She is Me [Part 4]

She is Me-1

She is Me [Part 4]

Teacher : mochiangang (@tiwi0712pm on twitter)

Main Cast :

  • Nam Woohyun ( Infinite )
  • Jang Hyeon Mi
  • Park Jiyeon ( T-ARA )
  • Kim Sunggyu ( Infinite )

Other cast :

  • Kim Myungsoo ( Infinite )
  • Jang Wooyoung ( 2PM )

Genre : School Life, Romance, Frienship

Rating : PG-15

Length : Chapter

Part 1 | Part 2 | Part 3

Jiyeon tersenyum memandang Sunggyu dan Hyeon Mi. Keduanya berjalan di depannya sambil mengobrol. Terkadang tertawa satu sama lain. Jiyeon sudah tahu kalau Sunggyu menyukai Hyeon Mi. Dan Jiyeon sangat berharap Hyeon Mi akan membalas perasaan Sunggyu.

Yang Jiyeon tidak tahu, Sunggyu saat ini merasa sangat frustasi. Sedari tadi tangannya dan tangan Hyeon Mi bertabrakan satu sama lain. Ingin rasanya Sunggyu menggenggam erat tangan Hyeon Mi. Tapi sekarang dia tidak mempunya keberanian untuk melakukannya.

Di belakang mereka, tepat di samping Jiyeon, Woohyun tersenyum geli. Lelaki itu tahu bagaimana tangan Sunggyu dan Hyeon Mi saling bersentuhan. Dan dia juga bisa menebak kalau Sunggyu merasa sangat frustasi saat ini.

“Sunggyu-ya!” panggil Woohyun.

Sunggu menoleh. Woohyun memberikan sinyal lewat matanya. Menyuruh Sunggyu untuk menggenggam tangan Hyeon Mi. Yang langsung disambut dengan senyuman frustasi milik Sunggyu.

Tiba-tiba sebuah ide terbesit di benak Woohyun. Dengan cepat lelaki itu menggenggam tangan Jiyeon dan menariknya. Mengajak gadis itu berlari bersamanya. Membuat Jiyeon hampir kehilangan keseimbangannya.

Kkaja,Sunggyu-ah!” kata Woohyun saat melewati Sunggyu dan Hyeon Mi.

Sunggyu dan Hyeon Mi hanya bisa terdiam beberapa saat ketika Woohyun dan Jiyeon berlari melewati mereka berdua. Ditambah lagi dengan melihat ekspresi Jiyeon yang menandakan bahwa dia juga tidak tahu kenapa Woohyun bersikap seperti itu.

Sebuah senyum mengembang di wajah Sunggyu. Dia tahu maksud dari sikap Woohyun itu. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Sunggyu segera menggenggam tangan Hyeon Mi dan mengajaknya berlari menyusul Woohyun.

Woohyun-ah, aku harus berterima kasih padamu, batin Sunggyu senang.

Seoul High School

Myungsoo hampir tersedak minumannya sendiri saat Hyeon Mi menceritakan kejadian di Lotte World kemarin. Sedikit tidak mempercayai apa yang diceritakan oleh sepupunya itu.

Jjinjjayo? Kalian berpegangan tangan?” tanya Myungsoo tidak percaya.

Ya! Bukan seperti itu. Sunggyu oppa hanya memegang tanganku saat kami berlari menyusul Woohyun oppa dan Jiyeon,”

Wa…, sekarang kau bahkan memanggilnya oppa,”

“Itu karena dia memintaku, Kim Myungsoo,”

“Apa maksud pesan terakhirmu kemarin, Hyeon Mi-ya?”

Pertanyaan tiba-tiba Myungsoo membuat Hyeon Mi mengernyitkan keningnya. Dia sedikit lupa apa pesan terakhir yang dia kirimkan pada Myungsoo. Hyeon Mi menatap lelaki di hadapannya itu. Meminta sedikit petunjuk.

“Kau bilang kau menyukai orang lain. Siapa?” kata Myungsoo. Hyeon Mi terdiam. Haruskah ia memberitahu Myungsoo?

“Dia itu.. Nam Woohyun hyung, iya kan?” tanya Myungsoo pelan.

Hyeon Mi menatap Myungsoo dan mengangguk pelan. Bagaimanapun juga, pada akhirnya sepupunya itu akan mengetahui siapa orang yang disukai Hyeon Mi.

“Yang penting jangan bawa-bawa diriku kalau semuanya jadi semakin rumit, arachi?”

Merasa kesal, Hyeon Mi menjejalkan roti di tangannya langsung ke mulut Myungsoo. Membuat sepupunya itu hampir tak bisa bernapas.”Lalu aku harus minta tolong pada siapa?” katanya kesal lalu segera meninggalkan Myungsoo yang masih berjuang menelan roti di mulutnya.

-00-

Hyeon Mi berjalan tenang menuju perpustakaan. Hendak menghabiskan sisa istirahat makan siangnya dengan mencari sebuah buku. Selagi dia masih ingat judul buku itu.

