New Challenge [Special Hoya’s Birthday]

1364447303610

NEW CHALLENGE

Teacher
♔ CHELSEA ♔

Birthday Fiction | General | One Shoot

Casts :
INFINITE : LEE HOWON (HOYA), KIM SUNGGYU, JANG DONGWOO, NAM WOOHYUN, LEE SUNGYEOL, KIM MYUNGSOO (L), LEE SUNGJONG
SOME OCs

Annyeong!
Beda sama FF ultah Woohyun dan Myungsoo, FF ultah Howon kali ini bukan genre romance.

Tapi FF geje. Malah sempet bingung mau nulis. Ini banyak menyorot semua member Infinite 😉 dan bisa lebih mengenal mereka.

Mianhae kalau penggambaran settingnya kurang. Coz saya kurang tahu sutuasi dorm baru Infinite. Buat yang menanyakan sequel 60 seconds, TT_TT kehapus udah lama dan mood ancur. Belum bikin lagi

Last edit by thecuties -280313-

•*•*•*•*• 인피니트•*•*•*•*•

[Opening : Infinite “Man in Love”]
—Di dalam ruang rias studio SBS—
Tujuh namjadeul Infinite sedang bersiap untuk tampil di panggung Inkigayo. Cordy dan penata rias mereka tampak sibuk. Mereka sudah mengenakan pakaian untuk pentas, kecuali Howon. Dia masih mengenakan blue jeans karena celana hitam yang akan dia kenakan sobek di bagian paha depan.
Mianhamnida, aku terlambat!”
Howon menoleh pada gadis yang menyerahkan celananya. “Oh, kwaenchana. Komapta, Noona!” ucap Howon sambil berdiri.

Gadis itu cemberut. “Aku lebih muda darimu.”

Howon tidak mendengarnya dan terus berjalan. Gadis imut itu mendengus kesal. Tiba-tiba saja dia merasakan bahunya ditepuk lembut. Dia menoleh dan mendapati senyum manis Woohyun.

Mianhae. Itu karena kami terbiasa memanggil semua kru dengan sebutan ‘Noona’.”

Gadis itu tersenyum hangat. Dia berpikir, pantas saja banyak teman SMAnya mengaku Newclear, sebutan untuk fans Nam Woohyun. Selain suaranya bagus, Woohyun baik dan ramah. “Komawo, Woohyun Oppa.”
“Eh, aku lupa namamu,” ucap seorang namja tinggi berambut cokelat terang.

Gadis mendapati Sungyeol yang sudah berdiri di sampingnya. “Jung Hyera imnida.”

“Nama yang indah,” puji Woohyun.

Puk! Wajah Woohyun dilempari sebuah boneka.

Sunggyu yang sedang duduk di depan meja rias menatapnya tajam. “Berhenti tebar pesona.”

Sungjong dan Myungsoo cekikikan.

“Hati-hati pada mereka berdua, Hyera-ssi,” ucap Dongwoo sambil menunjuk Sungyeol dan Woohyun.
Gadis itu, Jung Hyera, seorang mahasiswa jurusan designer yang magang sebagai salah satu cordy Infinite. Dia belum lama bekerja tapi cukup mengenal ketujuh namja itu. Dia cukup sibuk selama persiapan album baru Infinite ‘New Challenge’ sampai mengikuti mereka tampil di panggung comeback. Hyera merasa namjadeul itu bersikap baik dan ramah. Hanya satu hal yang menggangu telinganya. Howon selalu memanggilnya ‘Noona’.

•*•*•*•*• 인피니트•*•*•*•*•

[Soundtrack : Infinite “In the Summer”]

–Hapjeongdong Mapogu, Seoul–

Seorang gadis berambut hitam sebahu turun dari sebuah taksi. Dia memandang takjub sebuah gedung apartemen mewah di hadapannya lalu berjalan memasuki gedung itu dengan travel bag besar orange di tangannya.

Lee Sungjong si maknae imut tampak terlelap di dalam kamar besar yang dia tempati seorang diri. Di samping kamar itu, YaDong (Hoya dan Dongwoo) yang menempati kamar bersama tidur dengan nyaman. Di kamar terkecil apartemen itu, Nam Woohyun seperti larut dalam alam mimpi meskipun kamarnya kecil dan tanpa jendela. Kamar paling besar di apartemen itu berada di dekat kamar Woohyun, dan ditempati tiga namjadeul lain. Kamar itu hening. Kim Sunggyu tidur terlentang dengan boxer cokelat dan hoodie putih. Kim Myungsoo dengan sleeveless T-shirt kuning dan training abu sedang memeluk guling di atas ranjangnya. Di ranjang lain, Lee Sungyeol tidur dalam posisi telungkup dengan headset di telinga.
Terdengar suara bel memecah keheningan seisi apartemen pagi itu. Tak ada yang mendengar sampai bunyi ketiga. Myungsoo mendengar walau merasa samar. Dalam keadaan terpejam, dia berusaha memperjelas pendengarannya. Dia mendengar lagi bunyi bel.

Hoaaam!” si visual grup itu menguap sambil menutup mulut. Dia memicingkan mata dan melihat Sunggyu di ranjang sebelah kanannya.

Terdengar lagi bunyi bel dan Myungsoo beranjak dari kasur dengan mata berat. Dia menghampiri Sunggyu.

Hyung!” panggil Myungsoo sambil mengusap-usap bahu Sunggyu dan matanya masih terasa rapat. “Hyungnim!” panggil namja itu lagi sambil menekan-nekan bahu leader.
Sunggyu membuka mata karena merasa tubuhnya diguncang-guncang. “Waeyo?” tanya Sunggyu malas.
“Ada yang datang kemari,” ucap Myungsoo malas.

“Buka saja,” timpal Sunggyu yang tidak rela dibangunkan saat itu.

Shireo,” ucap Myungsoo sambil berdiri lalu menjatuhkan tubuhnya di ranjang.

Sunggyu menoleh dan mendapati Myungsoo menarik selimut tipis sambil menutup kepalanya dengan bantal besarnya.

Hya!” panggil Sunggyu. Kemudian dua kali bunyi bel terdengar berturut. Sunggyu bangkit dan duduk di ranjang sambil mengacak-ngacak rambutnya. Dia melempar bantal pada Myungsoo.

“Kenapa kau tak buka saja pintunya?”

