My Heartbeat – Part 3 (End)

@LoveyChelsea My Heartbeat Yeo Jin Gu Kim So Hyun

Last edit by Yongwonhee -130304-

MY HEARTBEAT

[3 of 3]

Teacher : Chelski 이유리 @LoveyChelsea

Genre : Teenage/Drama/Romance

Rate : PG -15

Lenght : 3 parts

Cast

KIM SO HYUN

YEO JIN GOO

Supporting cast :

Boys : Park Gun Tae, Seo Young Joo [May Queen]

Girls : Kim Yoo Jung , Seo Shin Ae

Cameo : Kim Ye Eun [WG Yenny], Park Ji Bin [Child actor, May Queen]

Claime :

  • Remake dari FF dengan judul sama Maret 2011 dengan cast 2PM dan sedikit perombakan.
  • Based on a true story.
  • Apabila ditemukan kesamaan karakter dan kejadian, bukan kebetulan, melainkan disengaja.

Dedication :

  • My best child actress, the cute Kim So Hyun @wowkimsohyun. Thank you very much for your kindness.
  • And my best child actor, the smart Yeo Jin Goo @Actor_Yeo ß Hey, you grow well, I’ve been becoming your fan for almost five years >0<
  • A boy on my past, I don’t know where you are. I pray for you. You’re health and become an adult guy 🙂 handsome guy.

♫ ♪♥my-heartbeat♥ ♫ ♪

Jin Goo terkejut saat menemukan So Hyun di sana. Dia terikat dan menggigil. Jin Goo melepaskan ikatannya. Saat lepas, So Hyun langsung merangkulnya dan menangis.

Kwaenchana….” Jin Goo terkejut kenapa So Hyun bisa seperti ini. Dia memeluknya dan menenangkannya. “Kwenchana, So Hyun-ah.”

Setelah So Hyun lebih tenang, Jin Goo bertanya apa yang terjadi, “Marhaebwa! Kenapa kau bisa berada di sini? Siapa yang melakukannya?”

So Hyun masih sesegukan. “Mereka mengerjaiku.”

“Siapa?” tanya Jin Goo geram.

“Choi Soo Jin dan teman-temannya,” So Hyun menyebut nama seorang siswa yang cukup familiar.

Jin Goo mengenal nama itu. Siswa kelas D yang terkenal karena profesi modelnya.

Wae?”

“Dia salah paham tapi tak mau percaya padaku. Dia menyukai Park Ji Bin sunbae. Dan menuduhku sebagai pacar rahasianya. Ji Bin sunbae mengabaikannya karena sudah punya pacar, siswa kelas 2A. Tapi itu bukan aku,” ungkap So Hyun histeris.

Jin Goo melihat ketakutan masih membekas di wajah So Hyun. Gadis itu juga menggigil. “Kwaenchana. Mereka pasti akan dihukum. Aku akan melaporkannya.”

Jin Goo mengeluarkan botol minuman dari tasnya lalu memberikannya pada So Hyun.

Komawo, Jin Goo-ya,” ucap So Hyun terbata-bata karena tadi tak berhenti menangis sebelum Jin Goo datang.

Jin Goo menatap mata hitam So Hyun. “Kau tahu, aku sangat mencemaskanmu.”

So Hyun memandangnya haru. Dia tersenyum tulus dengan perasaan hangat karena merasa dilindungi.

Jin Goo menatapnya lekat. Tangannya menyentuh pipi So Hyun yang nyaris beku. Jin Goo melotot.

Kwenchana?” tanyanya cemas. Dilihatnya bibir So Hyun gemetaran dan gadis itu hanya menatapnya.

Ini bukan musim dingin tapi cuaca cukup membuat tubuh seseorang menggigil. Di dalam gua kecil itu lembab dan dingin, ditambah kegelapan malam. Dia juga meraih kedua tangan So Hyun yang sama membeku. Dia tidak membawa apapun yang bisa menghangatkan So Hyun. Jin Goo membuka jaketnya lalu memakainya pada So Hyun. Kemudian menarik So Hyun ke dalam pelukannya, menyandarkan kepala gadis itu di dadanya. Dia khawatir So Hyun akan pingsan karena kedinginan.

Mianhae,” ucap Jin Goo khawatir.

