit yang lalu. Kau memikirkan apa?”

Woohyun terdiam. Sedikit ragu untuk memberitahu Sunggyu. Bagaimanapun juga, sahabatnya ini menyukai Hyeon Mi.

Aniya, bukan apa-apa,”

Kini keduanya terdiam untuk alasan yang berbeda. Sunggyu sebenarnya mengetahui apa yang dipikirkan sahabatnya itu. Dia melihat semuanya. Mendengar dengan jelas apa yang dibicarakan Woohyun dan Hyeon Mi kemarin.

Ilsan’s Park

Gadis itu memainkan ujung sepatunya. Membuat sedikit noda tanah melekat di sneaker pink-nya. Tapi dia tidak peduli. Senyum di wajahnya menunjukkan dirinya sedang bahagia.

Waktu terus berlalu, Hyeon Mi terus saja melihat ke arah jalan masuk taman setiap tiga menit sekali. Dirinya sudah menunggu selama tiga jam dan sosok yang ditunggunya belum juga menunjukkan batang hidungnya.

Gwenchana Hyeon Mi-ya, dia pasti datang. Dia sudah berjanji,” bisik Hyeon Mi pada dirinya sendiri. Berusaha menghibur diri.

Waktu terus saja bergulir. Sudah enam jam berlalu dan gadis itu tidak beranjak dari posisinya. Seakan takut akan kehilangan sesuatu jika bergerak sedikit saja.

“Kenapa kau masih disini?”

Sebuah suara menyapu pendengarannya. Hyeon Mi menoleh dan mendapati Sunggyu berdiri di hadapannya. Dengan tatapan dan nada suara yang sulit diartikan.

“Setahuku, Woohyun sedang bersama Jiyeon sekarang,”

Hyeon Mi terdiam. Tidak tahu harus menjawab apa. Walaupun sebenarnya pernyataan dari Sunggyu sudah sangat mengiris hatinya.

“Kau masih ingin menunggu?”

Hyeon Mi menarik napas panjang. Menyusun kata-kata agar lelaki di hadapannya ini mengerti. Sekaligus berusaha tidak menyakitkan hatinya.

Ne. Tak peduli berapa lama, aku akan menunggunya. Karena aku sudah menunggunya selama ini,”

“Bagaimana kalau dia tidak datang?”

“Dia berjanji. Dia akan datang,”

Sunggyu mendesah napas berat. Gadis di hadapannya ini memang sangat keras kepala.

“Baiklah, aku akan pergi sekarang.Telepon aku kalau dia tidak datang,”

Hyeon Mi mengangguk dan tersenyum paada Sunggyu. Sebelum akhirnya Sunggyu berbalik dan meninggalkan gadis itu sendirian.

-00-

“Dia benar-benar tidak datang, kan?”

Hyeon Mi tersenyum saat dia menyadari kalau Sunggyu sudah berdiri di hadapannya lagi. Padahal dia sama sekali tidak menghubungi Sunggyu.

Oppa, kau tidak benar-benar pulang, kan?”

“Tentu saja. Bagaimana aku bisa meninggalkan gadis yang aku sukai sendirian. Lihatlah, hujan akan segera turun,”

Oppa tidak perlu bersikap manis padaku. Sungguh,”

Sunggyu menatap Hyeon Mi dengan tatapan sedih.

“Kau tidak percaya kalau aku menyukaimu?”

“Bukan begitu. Aku baik-baik saja, bahkan jika oppa tidak menghiburku,”

“Aku melakukannya karena aku menyukaimu,”

Hyeon Mi membeku. Dirinya sama sekali tidak menyangka jika Sunggyu akan menyatakan perasaannya. Setidaknya tidak di saat seperti ini.

“Aku…,”

“Kau tak perlu menjawabnya, Hyeon Mi-ya,”

Jiyeon House

Woohyun terus saja memandang keluar jendela. Dia masih ingat akan janjinya pada Hyeon Mi untuk bertemu di taman itu. Bahkan dia bisa ingat dimana taman yang dimaksud oleh Hyeon Mi. Tapi sekarang dia malah terperangkap di rumah Jiyeon.

Oppa, gwenchana?”

Woohyun menoleh dan mendapati Jiyeon sedang memandangnya dengan tatapan sayu. Pagi ini gadis itu terserang demam parah dan dia sendirian di rumah. Sehingga mau tidak mau Woohyun harus menjaganya.

“Aku baik-baik saja,”

“Tapi wajahmu tidak menunjukkan seperti itu,”

“Diam dan tidurlah. Kau masih demam, Jiyeon-ah,”

“Apa ada hubungannya dengan Hyeon Mi?”

Pertanyaan dari Jiyeon membuat Woohyun terdiam. Lelaki itu tidak tahu harus menjawab apa. Dia tetap diam sambil merapikan posisi selimut Jiyeon.

“Tidurlah, arasseo?” kata Woohyun pelan.

Jiyeon mengangguk. Dia tahu dirinya tidak akan bisa mengetahui lebih lanjut. Woohyun tak akan menjawab.

Walaupun dia tahu semua ini ada hubungannya dengan Hyeon Mi.

TBC

A/N : Setelah sekian lama menganggur di laptop, akhirnya bisa ngepost part 5! \(^^)/

abisnya…dari jaman sebelum UN, sempet kena WB .__. so…ya baru sekarang bisa ngepost 😦 /bow

tapi…, ff ini akan segera menemui akhirnya! tinggal sedikit scene lagi dan voila~ selesailah sudah^^ yah doakan saja aku gak kena WB dan dapet mood terus buat ngelanjutin 😉

ah, last question… how about I protect the last part?

5 comments on “She is Me (Part 5)

  1. Yaaa!! Ff nya keren thor!!
    Aku pengen tau gimana akhirnya ^^
    Pokoknya semangat terus buat authornya ^^~

  2. mian ak bru comment di part ini……ff-nya kerennnn ak suka karakter sunggyu perhatian bgt…….well untk woohyun km hrs cepet datengin hyeon mi kasian tau….
    yaudah ditunggu next part’a…..^^

  3. Hi..aku reader baru! dan aku ke sini bener2 cuma baca FF ini..
    berhubung Jiyeon sama Woohyun bias aku bangeeedd..
    jadi ngarep akhirnya mereka tetep jadian..huhuhuhuhu..
    kasian Jiyeon..
    tapiiii..after all..Great Job!
    suka thor..enak dibaca lho!
    btw..sorry baru komen di part ini..tapi yang lainnya aku like kok..
    hwatting yaa!! ^^

Review Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s