•*•*•*•*• 인피니트•*•*•*•*•

—Di depan pintu sebuah kondominium–

“Kenapa lama sekali?” tanya gadis yang mengenakan short pants, sleeveless hoodie dibalut coat panjang warna navy. Dia menekan-nekan lagi bel di depan apartemen itu.

“Apa mereka masih tidur? Aigoo ini sudah jam berapa? Dasar para pemalas!” umpat gadis itu kesal.
Tiba-tiba saja pintu terbuka. Dia melihat seorang namja bermata kecil memakai boxer cokelat dan hoodie putih. Gadis itu melongo bengong menatapnya.

Ahjumma, bukankah kau seharusnya datang siang?”

Mwo?” tanya gadis itu kaget, “Ahjumma?”

Namja itu, Kim Sunggyu memperjelas penglihatannya. “Kenapa mereka mengirim gadis muda?” Sunggyu mengira gadis itu adalah Ahjumma yang biasa membersihkan dorm mereka.
“Kau Sunggyu Oppa, kan?” tanya gadis itu dengan mata berbinar melihat namja berambut cokelat tua dengan highlight di bagian poni yang dikaguminya itu.

Sunggyu yang tampak ngantuk berat menatap gadis itu.

Oppa, kau tidak kenal aku?” tanyanya.

Sunggyu mengerjapkan mata sipitnya yang tampak rapat itu. Tapi gadis itu malah langsung menyerobot masuk.

Hya!” teriak Sunggyu.

Woaah!” ujar gadis itu kagum begitu masuk dan berjalan di lorong yang langsung menuju living room di apartemen mewah itu. “Infinite benar-benar kaya sekarang,” ungkapnya sambil menjatuhkan travel bag.

“Siapa yang datang? Kenapa berisik sekali?”

Sunggyu dan gadis itu menoleh pada sosok namja yang baru datang dari arah kanan.

“Woohyun Oppa?” tanya gadis itu girang melihat Nam Woohyun yang mengenakan T-shirt basket warna merah yang memamerkan otot lengannya.
Seorang namja manis datang dari arah kiri. Wajahnya masih saja imut meskipun tampak ngantuk berat.
Gadis itu girang, “Sungjongi? Woah, aku beruntung melihat wajah kalian saat bangun tidur.”

Tiba-tiba gadis itu merasa bahunya ditarik.

“Kau siapa? Jangan bilang kau sasaeng fans,” ungkap Sunggyu.

Gadis itu cemberut. “Sunggyu Oppa, kau lupa padaku, eoh?” tanya gadis itu yang hanya ditatap heran Sunggyu. Lalu dia menoleh pada Woohyun. “Woohyun Oppa, Sungjongi, jangan katakan kalian juga lupa padaku.”

Sungjong menatap gadis itu malas dan kini dia berdiri di samping Sunggyu. Dia menyandarkan kepalanya yang terasa berat di bahu Sunggyu. Gadis itu menatap mereka satu satu. Sunggyu merasa kepala Sungjong berat dan dia mengibaskannya, membuat Sungjong tersentak dan…

Brak!

Lengan Sungjong tidak sengaja memukul vas bunga yang kini jatuh dan pecah. Sungjong jongkok, hendak memunguti pecahan vas tapi Sunggyu mencegahnya.

Hya, hati-hati! Nanti tanganmu terluka!”

Woohyun menyambar kotak tissue di meja dan mendekati Sungjong. Dia mengeluarkan beberapa lembar tissue dan memunguti pecahan vas. Sunggyu berjalan ke arah dapur dan mengambil tong sampah. Gadis itu hanya melongo melihat tiga namjadeul dengan wajah yang masih tampak ngantuk sibuk membersihkan pecahan vas sambil berdebat kecil.

“Kenapa ribut sekali?” teriak seseorang yang baru keluar dari pintu kamar terbesar.

Gadis itu menoleh, “Kim Myungsoo?” tanyanya melihat namja tampan dengan bibir manyun dan rambut kusut.
Myungsoo menatapnya, “Nuguya?”

Hya!”

Gadis itu tersentak karena Sungjong meneriakinya dari sampingnya.

“Kau membuat kekacauan pagi ini,” keluh Sungjong. “Sebenarnya kau siapa?”

Kini gadis itu dikepung empat namja. Dia menatap mereka satu-satu, “Benar-benar tidak mengenaliku?”
Myungsoo memalingkan muka dan menatap Sunggyu, “Kenapa Hyung sembarang memasukan orang?”

Agasshi, sebaiknya anda keluar,” ucap Woohyun dengan nada yang lebih ramah daripada Myungsoo.
Gadis itu duduk di sofa dengan wajah murung. “Sungguh terlalu. Setelah menjadi kaya seperti ini, kalian mau mengusirku.”

Sunggyu duduk di sampingnya, “Mianhae. Tapi tolong jawab, kau siapa? Ada perlu apa kemari?”

“Bukankah security tak mengizinkan fans masuk kemari?” tanya Sungjong.

Gadis itu cemberut. “Panggil Howon Oppa.”

Mwora?” tanya Woohyun bengong.

Gadis itu menatap tajam Woohyun. “Apa perlu aku berteriak memanggilnya?” ungkapnya kesal dalam logat Busan yang kental.

Hya!” bentak Myungsoo yang merasa gadis itu lancang.

Wae?” balas gadis itu menantang tatapan jahat Myungsoo

Sungjong meneliti wajah gadis itu, merasa pernah melihatnya.

Gadis itu berdiri, “Howon Oppa! Oddiya?”

Aisssh!” umpat Myungsoo kesal.

Sunggyu memegang lengan gadis itu, “Jebal, jangan membuat keributan.”

Gadis itu menatap Sunggyu. “Aku benci Sunggyu Oppa,” ucapnya membuat Sunggyu melongo.

“Howon Oppa!” teriak gadis itu lagi sambil berjalan ke arah lorong di ruas kiri di mana Sungjong tadi muncul. Tiba-tiba saja Sungjong memegang kedua bahu yeoja itu sambil menatapnya lekat. Sungjong mendekatkan wajahnya.
“Sungjongi!” gadis itu terkejut melihat wajah manis Sungjong yang sangat dekat. “Jangan katakan kau mau menciumku, eoh?”

Terdengar seseorang melangkah. Dongwoo sudah keluar dari kamarnya dan berada di ambang living room. Dia melongo melihat Sungjong berdekatan dengan yeoja.

“Omo!” ucap Dongwoo sambil mengucek mata.