So Hyun tersenyum kecil dalam pelukan Jin Goo. “Untuk apa?” tanyanya parau. So Hyun menggenggam erat jaket Jin Goo yang membuatnya hangat.

Jin Goo bisa mencium aroma wangi dari rambut So Hyun. Dia mendekapnya erat tak peduli gadis itu suka atau tidak.

“Maaf karena terlambat. Seandainya kita bersama, aku tak akan membiarkanmu mengalami ini.”

So Hyun tersenyum lagi dan merasa suhu tubuhnya perlahan naik. Kedua tangannya bergerak pelan dan dilingkarkan di punggung Jin Goo. “Kwenchana. Aku senang kau menemukanmu.”

Mianhae karena memelukmu seperti ini. Setidaknya biarkan seperti ini sampai kau merasa sedikit hangat,” ungkap Jin Goo dengan suara yang lebih rendah dan berat. Kedua tangan So Hyun yang melingkari punggungnya membuat jantungnya berdebar lebih cepat sampai terasa agak perih.

Ye. Komawo, Yeo Jin Goo,” ucap So Hyun. Pipinya juga terasa hangat.

Jauh di lubuk hatinya, dia ingin terus berada dalam pelukan bocah itu. Berada dalam dekapan Jin Goo membuat hati dan tubuhnya lebih hangat. Dia menarik  nafas, menghirup kuat udara dari T-shirt Jin Goo yang wangi cologne lembut itu. Telinga So Hyun yang menempel tepat di dada Jin Goo juga bisa mendengar hentakan lembut jantung pemiliknya.

Can you feel my heartbeat?” tanya Jin Goo seolah pikirannya membaca apa yang didengar So Hyun.

So Hyun sedikit tengadah. “Yes.”

It’s beating for you,” ucap Jin Goo pelan diikuti sedikit senyuman.

So Hyun terbelalak. Dan pandangan mereka lagi-lagi terikat dalam satu garis lurus. “Don’t be kidding.”

Jin Goo memegang kedua bahu So Hyun. Mereka bertatapan agak lama. Lalu kedua tangan Jin Goo memegang kedua pipi So Hyun dan menyeka sisa air mata yang tersisa. So Hyun terpaku dalam tatapan mereka yang saling melebur. Ia merasakan seperti ada percikan api menerpa kulitnya.

I’m not kidding. Joahaeyo, Kim So Hyun.

So Hyun terperanjat. Ungkapan itu sangat mengejutkan meski dia sudah curiga kalau Jin Goo memang menyukainya. Belum sempat dia bicara, bibir Jin Goo sudah menutup bibirnya dengan kecupan hangat dan lembut. So Hyun melotot melihat wajah mereka menempel melalui ciuman ringan. Dia melihat wajah tampan Jin Goo begitu dekat dengan mata terpejam.

Hanya bibir mereka yang menempel tanpa gerakan apapun. Tapi percikan kehangatan menjalar dari bibir sampai ke semua sel tubuh mereka. Keduanya bisa merasakan hembusan nafas masing-masing. Getaran-getaran itu memompa darah mereka mengalir lebih cepat.

Close your eyes, give me your hand, Darling.

Do you feel my heart beating?

Do you understand?

Do you feel the same?

Or am I only dreaming?

Or is this burning an eternal flame…?

Jin Goo menjauhkan bibirnya perlahan dan So Hyun membuka matanya pelan.  Mata keduanya kembali bertemu dalam satu garis pandang. Meskipun tanpa kata-kata, tapi  jutaan emosi keluar melalui tatapan itu, mengungkapkan semua kata dalam angan mereka. Keduanya saling menyelam ke dalam pandangan itu.

Jin Goo menyentuh lembut kepala So Hyun. “Kau tampak lelah,” kata Jin Goo.

So Hyun mengangguk dengan seutas senyum tipis. Perasaannya masih berdebar. Bahkan kata-kata terindah pun tak mampu mengungkapkan perasaannya.

Semakin lama, So Hyun jatuh tertidur dan kepalanya bersandar di bahu Jin Goo. Jin Goo menatap wajahnya lekat. Ada raut sedih terukir dari wajah bocah tampan itu. Mata Jin Goo seperti memanas dan tampak mengkristal memandang So Hyun. Entah apa yang membuat perasaannya seperti terluka. Dia mengusap lembut pipi So Hyun.

