The Stories of Seasons Series: Summer Story

Summer Story

ansicangel

Fluff, Friendship | Ficlet | General

Cast :

Han Hyojoo, Kim Jaejoong (JYJ), Lee Seunggi

A/N     : Annyeong, all!! Untuk mengenang mengapa saya menjadi salah satu author di SOFF, saya memposting ulang FF sebagai ajang lomba menjadi Author di SOFF. FF ini mengenang SOFF lama and rada bikin sesak dada, soalnya baru berapa hari diterima jadi author, blog diapus ma orang hikss… But, we have to fight, right? ^^

Semoga kalian suka ma yang saya tulis.. If you have read it, would you like to give review, please? ^^

Happy Reading!!

No Plagiator !!

Don’t Do Copycat !!!

Re-post from fanfictionschools.wordpress.com

Last edit by thecuties -200413-

***

Han Hyojoo mendesah sembari menyeruput secangkir Granitta di caffe con panna[1] sementara pandangannya mengedar ke arah orang-orang yang berlalu-lalang di hadapannya menikmati cahaya matahari. Ia tersenyum simpul mengingat biasanya pada bulan Januari, di Korea akan tertutup salju tebal serta pemandangan yang serba putih sejauh mata memandang.

Namun, di Wellington -tempat ia berada sekarang- ia tidak menemukan orang-orang bermantel tebal, bersarung tangan, atau bahkan bersepatu bot. Semuanya lenyap. Yang ia temukan adalah sinar matahari yang bersinar terik dan baru akan tenggelam pada pukul 8-10 malam.

Sebenarnya ia cukup menikmati perjalanannya kali ini, hanya saja yang membuatnya jengah dan agak kesal adalah ia pergi sendirian tanpa teman. Ia ingin sekali mencaci dan memberikan sumpah serapah pada atasannya yang tak lain sepupunya sendiri. Karena dengan seenaknya mengirim Hyojoo untuk melakukan sebuah liputan perjalanan untuk artikel di majalah mereka.

Matanya menyapu ke seluruh penjuru kafe yang terletak di Kelburn Village, kawasan paling Eropa di Wellington. Sudah 5 hari berturut-turut ia datang kemari dan tempat itu tak pernah sepi pengunjung. Pusat perhatiannya tertuju pada seorang pria yang sedang bekerja di balik meja bar kafe.

Wajahnya yang tampan mengingatkan Hyojoo pada seorang aktor Jepang, yang ia lupa siapa namanya. Rambutnya hitam rapi dengan sedikit aksen bergelombang di poninya. Tubuhnya yang ramping dibalut kemeja pink lembut. Selain itu ia tinggi dan agak kekar. Hyojoo menepuk dahinya ketika ia mulai membayangkan hal-hal yang aneh tentang pria itu.

Jaejoong atau akrab disapa JJ adalah seorang barista (peracik kopi) sekaligus pemilik kafe itu. Berkebangsaan Korea, tetapi berkewarganegaraan Selandia Baru sejak 10 tahun yang lalu. Orang tuanya yang berasal dari Gongju memutuskan berimigran ke Wellington. Hyojoo sempat berkenalan dengannya 3 hari yang lalu, tetapi ia belum sempat lagi mengobrol atau mengorek-ngorek informasi tentangnya semenjak itu.

“Apa yang tengah kau pikirkan sampai seserius itu, Hyojoo?” tanya Jaejoong tiba-tiba.

Hyojoo terperangah mengetahui Jaejoong duduk di hadapannya. Ia bersemu lalu menggeleng, “Hanya memikirkan sesuatu yang tak penting.”

“Aku tak pernah melihatmu bersama orang lain. Apakah kau tidak mengajak seseorang, seperti kekasih misalnya?” tanya pemuda itu lagi sambil tersenyum manis membuat Hyojoo terpesona.

Namun, ekspressi gadis itu berubah seketika. Ia menunduk.

“Dia meninggal setahun yang lalu saat malam tahun baru,” sahutnya dengan suara tercekat.