Lalu Hoya alias Lee Howon menyusul dari belakang Dongwoo. Howon berjalan sambil menguap dan Dongwoo menunjuk Sungjong. Mata berat Hoya tiba-tiba berbinar melihat Sungjong memegang kedua bahu seorang gadis dengan wajah yang sangat dekat. Hoya tersentak melihat gadis itu. Dia langsung berjalan sampai menabrak Dongwoo.

Hya, Sungjongi! Apa yang kau lakukan?” tanya Howon.

Sungjong tidak peduli. Dia menatap serius gadis itu lalu tiba-tiba Howon menariknya.

“Lee Hyeshin Noona,” ucap Sungjong membuat namjadeul itu bengong.

Gadis itu menatap Howon, “Oppa!” panggilnya lalu merangkul Howon.

Lima menit kemudian, keenam namja itu duduk di sofa. Howon duduk di samping Lee Hyeshin, yang tak lain adalah sepupunya. Dongwoo duduk di sebelah kanan Hyeshin. Woohyun duduk sendiri di sebuah sofa. Di dekatnya, Myungsoo, Sungjong dan Sunggyu duduk sambil menatap horror Howon. Hyeshin berkata bahwa dia datang ke Seoul untuk melakukan penelitian tugas kuliah. Keluarganya menyuruh Hyeshin tinggal bersama Howon selama sepekan karena mereka tak mengizinkan gadis itu tinggal sendirian.

Hyeshin sedih karena tak ada yang mengenalinya. Namjadeul itu kecuali Howon, terkejut dengan penampilan Hyeshin sekarang. Meskipun kesan boyish masih melekat, tapi Hyeshin tampak seperti gadis dewasa. Tak terasa kalau mereka sudah lama tak bertemu Hyeshin.

Myungsoo menepuk lutut Sunggyu lalu berdiri, “Hyung, silahkan diskusikan. Aku mau melanjutkan tidur.”
Jamkanman!” ucap Woohyun. “Kita diskusikan bersama.”

Sungjong dan Woohyun tampak memberi isyarat, lalu mereka berdua menarik Hyeshin dan memaksanya berjalan.

“Kalian mau membawaku ke mana?” protes Hyeshin.

Howon mau protes tapi Dongwoo menghalanginya.

Hyung!” panggil Sungjong pada Myungsoo, “Buka pintu kamarmu!”

Myungsoo mengerti, lalu dia bergerak dan membuka pintu kamarnya. Woohyun dan Sungjong menyeret Hyeshin ke kamar itu lalu menguncinya dari luar.

Oppa!” teriak Hyeshin.

“Ehm! Sekarang kita bagaimana?” tanya Sunggyu.

Keenam namjadeul itu duduk di sofa living room untuk berunding. Mereka tidak setuju kalau Hyeshin tinggal di kondominium mereka.

“Tapi Hyeshin sudah lebih dewasa,” protes Hoya.

“Kita tak bisa tidur tenang kalau bocah itu tinggal di sini,” ucap Myungsoo sewot.

Keurae,” timpal Sungjong. “Hyeshin Noona itu cerewet dan berisik.”

“Suka menyentuh barang tanpa izin,” tambah Woohyun.

Dongwoo melirik Howon sebentar, “Dia juga suka sembarang masuk kamar.”

Sunggyu menatap Howon, “Kau dengar, kan?”

Howon mengangguk. Mereka masih ingat bagaimana karakter Hyeshin. Gadis itu pernah berkunjung ke dorm lama mereka bersama keluarga Howon yang lain. Dan seperti itulah penilaian mereka terhadap Hyeshin.

Howon menatap mereka semua. “Lalu aku harus bagaimana? Nanti keluargaku memarahiku.”

“Pikirkan saja!” jawab Sungjong, Myungsoo dan Woohyun bersamaan.

Jamkankan,” ucap Dongwoo sambil melihat ke pintu kamar di mana Hyeshin di kurung. “Anak itu tidak ribut.”

“Itu bagus,” timpal Woohyun polos.

Aigoo!” Sunggyu tiba-tiba berdiri seperti mengingat sesuatu yang dia lupakan.

Sungjong dan Myungsoo melotot seolah memikirkan hal yang sama. “Sungyeol Hyung,” ucap keduanya bersamaan.

–Di kamar paling besar–

Lee Hyeshin duduk di samping sebuah ranjang di mana Sungyeol tidur pulas tanpa terganggu apapun. Hyeshin tersenyum menatap namja paling tinggi di antara Infinite yang memang tampan tanpa make up itu.

“Sungyeol Oppa, kau tampak seperti malaikat. The real sleeping beauty,” ucap Hyeshin sambil memandang kagum pada namja berambut cokelat terang kepirangan itu.

Terdengar suara pintu dibuka.

“Jangan sentuh Sungyeol!”

Hyeshin tersentak mendengarnya dan berdiri. Enam namja masuk ke kamar itu. Mereka melihat Sungyeol menggeliat dengan headset yang masih mencocoki kedua telinganya. Tiba-tiba lengan Sungyeol bergerak memeluk lutut Hyeshin dari belakang.

Omo!” Hyeshin kaget dan dia mau terjengkang.

Hyeshin mengulurkan tangannya pada siapapun yang mau menariknya. Dia hampir jatuh dan akan terduduk di punggung Sungyeol tapi sepasang lengan menarik tubuhnya dengan cepat.

Hyeshin melihat Sunggyu yang menariknya dan dia merangkul Sunggyu. Hyeshin terkejut saat tubuh mereka menempel seperti berpelukan. Jantungnya berdegup kencang dan matanya melotot.

Myungsoo reflek memeluk Sungjong dari belakang menyaksikan adegan mesra di depannya. Woohyun tersenyum jahil karena melihat tampang syok Sunggyu. Namun tak sampai lima detik, Sunggyu dan Hyeshin saling menjauhkan tubuh.

Sungyeol menggeliat dan berusaha membuka mata. “Kenapa semua berkumpul di sini?”

•*•*•*•*• 인피니트•*•*•*•*•

100 menit setengah kemudian,

Hyeshin membuka pintu apartemen dan mendapati seorang gadis. Hyeshin tersenyum ramah padanya.

Annyeonghaseyo!” sapa gadis imut di ambang pintu.

Annyeong! Kau pasti cordy Noona itu, kan?” tanya Hyeshin tiba-tiba. “Ayo silahkan masuk. Lee Hyeshin imnida.”
“Jung Hyera imnida,” balas gadis itu.