Never wanna wake up from this night…

Never  wanna leave this moment
Wainting for you only, only you
Never gonna forget every single thing you do
When loving you is my finest hour
Leaving you, the hardest day of my life…

I never wanna leave this moment

♫ ♪♥my-heartbeat♥ ♫ ♪

Kim Ye Eun sedang duduk di pinggir ranjang sambil melakukan panggilan telepon. Setelah mengakhiri panggilan, dia melihat So Hyun yang berbaring di kasurnya membuka mata.

“So Hyun-ah!” panggilnya, “Kwaenchanayo?”

So Hyun melihat sekeliling. Dia ada di kamar aunty-nya di rumah tempat guru menginap. “Kenapa aku di sini?” tanyanya.

“Semalam Yeo Jin Goo menemukanmu dan kau pingsan.” Miss Kim segera mengambil minuman.

“Pingsan?” tanya So Hyun lalu meneguk air mineral itu. Dia mengingat-ingat kejadian semalam. “Jin Goo yang membawaku?” tanyanya.

“Jin Goo menemukanmu. Lalu dia bersama tim pencari membawamu. Dia juga menjelaskan kenapa kau  bisa hilang dan berada di sana.”

“Di mana Jin Goo?” tanya So Hyun.

Miss Ye Eun terlihat sedikit canggung. “Dia sedang ikut kegiatan. Lalu akan bersiap pulang dengan yang lain.”

I wanna see him,” pinta So Hyun.

Andwae. Kau harus istirahat dulu. Gomo tak akan mengizinkanmu keluar.”

So Hyun pun berpikir. Memastikan kalau kejadian tadi malam nyata. Jin Goo mengungkapkan perasannya bahkan menciumnya.

Sampai waktunya pulang, Ye Eun membawa keponakannya itu pulang. Dia tidak bertemu Jin Goo bahkan tidak bisa menghubungi ponselnya.

♫ ♪♥my-heartbeat♥ ♫ ♪

Sepekan setelah acara outdoor itu, So Hyun tak menemukan Jin Goo di sekolah. Bahkan Yoo Jung mengatakan kalau Gun Tae juga tidak tahu. Tak ada siswa kelas 2B yang tahu keberadaan Yeo Jin Goo. Bahkan So Hyun memaksa Kim Ye Eun untuk mencari tahu tapi tak ada hasil.  So Hyun beberapa kali menghubungi ponselnya tapi tak pernah aktif. Dia bingung setengah mati ke mana mencari Jin Goo.

Millionaire say

Got a big shot deal

And thrown it all away but

But I’m not too sure

How I’m supposed to feel

Or what I’m supposed to say

But I’m not, not sure,

Not too sure how it feels

To handle every day

And I miss you love

♫ ♪♥my-heartbeat♥ ♫ ♪

Tiga pekan hampir berlalu. So Hyun yang periang jadi agak pendiam. Saat bel masuk berbunyi, So Hyun selalu diam di luar, berharap melihat Jin Goo masuk kelasnya. Tapi sosok itu tak kunjung tampak.

Ketika terlambat datang ke sekolah, So Hyun teringat saat terlambat bersama Jin Goo. Saat jam olah raga kelas B, So Hyun tak menemukan sosok Jin Goo di manapun, di kelas, di lapangan, di tempat-tempat dia biasa ada. Dan bodohnya, gadis itu berpikir Jin Goo datang dari pintu toilet namja, berpapasan dan berjalan bersama ke kelas. Kenyataannya So Hyun berjalan sendiri. Dan dia memandang hampa kelas 2B dengan mata yang memanas.

Jin Goo-ya, I’m missing you like crazy.

Pulang sekolah, So Hyun jalan-jalan sendiri ke Dongdaemun. Dia melihat ada beberapa siswa lelaki berseragam sama, tapi bukan Jin Goo. So Hyun berjalan sendiri ke jalan sewaktu dia berlari bersama Jin Goo. Dia menunduk lesu. Dia berhenti saat lampu merah untuk pejalan kaki menyala di perempatan. Saat lampu merah ditujukan untuk kendaraan, So Hyun berjalan bersama beberapa pejalan kaki lain. Ketika sampai di seberang, dia menoleh ke belakang, ke tepian jalan yang dia lewati tadi.