“Oh, aku menyesal. Maaf,” kata Jaejoong berempati.

“Ngomong-ngomong, kau sudah berkunjung kemana saja?” tanyanya mengalihkan pembicaraan.

“Aku sudah mengunjungi Royal Botanic Gardens, Milford Sound. Lalu Dunedin, situs Karori Sanctuary, Museum Te Papa, dan Pulau Matiu-Somes.” jawab Hyojoo yang dibalas dengan anggukan Jaejoong.

“Lalu aku juga pergi ke Kota Matamata di Waikato, Tongariro National Park, Perbukitan Lothlorien, Queenstown, Pelennor Fields…”

“Jangan katakan kalau kau penggemar film The Lord of The Rings,” potong pemuda itu sambil menyipitkan kedua matanya.

“Aku memang menyukainya. Aku sangat menyukai Legolas,” kata Hyojoo sumringah.

“Bangsa Elf (peri)? Aku tak heran jika kau menyukai si telinga lancip,” ujar Jaejoong dengan nada mengejek.

Jaejoong menyeringai memandang Hyojoo yang merengut sambil menyesap Flat White-nya.

“Lalu adakah tempat lain yang ingin kau kunjungi?” tanyanya.

Hyojoo mengangguk dengan tatapan penuh arti, “Bisakah kau menemaniku?”

“Ah, aku tak tahu kalau kau semaniak itu dengan novel J.R.R Tolkien,” ujar Jaejoong saat mereka berada di mobil milik pria itu.

“Gunung Victoria merupakan set di mana Hobbit dengan takut mendengar Nazgul dan tempat para Hobbit bersembunyi untuk menghindari para Black Rider. Kemudian Harcourt Park – Upper Hutt yang berada 20 mil di utara Kota Wellington merupakan set Gardens of Isengard di mana Gandalf dan Saruman bertemu. Hmm, lalu ada Kaitoke Regional Park yang berada 8 mil dari Upper Hutt City adalah set kerajaan elf Rivendell. Juga masih ada Sungai Anduin, Minas Tirinth, Helms Deep dan Fords Of Isen yang juga digunakan dalam set film itu,”

“Ya, aku mengerti. Jadi, bisakah kau duduk tenang selagi aku menyetir, Miss Elf (nona peri)?” kata Jaejoong gemas mendengar celotehan teman barunya itu.

Hyojoo tersenyum meminta maaf dengan wajah merona karena dipanggil dengan sebutan itu.

“Ini merupakan liburan menyenangkan. Terima kasih,” ucap Hyojoo senang ketika mereka mengakhiri perjalanan mereka.

“Akan sangat menyenangkan jika kau berpergian dengan orang yang kau sayangi. Ku doakan semoga kau mendapat seorang pasangan,” sahut Jaejoong kalem.

“JJ, apakah kau sudah mempunyai kekasih?” tanya Hyojoo lugas.

Pemuda tampan itu mengangkat tangan kirinya dan memamerkan sebuah cincin di jari manisnya.

“Maaf, membuatmu patah hati. Aku sudah bertunangan dan kami akan menikah di penghujung musim panas ini,”

“Oh, sayang sekali. Padahal aku sudah berharap kita dapat mempunyai hubungan istimewa,” ujar Hyojoo dengan nada kecewa.

Mereka tergelak.

“Tunanganmu tidak cemburu jika kau pergi bersama wanita lain, bukan?” tanya Hyojoo cemas.

“Dia cukup pengertian,” jawab Jaejoong lalu tersenyum.

“Jika suatu saat aku datang kembali, bolehkah aku menemuimu?” ucap Hyojoo ragu-ragu.

“Tentu saja. Aku akan menunggumu. Kita bisa menjadi teman yang baik,”

Hyojoo tersenyum renyah mendengarnya. Mereka pun berpisah usai berjabat tangan. Hyojoo menatap punggung Jaejoong yang mulai mengabur dalam pandangannya. Tetapi, ia dapat melihat sosoknya dengan jelas tengah memeluk seorang gadis berambut hitam panjang yang diyakini sebagai tunangannya.