Keduanya berjalan bersama mendekati sofa. Hyeshin mempersilahkan Hyera duduk. Dia menatap Hyeshin yang mengenakan celemek. Dia tak pernah melihat Hyeshin dan celemek itu biasanya dipakai Ahjumma yang sesekali datang membersihkan apartemen dan masak.

“Oh, kau pasti tidak tahu siapa aku,” ucap Hyeshin seolah mengerti pikiran Hyera. “Aku sepupu Howon Oppa dari Busan,” lanjutnya.

“Oh,” komentar Hyera pendek.

“Ah, Eonni, bisa bantu aku masak?” pinta Hyeshin.

Ye? Memangnya ke mana mereka?” tanya Hyera.

Keduanya berjalan menuju dapur.

“Mereka pergi ke gym,” jawab Hyeshin. “Eonni, bantu aku memotong sayuran.”

Ye,” jawab Hyera. “Apa kau tahu kenapa Hyoan Oppa menyuruhku datang kemari?” tanyanya menyebut nama manager Infinite.
Hyeshin terkekeh, “Biar nanti saja Howon Oppa yang menjelaskan. Oh, ya, berapa umurmu, Eonni?”

“23,” jawabHyera.

Ye?” Hyeshin terkejut. “Aku juga 23, sama dengan Myungsoo. Kenapa Howon Oppa menyebutmu Noona?”

Hyera meringis. Dia lagi-lagi sebal mendengarnya. Hanya Sungjong yang pantas memanggilnya Noona. Bahkan Myungsoo saja selalu memanggil namanya, tapi Howon selalu memanggilnya ‘Noona’.

Hyeshin membuat sup dan memasak nasi. Hyera membantunya menyiapkan salad. Mereka mendengar bunyi bel.

“Siapa yang datang?” tanya Hyeshin.

“Aku akan membuka pintu,” ucap Hyera sambil berlalu.

Hyera melihat seorang Ahjumma dan seorang yeoja melalui monitor mini. Dia pun membuka pintu.

Annyeonghaseyo!” sapa Ahjumma itu.

Annyeonghaseyo, Ahjumma!” balas Hyera. Dia melihat mereka berdua menenteng box yang dibalut kain.

“Ayo masuk,” ajak Ahjumma itu pada gadis muda berambut cokelat panjang.

Gadis itu menatap Hyera seperti bertanya ‘siapa dia?’ dan Hyera juga menatap mereka heran.

Ahjumma ini…”
“Aku ibu Myungsoo,” jawab Ahjumma itu.

“Oh,” Hyera buru-buru membungkuk. “Jung Hyera imnida, aku salah satu cordy Infinite.”

“Kami membawa makanan untuk mereka,” ucap ibu Myungsoo.

Eunhwa kagum melihat isi apartemen yang baru dia kunjungi itu. Dia tersenyum haru mengingat bagaimana perjalanan Infinite sampai ke sini. Masih jelas dalam ingatannya dorm pertama mereka.

Hyeshin mengenal ibu Myungsoo tapi Ahjumma itu juga nyaris tidak ingat siapa Hyeshin. Dia juga mengenalkan Eunhwa pada kedua yeoja itu.

Aigoo, kau sudah besar dan cantik.”

“Jadi, dulu aku tidak cantik?” canda Hyeshin.

Setelah mereka menyiapkan makanan, terdengar pintu dibuka dan suasana gaduh. Myungsoo Eomma dan tiga gadis itu beranjak ke living room.

Dongwoo dan Howon duduk selonjoran di lantai kayu yang mengkilap itu. Sunggyu berbaring di sofa dan Woohyun menyalakan TV.

“Apa kalian lelah?” tanya Myungsoo Eomma.

Keempat namja itu membungkuk hormat lalu kembali pada posisi tadi.

Ahjumma membawakan makanan?” tanya Woohyun dengan mata berbinar.

Ye. Waktu Myungsoo pulang, dia tak sempat makan masakanku.”

“Eunhwa juga datang,” goda Dongwoo sambil mengedipkan sebelah mata.

Eunhwa tersenyum. “Ye, Oppa. Ahjumma mengajakku.”

Ahjumma memang pengertian,” komentar Howon.

“Sunggyu Oppa, kau tertidur?” tanya Eunhwa.

“Jangan tanya. Aku lelah,” jawab Sunggyu disambut tawa semua orang.

“Hanya fitness satu jam, Sunggyu Hyung sangat payah,” ledek Woohyun yang duduk di depan TV.
Sunggyu melempar bantal ke wajah Woohyun. “Hanya satu jam? Hanya?” bentaknya.

Myungsoo Eomma memotong candaan Woohyun dan pamit pulang.

Eommonim, Eunhwa tinggal saja sebentar. Nanti aku yang mengantarnya pulang,” ucap Howon.

Keurae,” timpal Woohyun.
“Baiklah, aku pulang duluan Eunhwa-ya.”

Keundae…” Eunhwa mau protes tapi lengannya ditarik oleh Woohyun dan mereka duduk bersama.
Howon tersenyum jahil pada Eunhwa kembali membuat Hyera bertanya-tanya, memangnya siapa gadis itu?

Oppa, kau haus, ya?” tanya Hyeshin pada Howon. “Aku ambilkan minum.”

Hya, ambilkan juga untukku!” teriak Sunggyu.

Dongwoo nyengir, “Padahal Sunggyu Hyung tadi minum paling banyak.”

“Hyera-ssi, kemari!” panggil Woohyun.

Hyera melangkah ragu tapi kemudian Woohyun menariknya duduk di dekat Eunhwa. Lalu Woohyun duduk di antara mereka.

“Ini benar-benar pagi musim semi yang cerah. Aku duduk bersama dua gadis cantik.”

Howon dan Dongwoo mencibir si Namu yang memang hobi tebar pesona itu.

Mereka mendengar pintu dibuka. Sungjong masuk diikuti Sungyeol yang berjalan dengan pelukan Myungsoo dari belakang. Kepala Myungsoo menempel di punggung Sungyeol dan tidak melihat Eunhwa.

Woah, ada Hyera Noona dan Eunhwa Noona rupanya. Good morning!” sapa Sungjong.

Good morning!” sapa Sungyeol juga.

Good morning!” balas Hyera dan Eunhwa.

Myungsoo tersentak. ‘Eunhwa?’ gumannya. Dia berdiri tegak dan melihat Eunhwa duduk bersama Woohyun dan Hyera. Dia mendorong Sungyeol dan membuatnya menabrak Sungjong.

“Eunhwa-ya, Myungsoo merindukanmu, aku jadi pelampiasan,” canda Sungyeol.