Dia ingat kejadian itu. Saat hampir tertabrak dan Jin Goo menarik tangannya lalu memeluknya. Lalu mereka lari bersama.

Kini So Hyun berlari sendiri dan berhenti di depan resto yang dulu ia kunjungi dengan Jin Goo. Dia memesan menu yang sama, sup ginseng dan sup sayuran yang Jin Goo pesan waktu itu. So Hyun memandang mangkuk sup itu. Dia hanya memainkan sendok di mangkuk sup ayam ginsengnya.

Terdengar seperti  suara seorang bocah lelaki mengatakan, “Makan yang banyak ya! Pasti kau lelah karena berlari-lari tadi.”

So Hyun menoleh kiri-kanan. Tak ada yang sedang bicara padanya. Dia seperti mendengar suara Jin Goo. Kata-kata yang sama yang dulu diucapkannya di tempat yang sama. So Hyun menyodok supnya dan memasukan ke mulutnya sampai penuh karena menyadari itu hanya ilusinya. Dia mengunyahnya cepat. Dadanya terasa sangat sesak, matanya memanas dan nafasnya tak menentu. So Hyun menghabiskan supnya sambil meneteskan air mata.

Jin Goo-ya, where are you?

So Hyun keluar dari resto itu dan berdiri di tepi jalan menunggu taksi. Ia melihat bayangan Jin Goo menghentikan taksi dan membukakan pintu. Tapi saat masuk ke dalam taksi, So Hyun duduk sendiri. Sosok Jin Goo tadi lagi-lagi hanyalah ilusinya.

So Hyun mengeluarkan ponsel. “Jin Goo-ya… Yeo Jin Goo…” panggilnya sayup-sayup sambil memandang foto Jin Goo di di ponselnya.

Pertahanan So Hyun roboh, dia menangis di sana dengan perasaan sesak dan pilu. Sakit, kesal, marah, luka, semua melebur jadi satu dan terungkap lewat tetesan airmata yang keluar tanpa suara sedikitpun.

Haru tto haru na salagadaga
Geudae ireumae tto neunmuli namyun
Na chameulsoo upseo ireokhe uteulsoo upseo
Tto geudae ireum bulleobonda

(Hari demi hari seperti aku hidup. Aku menangis setelah mendengar namamu. Aku tak bisa bertahan, aku tak bisa teratwa seperti ini. Aku mencoba memanggil namanya lagi.)

♫ ♪♥my-heartbeat♥ ♫ ♪

193492385074F48D471F26

Keesokan harinya di sekolah menjelang jam pulang, Seo Shin Ae mengirim pesan untuk So Hyun.

So Hyunah, Young Joo ingin bicara denganmu. Berdua. Dia menunggumu di taman dekat lapang bola.

So Hyun sangat penasaran dan dia segera menuju tempat itu. Di sana, dia menemukan Park Gun Tae, Seo Shin Ae dan Seo Young Joo . Lalu Shin Ae  dan Gun Tae meninggalkan Young Joo bersama So Hyun.

“Ada apa?” tanya So Hyun to the point.

“Tentang Jin Goo.”

Ye?” tanya So Hyun. “Kau dapat kabar darinya?”

Young Joo menatap So Hyun dengan perasaan bersalah. Dia bicara dengan nada pelan. “Jeongmal mianhae. Kami tak punya maksud menyembunyikannya darimu.”

So Hyun menaikan alis, “Siapa yang kau maksud kami?”

“Aku, Gun Tae dan Shin Ae. Jin Goo menyuruh kami menjaga rahasia ini, keundae kami tak tega padamu.”

So Hyun menatap bocah tampan itu serius, “Ada apa sebenarnya?” ungkap So Hyun pelan dan dadanya mendadak bergemuruh. Mendapati firasat tidak baik.

Bocah bertampang dingin itu menunduk, menghindari tatapan So Hyun yang mengintimidasi. “Jin Goo menyembunyikan sesuatu tentang dirinya.”