Seulas senyuman muncul di bibirnya sembari membalas lambaian tangan Jaejoong.

Musim panas yang indah di bulan Januari bersama seorang kawan baru. Itu sudah lebih dari cukup untuk memulai tahun ini lebih baik.

***

Hyojoo berjalan dengan menyeret kopernya memasuki Wellington International Airport. Karena terburu-buru ia tak menyadari ada seseorang yang sedang berjalan di depannya. Dan akhirnya tabrakan diantara mereka tak terelakkan.

I’m sorry (maafkan aku),” kata Hyojoo.

Ia menatap orang itu yang merupakan seorang pria. Ketika ia mulai beranjak, ia melihat sesuatu tergeletak seperti buku yang berbentuk kecil berwarna coklat. Hyojoo tahu benda apa itu. Dengan cepat ia mengambilnya dan mencari pria yang ia tabrak tadi.

“Lee Seunggi!”

Seorang pemuda bertubuh tegap menghentikan langkahnya ketika mendengar seseorang yang memanggilnya. Keningnya berkerut begitu melihat seorang gadis yang tak dikenalnya.

“Kau mengenalku?” tanya Seunggi heran.

Hyojoo tersenyum dengan nafas yang terengah-engah lalu memberikannya, “Paspormu terjatuh.”

Seunggi mengangguk mengerti, “Terima kasih.”

“Nona,” panggilnya ketika Hyojoo meninggalkannya.

“Sebagai ucapan terima kasihku, maukah kau menemaniku minum kopi?” ajak Seunggi.

Hyojoo terdiam sejenak sebelum mengangguk menerimanya. Ia tersenyum, mungkin doa Jaejoong untuknya akan terkabul. Siapa tahu.

___END___


[1] Mirip dengan Macchiato,  merupakan jenis minuman kopi dingin es salju dengan whipped cream di atasnya.

Untuk lanjutannya harap sabar, yaa.. hoho *timpuk Sica rame2* Saya berencana FF nie gak jauh-jauh yang namanya kopi hehe.. *agak addict ma kopi sih*

So, bersediakah kalian meninggalkan jejak? ^^

12 comments on “The Stories of Seasons Series: Summer Story

  1. AH. Aku new reader *bow* bukan new readers juga sih,selama ini aku silent readers dan beniat untuk berhenti menjadi siders-.-v
    Jujur,aku kurang tau soal lord of rings atau apalah gitu.__.v tapi ff-nya tetep nyambung kok buat aku baca /?

    Oke deh,keseluruhan ff ini baguss. Aku suka bahasa-nya. apalagi pas bagian akhir-akhir,demen aja part pas dia ketemu lee seunggi 😀
    Ceritanya enteng/? ya gampang dimengerti gitulah hehe. Awalnya aku kira hyojoo sama jaejoong kkk

    keep writing! 🙂

    • Annyeong Mimi-ssi ^^ (bingung panggil apa) So sorry kalo salah,, yaa 😉
      Well, I say ‘welcome to SOFF world’ 🙂
      Jujur aja awalny juga saya SR, tapi ketika saya memutuskan untuk mencoba menulis FF di blog, saya merasa wajib nulis komen setiap saya abis baca. Mungkin merasa senasib kali, ya wkwk..

      Untuk TLoTR sendiri mrupakan novel lawas, yang mirip Harpot yang difilmkan sekitar tahun 2000-2003 *sambil inget2, soalnya agak lupa*
      Sebenernya itu ide dadakan masukin yang begituan ke FF nie.. hehe *curcol*

      o.O ternyata kejebak, yaa.. Bnayak yang ngira begitu wkwk..