Eunhwa tertawa kecil sementara Hyera menatapnya. Masih berpikir siapa Eunhwa dan Myungsoo berjalan cuek ke dapur menyembunyikan keterkejutannya.

“Tadi kami bertemu ibunya,” ucap Sungjong sambil duduk di dekat Sunggyu yang berbaring. “Tapi tak memberitahu kami bahwa Eunhwa Noona ikut.”

Hyeshin datang membawa dua botol air mineral. Dia berikan satu kepada Howon dan satu lagi untuk Sunggyu tapi Sungjong merebutnya. Sang leader pun menjewer telinga si maknae.

Appo, Hyung!”

“Itu air milikku,” kata Sunggyu sewot.

Woohyun menghibur Sungjong, “Jangan mengganggu Grandpa kalau dia kecapean.”

“Oh ya, kami sudah menyiapkan makanan,” ucap Hyeshin bangga.

“Kau bisa masak?” ledek Sunggyu seenaknya sambil meletakan botol di meja. “Paling juga masakan Myungsoo Eomma.”

Hyeshin cemberut. Dongwoo beranjak ke ruang makan diikuti Sungjong. Woohyun mengajak kedua gadis itu makan bersama tapi keduanya berkata sudah sarapan. Sunggyu bangkit mengikuti yang lain dan tampak Myungsoo datang dari ruang makan dengan semangkuk nasi dan sepiring makanan.

“Ambilkan aku air,” ucapnya pada Eunhwa tanpa basa-basi lalu berjalan menuju pintu balkon.
Eunhwa berjalan bersama Woohyun menuju dapur.

Woohyun berbisik, “Dia pura-pura menyuruhmu seperti itu. Dia makan sendiri di luar dan ingin kau temani.”

Hyera mendengarnya. Dia pun menebak kalau Eunhwa dan Myungsoo punya hubungan khusus. Lalu dia melirik Howon yang duduk santai di lantai sambil menyaksikan acara TV.

“Tidak makan, Howon Oppa?” tanya Hyera sambil menekan kata Oppa.

Howon tersenyum. “Kenapa Noona memanggilku Oppa?”

Hyera meniupkan udara ke poninya. “Aku sudah katakan berkali-kali, aku lebih muda darimu.”

Jinja?” tanya Howon polos.

Mulut Hyera menganga.

“Oh, ya, ada yang ingin aku bicarakan denganmu, Hyera Noona. Eh, maksudku… Benarkah kau lebih muda dariku?”

Hyera meremas ujung sofa kesal. Kenapa namja tampan beralis tebal dan bertubuh atletis itu sampai sekarang masih mengira dia lebih muda darinya? Hyera merasa wajahnya tidak tampak tua. Dia pun mengangguk pelan.

“Aku seumur dengan Myungsoo dan sepupumu,” ucap Hyera.

Howon terkekeh. “Jinja?” tanyanya lagi. “Kenapa aku baru tahu?”

Hyera ingin meninju namja itu tapi dia sadar itu hanya masalah kecil. “Apa yang ingin OPPA bicarakan denganku?”

“Eh, itu…” ucap Howon tertahan melihat Eunhwa lewat dengan sebotol air mineral dan sebuah gelas di tangannya. Howon lalu menoleh kembali pada Hyera. “Ehm, begini. Aku dengar kau tinggal sendiri. Tinggal tinggal di mana?”

Hyera menatap Howon heran. ‘Kenapa Hoya Infinite menanyakan di mana aku tinggal? Apa ini alasan Hyoan Oppa menyuruhku kemari pagi-pagi?’ tanya gadis itu di dalam hatinya.

–Di balkon–

Hya Sagwa Ip! Kau pikir aku unta yang kehausan?” sembur Myungsoo melihat sebotol air mineral di tangan Eunhwa.

Eunhwa mencibirnya, “Baiklah, aku simpan lagi.”

“Tidak usah,” ucap Myungsoo ketus. “Taruh saja.”

Eunhwa menaruh botol dan gelas kosong di meja dan dia duduk di kursi sebelah meja itu. Suasana balkon itu hening. Myungsoo mengunyah makanannya pelan.

“Kenapa cordy itu ada di sini?” tanya Eunhwa.

Myungsoo melirik melalui ujung mata. “Jangan katakan kau cemburu melihat ada gadis di dorm kami.”

Mulut Eunhwa setengah menganga menatap wajah judes pacarnya.

Myungsoo tersenyum senang. “Aku hanya bercanda, Babo Sagwa Ip.”

“Kenapa kau terus memanggilku Babo Sagwa Ip? Aku tidak bodoh,” umpat Eunhwa sambil membuang muka.

Myungsoo terkekeh. “Baiklah, Sagwa Ip Sayang.”

Eunhwa menatap Myungsoo sebal lalu berdiri. Rasanya ingin muntah mendengar ucapan Myungsoo barusan.

“Mau ke mana?”

“Bergabung bersama yang lain. Tak baik memisahkan diri begini,” ucap Eunhwa sambil melenggos.

Myungsoo terkekeh dan membiarkannya.

–Living room–

“Bisakah Hyeshin tinggal denganmu selama sepekan?” tanya Howon.

Ye?”Hyera kaget.

Howon mengusap kepalanya yang tidak gatal. “Hyeshin perlu melakukan penelitian untuk tugas kuliahnya. Dia disuruh tinggal bersamaku. Tapi mereka tidak setuju. Jadi, aku mohon bantuanmu Hyera Noon… maksudku Hyera-ssi,” Howon terkekeh. “Aku tidak terbiasa. Mianhae. Ehm! Aku sedang memohon bantuanmu.”

Howon menjelaskan bahwa Hyeshin tidak diizinkan tinggal sendirian. Hyeshin akan mengadu kalau dibiarkan tinggal sendiri.

“Hyoan Hyung menyarankanku untuk meminta bantuanmu.”

Hyera tersenyum aneh. Dia merasa tidak enak menolak permintaan itu. “Ye. Dia bisa tinggal bersamaku.”

Kamsahamnida,” ucap Howon girang sambil menggenggam tangan Hyera.

Gadis itu merasa tidak nyaman dan hanya mengangguk. Howon juga tak lama menggenggam tangannya.

“Tapi Lee Hyeshin itu tidak bisa diam. Mungkin kehadirannya akan mengganggumu.”

“Kalau Hyeshin menggangguku, aku tinggal membuat perhitungan denganmu, Oppa,” ucap Hyera percaya diri.