Saat hendak berbelok di ujung koridor, Hyeon Mi mendengar suara seseorang. Gadis itu lantas menghentikan langkahnya dan mendengarkan. Lamat-lamat dia mendengar suara seorang gadis. Suara gadis itu tidak terlalu pelan sehingga Hyeon Mi masih bisa mendengarnya.

“Sunggyu sunbaenim,” kata gadis itu. Hyeon Mi hanya bisa menahan tawanya ketika mendengar nama Sunggyu disebut. Dan perkataaan gadis itu seterusnya tidak dapat didengar oleh Hyeon Mi.

Hyeon Mi memutuskan untuk duduk sejenak sampai kedua orang itu pergi. Gadis itu dapat mendengar suara Sunggyu, tapi memutuskan tidak mendengarkan dengan seksama. Lagipula, apa urusan dirinya dengan hal semacam itu.

Di sisi lain, Sunggyu hanya bisa tersenyum kikuk pada adik kelasnya itu. Kedua tangannya memegang sebuah kotak kecil pemberian gadis di hadapannya. Tak lama kemudian, adik kelasnya itu berjalan meninggalkannya. Dengan kecepatan yang hampir setara dengan orang yang sedang berlari.

Sunggyu berbalik, hendak berjalan kembali menuju kelasnya. Langkahnya terhenti saat melihat bayangan seseorang di cermin yang terpasang di ujung koridor. Hyeon Mi. Tampaknya gadis itu tak menyadari ada sebuah cermin berukuran sedang terpasang di hadapannya. Cermin itu menampilkan bayangan Hyeon Mi yang sedang menunduk menatap ujung sepatunya.

“Hyeon Mi-ya,” panggil Sunggyu. Lelaki itu kini duduk bersandar di dinding koridor.

Ne?” jawab gadis itu dari koridor yang lain.

Sunggyu tak menjawab. Tak tahu apa yang harus dia katakan. Perlahan, dia mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya. Lalu menyodorkannya pada Hyeon Mi.

Hyeon Mi terpaku. Foto yang disodorkan Sunggyu adalah foto masa kecilnya bersama Woohyun. Dan juga oppa-nya, Wooyoung. Darimana Sunggyu bisa mendapatkan foto ini?

“Jangan tanya bagaimana foto itu bisa ada padaku. Aku juga tidak tahu,” kata Sunggyu.

Keheningan kembali menyelimuti keduanya. Hyeon Mi memandangi foto di tangannya lamat-lamat. Mengelus foto itu perlahan. Kenangan itu menguasai pikirannya. Saat dimana dia dan Woohyun memakan es krim yang sama –karena milik Hyeon Mi tersenggol Wooyoung dan jatuh.

“Gadis kecil itu…dirimu kan?” tanya Sunggyu tiba-tiba.

“Bagaimana oppa bisa tahu?”

“Woohyun sendiri yang mengatakan gadis itu bukan Jiyeon. Dan mata gadis kecil itu sama seperti matamu,”

Hyeon Mi tersenyum kecil. Paling tidak, dia mengetahui kalau Woohyun masih mengingat ada gadis kecil di kehidupan masa kecilnya. Walaupun Woohyun tidak mengetahui kalau gadis itu adalah dirinya, Hyeon Mi tetap merasa senang.

“Kau masih menyukainya?” tanya Sunggyu pelan.

-00-

Woohyun memandangi foto di tangannya dan seorang gadis bergantian. Walaupun jarak antara dirinya dan gadis itu terbilang cukup jauh, tetapi dirinya masih bisa melihat wajah gadis itu dengan jelas.

Gadis itu, Hyeon Mi, dan seorang gadis kecil yang berada di foto dalam genggamannya. Entah kenapa Woohyun merasa Hyeon Mi mempunyai banyak kemiripan dengan gadis kecil itu. Walaupun selama ini Woohyun percaya bahwa gadis kecil itu adalah Jiyeon.

Oppa, kenapa melamun?” tanya Jiyeon yang tiba-tiba sudah berada di sampingnya.

Woohyun hanya tersenyum pada gadis yang sudah berada di sampingnya selama dua belas tahun itu. Berusaha meyakinkan dirinya kalau gadis kecil itu adalah Jiyeon.

Aniya, tidak ada apa-apa. Ayo, kita pulang,”

Woohyun’s House

“Aku pulang,” kata Woohyun saat tiba di rumahnya. Sedikit heran melihat dua pasang sepatu di depan.

Tidak ada jawaban. Woohyun segera tahu kalau ada tamu yang sedang berkunjung. Ibunya memang selalu begitu. Tidak pernah menyadari ada yang masuk jika sudah mengobrol dengan tamunya.

Woohyun berjalan menuju ruang makan. Suara ibunya terdengar jelas. Dan juga suara yang lain. Woohyun meletakkan tas ranselnya di ruang tengah sebelum berbalik menuju ruang makan.