Jin Goo punya penyakit jantung sejak SMP.  Semua guru sebenarnya sudah tahu. Beberapa bulan ini, penyakitnya bertambah parah. Jadi dia tidak diperbolehkan olahraga berat dan terlalu lelah. Bahkan ayahnya sendiri tidak tahu tentang penyakit Jin Goo. Ibunya sengaja menyembunyikannya dengan alasan jelasnya yang Jin Goo sendiri kurang tahu. Ibunya hanya mengatakan kalau ayah Jin Goo akan kecewa dan sedih. Saat menemukan So Hyun di gua, sebenarnya Jin Goo juga pingsan. Dia langsung dibawa ke rumah sakit. Waktu itu semua orang melarang dia ikut mencari So Hyun, tapi dia memaksakan diri dan memohon-mohon.

Nafas So Hyun terkecat kuat. Oksigen yang dia hirup sulit sekali masuk ke sistem pernafasanya. Tenggorokannya serasa kering dan berat dan hujaman panah tajam menancap di ulu hatinya.

Young Joo menatap So Hyun yang mengekspresikan lara. “Itulah kenapa dia jarang ikut praktek olah raga. Tak pernah dihukum kalau telat. Dan saat terlambat bersamamu, dia terlambat karena kembali ke rumah untuk mengambil obat yang ketinggalan. Dia selalu bercerita, setiap kalian bertemu, jantungnya yang lemah itu berdegup kencang dan berdebar lebih keras. Kadang dia tidak tahan kalau kau memandang matanya. Saat dia lari bersamamu di sore hujan itu, dia mengeluhkan jantungnya sakit dan tiga hari absen. Kau tahu? Dia kadang-kadang  mengikutimu. He’s a stalker,” cerita Young Joo itu makin membuat So Hyun seperti tak menapak.

Gadis itu kehilangan semua energi tubuhnya. Tangannya gemetaran. Tapi Seo Young Joo perlu mengatakan semuanya pada So Hyun. Agar gadis itu tahu keadaan Jin Goo.

“Yeo Jin Goo pernah membayar makananmu di restoran bulgogi.  Dia juga yang memberikanmu hadiah di toko buku. Saat di Dongdaemun, dia bukan tidak sengaja bertemu denganmu. I said he’s a stalker. Dia yang sengaja mengikutimu.”

Kini, bermili-mili air mata yang sudah mengkristal di mata So Hyun meleleh pelan menuruni pipinya. Penuturan Young Joo membuatnya speechless.

Young Joo merasa bersalah. Tapi dia harus melakukannya. Karena selama ini Jin Goo menahan perasaannya sendiri. “Kau tahu kapan dia mulai menyukaimu?” tanyanya tapi So Hyun bisu dengan tetesan air matanya. Young Joo melanjutkan, “Saat melihatmu di Tony Moly store. Tapi dia tak pernah ingin menunjukkannya langsung padamu. Kalau kau sering menerima kiriman permen dan cokelat, itu perbuatannya.”

Bibir So Hyun terbuka sedikit. Semua yang dikatakan Young Joo benar-benar membuatnya terkejut. Dia tidak siap menerimanya. “Wae?” tanya So Hyun dengan suara berat yang keluar setelah melewati rantai yang mencekik tenggorokannya

Ye?” tanya Young Joo.

“Kenapa aku?”

Senyuman tipis membuat wajah dingin Young Joo sedikit manis, “Apa cinta bisa memilih? Kupikir ia hinggap dan berkembang setelah rasa kagum pada seseorang muncul.”

So Hyun hanya  bisa terus membiarkan air matanya menuruni pipi putihnya. “Sekarang dia di mana?”

Jeongmal molla.”

Geojtimal,” umpat So Hyun dengan suara serak.

Young Joo  menatapnya iba, “Kalau aku tahu, aku akan memberitahumu. Terakhir bertemu sepekan lalu. Aku dan Gun Tae dipanggil ibunya, sewaktu dia masih di rumah sakit Seoul. Tapi keesokannya sudah pergi dan tak ada yang memberitahu kami ke mana.”

So Hyun menatap langit dan semakin merasakan matanya panas dan sakit menerpa relung jiwanya. Young Joo  mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Sebuah paper bag biru seukuran notebook.