Howon tertawa kecil, membuatnya tampak semakin tampan. “Baiklah. Keureom, ayo kita makan.”

Kamsahamnida, Oppa. Tapi aku sudah kenyang,” tolak Hyera sopan.

Mereka melihat Eunhwa masuk dari balkon.

“Kenapa kau meninggalkannya?” tanya Howon.

Eunhwa hanya nyengir. Howon pun meminta Eunhwa menemani Hyera. Kedua gadis itu duduk bersama menyaksikan acara televisi. Howon bergabung ke ruang makan yang ramai. Mereka tidak banyak berbincang sampai Hyeshin datang menghampiri mereka.

Kamsahamnida, Jung Hyera-ssi,” ucap Hyeshin senang.

Ye. Senang bisa membantumu. Tapi, tolong jangan formal padaku. Panggil saja Hyera,” pinta Hyera.

Myungsoo masuk dari balkon dengan mangkuk dan piring yang sudah kosong. Dia berhenti di dekat ketiga yeoja itu dan bicara pada Eunhwa.

Sagwa Ip, simpan kembali botol dan gelas yang tadi kau bawa,” perintah Myungsoo lalu berlalu bergitu saja menuju dapur.

Eunhwa menatapnya kesal. “Baiklah Kepala Jamur!” Dia ingin sekali mengacak-acak rambut namja itu atau mencakar punggungnya.

“Kenapa dia memanggilmu Sagwa Ip?” tanya Hyeshin.

Eunhwa hanya tersenyum dan beranjak ke balkon.

•*•*•*•*• 인피니트•*•*•*•*•

March 28th,

Jung Hyera baru pulang dari kampus jam 2. Dia terkejut melihat Hyeshin berkutat di dapur.

“Hyeshin-ah, apa yang kau lakukan?” tanya Hyera melihat Lee Hyeshin.

“Membuat kue,” jawab gadis itu. “Nanti mereka akan membuat suprise kecil di apartemen untuk Howon Oppa.”

Surprise?” tanya Hyera.

Ye, ini hari ulang tahun Infinite Hoya. Masa kau tidak tahu?”

Hyera menggeleng lemah.

~Welcome yeogin black paradise. Bulgeunsaekgwa geomeunsaek kkamagwiya ureora~

Kedua gadis itu mendengar bagian chorus lagu Beast ‘Black Paradise’ yang berasal dari ponsel Hyeshin.

Yoboseyo!” sapa Hyeshin.

“Hyeshin-ah, bisa minta bantuanmu?”

Hyeshin mengerutkan kening, “Ini siapa?”

“Sunggyu,” jawab namja yang menghubungi Hyeshin. “Nanti sepulang pentas, pura-puralah minta ditemani jalan-jalan.”

Sunggyu dan Hyeshin pun menyusun rencana.

•*•*•*•*• 인피니트•*•*•*•*•

–Sungkyungkwan University–

Dua orang mahasiswa baru keluar dari kelas terakhir hari itu. Ryu Eunhwa yang mengenakan blus biru dan jeans abu dan Kang Minhwa yang mengenakan blus selutut motif bunga dipadu coat warna beige.

“Kau bisa menemaniku, kan?” rengek Eunhwa.

Minhwa meringis. Tadi Eunhwa memohon agar Minhwa menemaninya datang ke dorm Infinite nanti malam untuk pesta kecil ulang tahun Hoya. Eunhwa tak akan mendapat izin kalau datang sendiri.

“Ayolah Minhwa-ya, eoh?” bujuk Eunhwa sambil memasang aegyo. “Big Bang juga tinggal di gedung apartemen yang sama.”

Mata Minhwa berbinar, “Jinja? Aigoo aku hampir lupa. Baiklah, aku temani. Ah, Choi Seunghyun Oppa, Namu Oppa.”

Mendengar Minhwa menyebut ‘Namu’, Eunhwa menatap Minhwa dengan ekor matanya, meniru tatapan Myungsoo.

Wae? Ada yang salah?” tanya Minhwa.

“Aku hampir lupa, kau juga seorang Inspirit, bukan? Newclear (Fans Woohyun).”

Minhwa meringis. “Berhenti menatapku seperti L.”

•*•*•*•*• 인피니트•*•*•*•*•

[Soundtrack : Infinite “60 seconds”]
— 10.00 PM Hapjeongdong Mapogu, Seoul —

Jung Hyera merasa kikuk berada di antara enam namjadeul. Sebenarnya dia tak mau datang tapi Hyeshin membujuknya karena takut tak ada teman wanita. Hyera membantu Woohyun dan Sunggyu menyiapkan snack dan minuman sementara Sungyeol, Myungsoo dan Sungjong mengikuti arahan Dongwoo membuat dekorasi kecil. Terdengar bunyi bel dan Dongwoo membuka pintu. Ryu Eunhwa datang bersama Kang Minhwa. Dongwoo mempersilahkan kedua gadis itu duduk di sofa.

“Eunhwa-ya, itu siapa?” tanya Sungyeol.

“Teman kuliahku, Oppa,” jawab Eunhwa.

“Kang Minhwa imnida,” ucap Minhwa.

“Ada siapa?” teriak Woohyun dari dapur.

“Tidak ada, Hyung!” teriak Sungjong berdusta.

“Wah, Eunhwa sudah datang,” sayangnya Woohyun terlanjur datang ke living room. “Annyeong!”

Eunhwa dan Minhwa berdiri, “Annyeong!”

“Oppa, ini temanku, Kang Minhwa. Dia seorang Newclear,” ucap Eunhwa membuat Minhwa malu.
Woohyun memamerkan senyum manisnya. Dia menyalami Minhwa, “Kamsahamnida.”
Minhwa melakukan salam perkenalan dengan Woohyun. Gadis itu semakin kagum pada Woohyun yang tampan dan ramah.
Satu jam kemudian, mereka duduk di living room yang gelap menunggu kedatangan Howon dan Hyeshin.
Minhwa duduk di antara Woohyun dan Eunhwa. Gadis itu berbisik. “Oppadeul Bigbang tinggal di mana?”
Molla,” jawab Eunhwa. “Aku juga ingin bertemu Seungri Oppa.”

“Apa yang kalian bicarakan?” bisik Woohyun.

Oppa, Eunhwa ingin tahu di mana dorm Bigbang,” jawab Minhwa. “Dia ingin bertemu Seungri Oppa.”

Woohyun cekikikan. “Myungsoo-ya, pacarmu ingin bertemu Bigbang Seungri.”