      Thank you Mimi-ssi dah mau mampir and ninggalin RCL 😀
      Jeongmal gamsahamnida
      *deep bow*

      LOVE

  2. Hei, Dear mian baru sempet ngedit sama review FFnya, tahu sendiri dong belakangan aku sibuk ngurusin sesuatu gitu hehehehhe

    FF yang kece banget, sukses menarik perhatianku pas jadi juri. FF Sica ini bener-bener membawa hawa segar buat SOFF yang saat itu sedang dipenuhi dengan cast-cast yang itu-itu saja. Dan kalau mengingat hilangnya SOFF saat itu, jujur saja, aku masih nyesek banget, rasanya pengen mengutuk yang udah tega ngehapus SOFF

    Mudah-mudahan ya, SOFF jadi rame lagi kayak dulu *lirik sekitar yang kayaknya pada adem ayem aja sama sepinya blog ini, Huft!*

    • Hallo, Eonni-ku sayang ^^…

      It’s oke, Eon. Hahaha.. ya, Sica tahu kok. ‘lha Sica kan ikutan juga, ikutan ngeramein & nonton ja maksudnya wkwkwk…

      Setiap baca FF ini pasti keinget mulu huhu… nyesek juga sama kayak Eonni coz Sica sempet jadi Freelance di SOFF setengah tahun hehe *curcol*
      Tapi, yang lalu biarlah berlalu, kita mesti move on ^^

      Untuk cast, bener kata Eonni waktu itu penuh ma cast yang sama semua wkwk #plakk *kayak sendiri gak juga* Tapi, kayaknya SOFF sekarang dah mulai berwarna kok hehe *lirik kanan-kiri*

      Amien.. Semoga ja SOFF kayak seperti dlu lagi, itu yang diharapkan semuanya 😉 Ayo, eon kita ramein SOFF biarpun SR merajalela huhu… Hwaiting!! Kita sukseskan juga yang satunya hehe…

      Thank you Eonni dah mau ngeditin and kasih reviewnya ^^

      LOVE

      p.s: Untuk complexity harap sabar, ya Eon,, Mudah-mudahan bulan ini bisa posting hehe ^^v

      • Kalau yang satunya, lumayan banyak komplotan yang bisa bantu, nah kalau SOFF, bener-bener nie hehehehehe

        Complexity-nya aku harap bisa bulan ini sebelum aku ke BKK, karena sepertinya…. (isi titik-titiknya sendiri hahahaha)

  3. LEGOLAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAASSSSS!!!! *histeris* sebodo lah tentang Saruman dan Gandalf, yang penting LEGOLAS!! (??)
    *woy, komen fic nya woy-_-*
    Aduh maaf, saya ngepens banget sama Orlando Bloom soalnya u,u #JDUAKH!!!!!
    Oke, huekhem!
    Aduh, aku pasti patah hati banget tuh. Jejuuuung~~ (?) aduh kenapa sih Jejung mesti udah punya tunangan? kesiaaan deh u,u
    Lee Seunggi… lumayan dehh.. *ehh
    Nice fic. padahal ngarepnya Hyojoo sama Jejung. Mungkin takdir berkata lain (ehh) XD
    keep writing!!

    • Waaaahh, ternyata penggemar Legolas banyak juga, ya hihihi… *high five bareng*
      Lagian siapa yang mau ma eyang-eyang dah tuwir macam Saruman ma Gandalf? #plakkk *Sica digetok ma J.R.R. Tolkien*
      Haha, it’s oke kok.. aku juga penggemarnya Orlando Bloom juga..hehe

      o.O siapa yang gak patah hati ditinggal ma abang JJ nan kece badai bikin hati sumrawut#ngacoo
      Well, karena abang Jaejoong cuma buat aku *peluk JJ* #Yunhobawagolok
      Arrgggghhh…. *mulai menggila* #abaikan
      Jadinya Hyojoo aku gandeng ma Seunggi Oppa ja hoho *ketawa sadis*

      Penggabungan film The Postman to Heaven ma drama Brilliant Legacy jadinya begini dech hehe…

      Thank you Reene dah mau nyempetin baca and kasih RCL..
      Jeongmal gamsahamnida
      *deep bow*

      LOVE

Review Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s