Young Joo menyerahkan paper bag itu pada So Hyun. “Jin Goo bertanya tentangmu. Dia mengatakan kalau kau mencarinya, aku harus memberikan ini padamu,” ucap Young Joo dengan suara serak karena dadanya sesak. Sedih dengan nasib sahabatnya dan teenage love  mereka yang tak semanis peribahasa. Dia pun memilih pergi, memberi ruang private pada So Hyun.

Kini So Hyun duduk sendiri termenung di taman pinggir lapangan bola itu. Dia membuka kantong itu, ada sebuah kotak kecil berwarna maroon dan selembar kertas biru yang terlipat rapi. So Hyun membuka kotak itu. Di dalamnya hanya ada sebuah jam tangan yang cantik dan tampak mahal. Sepertinya kotak itu untuk sepasang jam. So Hyun membuka lipatan  kertas warna baby blue dan tulisan tangan pena bertinta navy.

Dear So Hyun,

Will you please forgive me? Karena membuatmu jatuh cinta padaku. Seharusnya dari awal aku tak pernah menunjukan perasaaanku. Seharusnya aku tak pernah berusaha mendekatimu karena mungkin akan membuatmu terluka. Dulu aku bertahan karena menyukaimu. Bagai mengharapkan mentari di malam tak berujung.

Akhirnya aku tak bisa menahannya sendiri. Bertahan atau tidak, aku tetap merasakan sakit. Keundae, bersamamu aku merasa seperti tak setengah hidup. Di dekatmu, aku bisa tahu bagaimana rasanya punya pohon berbunga dalam tubuhku. Sayangnya aku tidak boleh terlalu bahagia dan terlalu sedih, dua hal yang akan dialami siapapun yang jatuh cinta. Saat kita berdekatan, jantungku sering berdebar hebat kadang menakutkan, membuatku takut akan meledak.

            Kim So Hyun, my shining star, khamsahamnida. Kau membuatku mengalami lagi bagaimana rasanya berlari cepat. Sesuatu yang ingin kulakukan sejak lama. Ingin bermain sepak bola 2x 45 menit di lapangan bola sekolah, ingin ikut sprint, ingin fitness dan punya abs 😀

Maafkan keegioskanku yang ingin menyuruhmu jangan mencintaiku. Aku menyuruh diriku sendiri berhenti berada di sekitarmu, I’VE TRIED HARD BUT I COULDN’T. Aku ingin di sisimu dan melindungimu, tapi ini pun tidak bisa.

             Meskipun jantungku berdebar perih, it’s beating for you. Karena kau membuatnya lebih hidup dengan debaran yang lebih kencang.

            Tapi aku juga tak mau memberimu harapan. Jangan menungguku, So Hyun-ah. Aku tak tahu kita bisa bertemu kembali atau tidak. Kalau aku tak bisa kembali melihatmu dan memelukmu, aku ingin kau ingat satu hal. That I love you with every beat o my heart.

 

Live Happily forever,

Your JIN GOO

So Hyun menjauhkan kertas surat warna biru itu  dari tetesan airmatanya. Dia menutup kedua matanya dengan telapak tangan. Ia tak tahan meledakan tangisan. Pikirannya kalut dan terasa perasaannya sakit perih tak terperi. Bahunya berguncang dan dia terisak.

Yoo Jung segera mendekatinya dan duduk di sampingnya. Yoo Jung  memeluk sahabatnya itu. Lama So Hyun menangis dan menggigit bibirnya sendiri karena ingin menjerit. Setelah agak reda, Yoo Jung  membantunya mengeringkan wajah. Yoo Jung  mengambil kotak maroon yang berisi jam tangan itu.

“Gun Tae  pernah bercerita, Jin Goo membeli sepasang jam tangan. Dia ingin memberikannya kalau menembakmu dan kalian akan memakai jam yang sama. Kalau tidak salah, ada tulisan di baliknya.”

So Hyun membuka kotak itu, ada sebuah kartu kecil :

Karena jam tangannya jelek, Kim So Hyun jadi sering terlambat.

So Hyun tersenyum perih setelah membacanya. Dia membalikan lingkaran jam itu, dan ada ukiran tulisan:

Pulse of My Heart

Gidarineun nareul wae moreu sinayo
Eoneu gyejeol mada nan gidari neunde
Geujeo sori eobsi ulsurog seoreowo seoreowo
Dora wayo naui geudaeyeo
Moreu sinayo..