Myungsoo yang duduk di sebelah kiri Eunhwa pura-pura tidak mendengar. Ponsel Sunggyu menyala, tanda pesan masuk.

[Hyeshin : Oppa, kami sedang naik. Di lift]

“Ayo kita bersiap. Mereka sudah berada di lift,” komando Sunggyu.

Mereka semua berjalan ke lorong dekat pindu dan membentuk barisan di kedua sisi tembok. Sungjong dan Sungyeol memegang terompet.

Beep!

Pintu bergerak, Howon masuk dan Hyeshin bertahan di ambang pintu.

Surprise!!!”

Howon kaget karena dihujani kertas-kertas kecil berwarna-warni dan bunyi terompet yang bising.

Saengil chukahamnida! Saengil chukahamnida! …”

Enam namjadeul dan empat yeojadeul menyanyikan lagu Happy Birthday untuk Hoya dan mereka mengajak Hoya berjalan ke living room yang diterangi lilin dari birthday cake. Ketujuh namjadeul itu berpose dulu bersama Howon yang memangku cake-nya. Howon memeluk member Infinite satu persatu dan terakhir memeluk adik sepupunya. Hyera, Eunhwa dan Minhwa menyalami Hoya. Mereka duduk mengelilingi meja living room sambil ngemil.

Sunggyu melihat Hyeshin terisak. “Waeyo?”

Hyeshin menghapus airmatanya. Dia melirik Howon yang duduk di sampingnya. “Aku masih ingat perjalanan karir Infinite. Howon Oppa sangat culun. Semuanya tidak keren. bahkan tinggal di rumah jelek dengn atap bocor. Aku bahagia dan terharu karena bisa berada di sini, di hari ulang tahun Oppa. Kini Infinite sudah menjadi boygroup besar dan apartemen ini hasil kerja keras kalian.”

Howon tersenyum dan menyandarkan kepala Hyeshin di pundaknya. “Komawo, Hyeshin-ah. Memang tidak mudah untuk sampai ke sini.”

“Hyeshin Noona pernah menghubungi Howon Hyung waktu kami menerima mendapat kenangan pertama dari Be Mine,” Sungjong teringat momen mengharukan. “Noona waktu itu terisak.”

“Wah, suasana jadi serius,” komentar Woohyun yang duduk di karpet bersama Myungsoo dan Eunhwa.

Minhwa dan Hyera yang duduk di sofa di dekat Sungjong dan Sungyeol melihat tatapan haru dari para namja itu.

Dongwoo bertanya, “Eunhwa-ya, apa kau masih ingat waktu membantu kami bersih-bersih di dorm lama?”

Eunhwa dan Myungsoo saling melirik dan tersenyum. Eunhwa mengangguk dan menatap namjadeul itu satu persatu. Eunhwa bercerita, “Waktu itu pulang sekolah, aku mau mampir untuk meminjamkan catatan pelajaran untuk Myungsoo. Bahkan aku bisa mendengar suara kalian berbincang dari luar.” Eunhwa menerawang, mengingat dorm pertama Infinite, sebuah rumah tua dua tingkat yang hanya punya satu kamar mandi di kawasan Manwondong. Tiba-tiba mata Eunhwa berkaca. “Kalian bahkan harus membersihkan rumah itu sendiri. Aku benar-benar tidak tega waktu itu. Padahal aku mau menagih hutang pada Myungsoo.”

Semua orang tertawa kecil tapi dengan perasaan haru.

Hyeshin kembali buka suara, menyambung kata-kata Eunhwa. “Bahkan waktu itu aku ragu apa mereka bisa menjadi idol tenar.”

Keurae,” timpal Eunhwa. “Aku ikut menangis saat mereka memenangi chart untuk pertama kalinya di Mnet.”

“Aku juga,” ucap Hyeshin. “Setelah itu mereka pindah dari dorm pertama itu.”

Sungjong tersenyum mengingat kenangan itu. Dia sampai speechless dan tak berhenti menangis. Woohyun menyanyikan Be Mine dengan deraian air mata setelah mendapat kemenangan itu. Dongwoo juga tak bisa berhenti menangis dan Myungsoo memeluk Hoya yang juga banjir air mata. Saat itu Sunggyu berusaha tidak menangis selama memberikan pidato kemenangan. Sungyeol tampak paling tegar waktu itu.

Eunhwa merasakan tangan Myungsoo memeluk menggenggam tangan kirinya.

Komawo, sudah mendukungku,” ucap Myungsoo lembut.

“Ah, kenapa kalian membuatku ingin menangis?” protes Sungyeol.

Minhwa dan Hyera yang duduk bersebelahan di sofa juga ikut terbawa suasana. Mereka kini tak hanya sekedar menyukai musik Infinite, tapi mengagumi para namja yang sudah bekerja keras dan melewati hari-hari yang tidak mudah.

“Howon Oppa, semoga tahun ini kalian semakin bersinar dan berkibar dan konser keliling dunia,” ucap Hyeshin.
Howon tersenyum dan mengelus kepala Hyeshin. “Ne. Dengan cinta yang semua orang berikan, itu bukan hal yang mustahil.”
Sunggyu diam dan tersenyum bangga mengingat semua yang sudah mereka lalui. Sungjong berinisiatif mengangkat gelas.

“Ayo kita bersulang untuk Lee Howon Hyung dan Infinite!”

Semua orang mengikuti instruksi si maknae. Mereka mengadu gelas dengan senyuman bahagia.

New age for new challenge!” teriak Hoya.

[Closing song : Infinite “Be Mine”]

•*•*•*•*• 인피니트•*•*•*•*•

THE END

SAENGIL CHUKAHAMNIDA, HOYA, LEE HOWON.
WISH YOU ALL THE BEST AND INFINITE KEEP FLYING HIGHER
♥ _ ♥

Mianhae kalo FFnya geje abis. Tapi udah dikasih warning kalo ini geje 😉
En saya malah ikut terharu di scene terakhir. *Peluk tujuh namjadeul satu-satu*