Sosok pertama yang Woohyun lihat adalah Wooyoung. Hal ini sama sekali tidak mengejutkan dirinya  karena ibunya sering mengundang lelaki itu untuk makan malam. Tapi satu sosok di samping ibunya yang membuatnya tertegun. Sesosok gadis yang sedang tertawa lepas bersama ibunya dan Wooyoung.

Jang Hyeon Mi.

“Woohyun-ah, kau sudah pulang?” tanya ibunya saat menyadari Woohyun menatap mereka berdua.”Eomma mengundang mereka untuk makan malam. Tidak apa-apa kan? Hyeon Mi saja masih memakai seragamnya,”

Aniya, gwenchana,” jawab Woohyun pelan.

Ah ne, Hyeon Mi itu adikku, Woohyun-ah,” kata Wooyoung.

Woohyun membatu. Tidak menyangka akan perkataan Wooyoung.”Jangan kaget karena aku jauh lebih baik daripada adikku ini,” lanjut Wooyoung yang berbuah jitakan kecil dari Hyeon Mi.

“Woohyun-ah, antar Hyeon Mi ke kamar tamu. Mereka akan menginap malam ini. Dia butuh mengganti pakaiannya,” kata ibu Woohyun.

Eomma bilang hanya untuk makan malam?”

“Benarkah? Karena ayahmu sedang dinas ke Daegu, aku menyuruh mereka menginap disini,”

Woohyun mengangguk menanggapi perkataan ibunya. Kemudian tersenyum ke arah Hyeon Mi,”kkaja, ikuti aku.”

-00-

Ya, Hyeon Mi-ya, bagaimana bisa dirimu hanya memberikan daging gurita pada Woohyun? Setidaknya ambilkan dia kentang juga,” tegur Wooyoung saat melihat adiknya terus-terusan mengambil daging gurita dan menaruhnya di mangkuk Woohyun.

Waeyo? Woohyun oppa kan suka daging gurita,” jawab Hyeon Mi.

“Dia benar hyung. Aku memang suka daging gurita…,” ucapan Woohyun menggantung di akhir kalimat. Beruntung, tak ada yang menyadari keanehan dalam ucapan Woohyun barusan. Benak lelaki itu bertanya-tanya, dari mana Hyeon Mi tahu kalau dia suka daging gurita?

Seketika, Woohyun merasa kepalanya seperti dihantam sesuatu. Mulanya hanya sekali, tapi lama kelamaan rasa sakit itu semakin menjadi. Tangan kanannya mencengkeram rambut hitamnya pelan. Berusaha menghilangkan rasa sakit yang menerpa.

“Woohyun-ah, kau kenapa?” tanya ibunya cemas. Wajah Woohyun terlihat pucat dan keringat mengalir dari dahinya.

Belum sempat Woohyun menjawab, lelaki itu kembali merasakan kepalanya dihantam benda keras. Hanya saja kali ini lebih kuat dari sebelumnya. Membuatnya dirinya mengerang pelan. Lalu selanjutnya semua menjadi gelap bagi Woohyun.

-00-

“Namu oppa, kenapa oppa suka daging gurita?”

“Kenapa kau bertanya seperti itu?”

Ani, hanya saja kurasa oppa terlalu banyak memakannya,”

-00-

Hal pertama yang Woohyun lihat saat terbangun adalah langit-langit kamarnya. Dirinya memicingkan matanya berusaha membiasakan diri dengan cahaya lampu kamarnya. Sesekali tangan kanannya mengusap kepalanya pelan.

Woohyun baru saja ingin membuka selimutnya saat tangan kirinya menyenggol sesuatu. Dia menoleh dan mendapati Hyeon Mi tertidur di sisi tempat tidurnya. Gadis itu tertidur dalam posisi duduk dengan kepalanya menghadap Woohyun.

“Kenapa aku merasa sangat dekat sekali denganmu,” gumam Woohyun.

Perlahan, Woohyun bangkit dari posisinya dan turun dari tempat tidurnya. Sebisa mungkin tidak membuat suara sedikit pun agar gadis disampingnya ini tidak terbangun. Lalu memindahkan Hyeon Mi ke atas tempat tidurnya sendiri.

Setelah meyelimuti Hyeon Mi, Woohyun berjalan ke balkon kamarnya dan memandang bintang. Cuaca cukup cerah malam ini, hingga Woohyun bisa melihat ribuan bintang di langit malam.

“Kau tahu? Aku memimpikan gadis kecil itu lagi. Tapi, kenapa aku tidak bisa melihat wajahnya?”

Seolah bintang bisa mendengarkan curahan hatinya, Woohyun terus bercerita. Mengenai mimpinya, mengenai gadis kecil yang dia temui dalam mimpinya. Berharap sang bintang akan bermurah hati memberikan dia jawabannya.

TBC

4 comments on “She is Me [Part 4]

  1. Kok pendek ya? *dikeplak author*

    Kirain pas Woohyun bangun, dia udah inget siapa Hyeonmi, ternyata masih belum, huh!

    Ya sudah ditunggu kelanjutannya saja 😉

Review Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s