Chan baram bureo oni
Geudae saenggage nunmul jitne
Insa eobsi tteona sideon nal
Geurium man dugo gane

[Trans] Why don’t you know me who is waiting? Whatever season it is, I am waiting
I just silently cry, I’m sad, I’m sad. Come back my dear. Don’t you know?

Since the cold wind blows. Tears are shed at thoughts of you.
The day you left without saying farewell. You only left me with longing

♫ ♪♥my-heartbeat♥ ♫ ♪

~~~~THE END~~~

Credit Songs :

  • Luna & Krystal : 불러본다
  • Bangels/980/Atomic Kitten : Eternal Flame
  • The Corrs feat Alejandro Sandz : The Hardest Day of My Life
  • Silverchair : Miss You Love
  • Davichi  : 모르시나요 (OST Iris 2)
Advertisements

25 comments on “My Heartbeat – Part 3 (End)

  1. Aduh ngenes bget nasib sohyun… Smg ad squel kelanjutanya ya… Msh tdk rela,hehehe kalo boleh. Ceritanya feel.nya dpt,critanya jg g berbelit2,alur jg g muter2.bahasanya jg mudah d’pahami.mksh tor ceritany menyentuh,walau sering baca sad story tp enth knp bisa kebawa suasana pas baca.thx’s

    • Annyeong!

      Wah, pasti baca di blog tetangga ya?
      Banyak perombakan sana sini tapi intinya sama.
      Saya memang ga ngirim lagi sequelnya. Dulu karena males edit kekekeke

      Kamsahamnida
      😀

  2. maaf lg baru komen di sini. 😀
    authooor.. aku suka ceritanya^^ gaya bahasanya bagus, jd enak dibacanya. n feelnya dpt. trus castnya jg serasi, walau aku lebih suka yoojung sih. hehe
    ini endingnya masih gantung thor.. kalu mau baca sequel versi 2 pm nya dimana yah? 😀

    • Annyeong

      Nde mereka serasi, kalo liat fan meeting sama interview2 gitu, YeoHyun adorable banget
      Mereka pada gebet best child actor & actress, Yoojung & Guntae juga

      Kalo sequel, keknya mesti rombak cast kaya gini tapi figurnya 2pm 😉

      Komawo RCLnya

  3. Huwaaaa… Daebak seonsaengnim!!!!!! Ceritanya manis, mellow,and sad ending… sukses bikin nangis hehe… epilogue mungkin? 🙂
    Keep Writing yaa…^^

  4. Onnie…. Beneran deh, pagi ini lagi-lagi Nana harus meneteskan airmata… Dan ini semua gegara Onnie hiks…

    Jin Goo-nya ngga meninggalkan? Jin Goo-nya pasti balik lagi, kan? Should I ask you to make a sequel for this story?

    Itu kata-kata “Can you feel my heartbeat?” dan “It’s beating for you,” bener-bener so sweet… Gombal sie, cuman manis. Bisa bikin cewe-cewe mewek dengernya

    Udah ah, Nana mau lanjutin nangisnya… *tarik tissue*

    • Annyeong, Lil Sista…
      Wah sorry for making U cried.

      Jin Goo (in real) aku ga tau dia ke mana n bagaimana.
      Semoga aja dy sehat en jadi namja (dulu kan boy)

      Sequel??
      Udah ada koq
      Sejak ini post original version, temen2 yg baca mewek.demo minta sequel. Seengganya kalo Jin gu meninggal, jelas.
      ㅎㅎㅎㅎ

      Listen to my heartbeat, it’s beating for you » nyatut lirik 2pm heartbeat 😉
      Malah judul sequelnya I’ll be back
      Coz aslinya FF 2PM

      Thanks for reviewing and I’m glad if you got the feeling « kek judul lagu

  5. teacheeeeer ,kenapa harus sad endiiiiiing ??
    *nangis* T.T
    tapi jujur suka cerita ini pake banget ,haha 😀
    selamat buat ceritanya yg sukses bikin saya cengo(?) karna endingnya meleset dari perkiraan saya..haha
    akan ada epiloguenya kah?

Review Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s