•*•*•*•*• 인피니트•*•*•*•*•

Behind the scene conversations :
Sungjong to Woohyun : “Hyung, kau dari tadi memperhatikan MyungHwa couple. Iri ya? Makanya jangan punya long distance relationship. Cari saja pacar di Seoul”
Dongwoo to Sungyeol : “Aku ingin punya pacar baru.”
Sungyeol to Woohyun : “Hyung, apa menurutmu Kang Minhwa cantik? Bagaimana kalau aku mendekatinya?” (with his choding smile)
Woohyun to Sungyeol : “Hya, dia seorang Newclear. Bukan Yeollipop.”
Howon to Hyera : “Hyera-ssi. (Tersenyum) Aku sudah terbiasa menghilangkan embel-embel noona.”
Sunggyu to Howon & Myungsoo : “Apa kalian akan membiarkan yeojadeul pulang sendiri malam-malam begini?” (Melirik Eunhwa-Minhwa, Hyeshin-Hyera)
Myungsoo to Sunggyu : “Suruh saja mereka tidur di sini.” (Digetok Sunggyu)

18 comments on “New Challenge [Special Hoya’s Birthday]

  1. aaaa terharu :” scene terakhir ngena banget.
    aku emang suka terharu kalau inget2 perjuangannya infinite diawal2. betapa adorable nya dorm mereka dulu :” trus sampe saat ini, man in love menang dimana2 :” jadi pngen nangis. << maaf komennya random heheh.
    pokoknya suka banget sama ff ini.
    keep cheering for infinite^^9 yay^^
    inspirit?

  2. Nice Ff dan emosional bgt ff ini

    Aq seorang inspirit… aq ngrsa ff km tuh feel na dpt bgt.
    ktika kmu mncrtakn ulng msa dorm lma hingga skrng rsa na ngbuat aq jg ngulng gimna kerasnya hidup mreka smpai saat ini 🙂

    Makasih thor krna dh bikin ff sebgus ini 🙂

    • Annyeong Han Yoo Ri-sii.
      Well, kita punya namkor sama, beda marga *gak nanya*

      Thanks kalo Inspirit suka. Dan yang bukan Inspirit juga merasa bisa sedikit mengenal.
      Padahal tentang dorm lama cuma narasi pendek. Tapi saya bersyukur ternyata feel yang ingin saya sampaikan keluar en nyata. 😥 *Terharu*

      Thanks udah baca dan meninggalkan jejak.
      Please kindly contact me. Aku ingin nambah temen Inspirit. Twit me @LoveyChelsea

    • Annyeong 😉

      Iya ini geje tapi masih normal.
      Hehehe
      Setengah real sisanya fiksi

      iya Dino-nya dikit 😦
      Biasa kan 6 namjadeul itu suka godain leader.
      ㅎㅎㅎㅎ

      Thanks for reviewing

  3. Haha, pas baca ngakak. Ceria bawaannya. Terharu pas baca bagian endingnya. Keren nan kece badai gitu. Penggambarannya pas, jadi bisa banyangin. Daebak, euy ^^
    Jadi, tahu perjuangan Infinite seperti apa. Cuma karena Sica belum familiar ma Infinite, jadi agak bingung yang mana orang2nya yaa hihi #gamparsaya
    Masih perlu belajar yang jelas wkwkwk dalam mengenali orang maksudnya..

    For Gee Eonni, Hwaiting!! 🙂

    • Annyeong Sica 🙂
      Thanks for reviewing

      Iya. Kalo liat mereka bawaan cheers walo gak segila idolku yg lain *nunjuk Beast n 2pm*

      En itu efek artikel dork baru, jd inget dorm lama.
      Hehehe
      Kemenangan Be Mine bikin mereka tinggal di dorm yg lebih baik. En dorm baru yg sekarang lebih baik lagi

      mukanya ga ada yg mirip. Kata mereka, “We have 7 different charms.”
      Jadi gampang buat menghapal meski ga hapal nama.
      ㅎㅎㅎㅎㅎ

  4. Awal baca ff ini bawaannya seneng dan ketawa-ketawa karena kelakuan anak2 Infinite hehe, apalagi pas ada insiden pelukan antara Sunggyu sama Hyesin hahah, sumpah ngakak abis pas bagian itu.. Udah gitu Woohyun yang tebar pesona mulu -.- dan sih Hoya yang masih tetep manggil Hyera Noona -.- uhh kayaknya ga mau ngalah gituu Hoyanya haha.. Eh, tapi pas acara ulang tahun Hoya malah jadi mellow heeheh, terharu aku pas baca perjuangan Infinite, mulai dari mereka tinggal di rumah tua, terus kemenangan lagu Be Mine sampe sekarang jadi terkenal, hebat bener-bener detail dan mengharukan 😀 ahh keren ff-nya 😀
    Nice ff thorr 😀

    • Annyeong Yenni 🙂

      Temanku bilang campur aduk.
      Aku aja ketawa pas nulis part mereka lupa hyeshin disekap di kamar berisi sleeping beauty Sungyeol sampe ke adegan pelukan itu.
      Punggung sungyeol selamat de hantaman tubuh hyeshin ㅎㅎㅎㅎ
      Terus pas part hoya ga yakin hyera lebih muda darinya.
      Let say adegan terakhir itu sejenis refleksi buat Hoya n yg lain. Momen ultah untuk melihat pengalaman masa lalu yg jadi power to fly higher ㅠ_ㅠ

      Thanks for always RCL my ficts 🙂

  5. Gee Onnie….

    Ih…. Kece deh FFnya dan tambah kece karena nama saya nyempil di sana hahahaha…

    Well, baca ini bener-bener bikin Minhwa yang notabene newbie di dunia Inspirit,tahu sedikit banyak perjuangan mereka bisa sampe ke posisi yang sekarang

    Dan, entah kenapa Onnie selalu juara deh dalam hal mengaduk-aduk perasaan reader, di FF ini, kita bisa ngerasain seneng, sekaligus terharu, keren deh *two thumbs up buat Onnie*

    Dan saran saya, biar lebih berasa feel-nya, coba baca FF ini dengan iringan lagu yang tertera di setiap scene-nya, dijamin makin ngena deh 😉

    • annyeong Nana 😉

      Kamsahamnida udah bantu ngepost dan meninggalkan jejak.
      Hehe iya sewaktu nulis part2 awal aku ketawa-ketawa sendiri. Ternyata bisa panjang juga ya nulis yg kay gini. En di bagian akhir, aku juga terharu sendiri. Well, I’m glad kalo rasa haru itu juga didapatkan readers (baca komen2 di lapak). Sebelum nulisnya, aku muter ulang video first winning itu. You need to watch it kalo mau liat Woohyun mewek hehehe.
      Mau menyisipkan lirik tapi bakal memperpanjang jumlah halaman. Lol.

      Thanks for everthing. #hugs and let’s hug them ❤
      Mian baru nyempil cameo dulu

Review Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s