NAM STAR

Nam Star Poster

NAM STAR

Teacher     : Chelski @LoveyChelsea

Genre       : Romance

Length         :  One Shoot

Rated          :  PG-17

 

Casts :

  • NAM WOOHYUN  [INFINITE]
  • KIM DASOM [SISTAR]

Annyeong haseyo!
Sebenarnya FF ini disiapkan buat ulang tahun Woohyun kemarin. Tapi ga sempat finished on time TT_TT
Happy birthday, Nam Woohyun, Namu, NamStar.
╔╗╔╗╔╦══╦══╦╗╔╦╗╔╦╗╔╦══╗
║║║║║║╔╗║╔╗║╚╝║╚╝║║║║╔╗║
║╚╝╚╝║╚╝║╚╝║╔╗╠╗╔╣╚╝║║║║
╚════╩══╩══╩╝╚╝╚╝╚══╩╝╚╝

·•ㅡ·*.。*/♫.*★˚˛*˛°.˛Nam Star*.˛°˛.*★♫\*˛.* ˛•ㅡ·•

Dasom POV

Lagu Avri Lavigne, I love you, terdengar melalui I-pod yang akan memutar lagu secara shuffle. Serpihan kristal berwana azzuri, putih dan bening disusun sedemikian rupa pada papan bidang ukuran 7”. Butiran kristal itu teramat kecil sehingga jemari sepasang tanganku harus benar-benar tepat untuk membentuk lukisan mini. Aku memunguti mereka dengan pinset mini.

“Huh!” beberapa kali aku mengeluh tapi keinginanku begitu kuat, menyelesaikan lukisan kristal ini.

Untuk menaikan semangatku menyelesaikannya, kulirik sebuah figura berisi foto saat upacara kelulusan SMA bersama seorang sahabat, Nam Woohyun. Pria tampan dan manis yang menyebut dirinya Nam Star.

Woohyun memberitahuku kalau Nam Star-nya berwarna putih dan cemerlang seperti kristal, menyinari langit azzuri. Saat itu, terpikir olehku untuk membuat NamStar bagi sahabatku itu.

Kulirik kertas bergambar design lukisan imajinasi Woohyun itu. Langit berwarna biru cerah, daratan putih, sebuah pohon yang juga putih, sebuah bintang yang berbentuk seperti potongan belimbing dan titik-titik bening lainnya membentuk sebuah rasi bintang. Aku sudah berusaha menyelesaikannya akhir-akhir ini di tengah kesibukan studiku di New York Fashion School.

Lagu Avril sudah berakhir. Aku tersenyum mendengar intro lagu lain yang mulai mengalun. Aku bernyanyi bersama para lelaki yang menyanyikannya. Tapi saat memasuki bagian chorus, aku memilih diam menyimak namja yang menyanyikannya.

Na sori opsi bullobonda

Geude jigeum giokhamyo bullobonda geude

Ijeuryogo noryokhedo geude

Ne mam gatji aneun-gol almyonsodo

 

Oh Nam Woohyun, akankah kau menyanyikan sebuah lagu hanya untukku seorang?

·•ㅡ·*.。*/♫.*★˚˛*˛°.˛Nam Star*.˛°˛.*★♫\*˛.* ˛•ㅡ·•

Woohyun POV

“Aku sibuk, Woohyun-ah. Besok aku baru bisa menemanimu makan malam,” ungkap Dasom yang sedang duduk di atas cabang sebuah pohon.

Aku duduk di sampingnya, bisa menatap wajahnya dengan jelas, “Ayolah!” pintaku sambil memasang aegyo andalan yang bisa membuat Inspirit menjerit. “Besok adalah malam istimewa untukku. Kita kan sudah lama tidak bertemu.”

Dasom menatap langit di depannya. Kami duduk di atas pohon di bukit kecil sekitar kompleks tempat kami tinggal. “Tidak bisa.”

“Bukankah kau ingin makan malam di Gureum Cafe? Noeul cafe, Aritaum Seonyu cafe, Rainbow cafe, 8th Street views. Pokoknya kau begitu gila dengan night view cafes di sekitar Hangang.”

Dasom mengukir senyum tipis. Tentu saja karena pernyataanku menggoda. “Tapi jangan terlalu awal, ya. I told you, I’m busy. I have something urgent to do.”

Aku tertawa senang dan mencubit gemas kedua pipi chubby Dasom, “Komawo, Dasom-ah.”

Stop! It’s hurt!” keluh Dasom.

Sudah lama sekali kami tak bersama seperti sekarang. Aku berterimakasih pada Tuhan karena mengirim yeoja ini pulang ke negara kelahirannya meski hanya sepekan. Ini menjadi hadiah terisimewa bagiku.

·•ㅡ·*.。*/♫.*★˚˛*˛°.˛Nam Star*.˛°˛.*★♫\*˛.* ˛•ㅡ·•

Author POV

Woohyun mengajak Dasom memilih dinner di Noeul Cafe, sebuah restoran di atas floating island Dongjak Bridge, dekat Banpo Bridge. Di lantai lima bangunan itu, terdapat teras outdoor, tempat yang excellent untuk menikmani night view Sungai Han, Dongjak bridge, Banpo Bridge bahkan Hangang birdge dari jauh. Dari Noeul cafe, mereka bisa melihat cahaya gemerlap dari N Seoul Tower dalam temaram malam.

Obrolan selama menyantap main course membahas kesibukan masing-masing. Woohyun yang mengeluhkan kesibukannya berkarir bersama Infinte sekaligus kuliah sampai tak punya waktu kencan. Dasom juga sibuk dengan studinya dan kegiatan magangnya di sebuah butik milik perancang ternama.

Saat suasana hening, Woohyun sesekali menatap yeoja cantik di depannya itu. Pemilik wajah kecil berbentuk oval dan tapi dengan pipi agak chubby itu tampak sangat cantik dengan senyum hangatnya. Sepasang alis tebal dengan bentuk lurus natural memayungi mata indahnya yang terbingkai eyeliner tipis. Polesan natural flawless make up semakin membuatnya tampak seperti dewi. Ketika Dasom bebricara, mata Woohyun menatap sepasang bibir yang dipolesi lipstik nude dengan sedikit lipgloss itu. Woohyun menikmati detik-detik saat dia tertawa bahkan saat perempuan berambut cokelat sebahu itu mengekspresikan rasa kesal.

Dasom juga dibuat gemas oleh namja tampan yang sangat cute itu. Suara berat dan sengaunya membuat telinga Dasom ingin terus mendengarnya. Woohyun berkali-kali melontarkan candaan.  Dasom juga berkali-kali mencubit pipi namja itu dan menggodanya dengan cerita lucu semasa sekolah. Saat mereka bercanda, Dasom tampak menjawil hidung Woohyun bahkan mengacak rambutnya. Padahal Woohyun sampai memanggil hairstylist demi penampilannya malam ini.

Tak terasa main course sudah mereka lewatkan dan kini mereka menyantap makanan penutup. Belgian waffle yang dipilih Dasom pun menemani percakapan mereka.

“Kapan kau kembali ke NY?” tanya Woohyun mulai serius.

Dasom mengambil sedikit waffel. “The day after tomorrow. Why? Do you miss me a lot?” tanyanya lalu menyuapkan dessert itu.

·•ㅡ·*.。*/♫.*★˚˛*˛°.˛Nam Star*.˛°˛.*★♫\*˛.* ˛•ㅡ·•

 

About 04.00 am before the dawn, at a valley in Bukhansan

Woohyun dan Dasom berdiri dengan kaki yang sesekali bergerak mengusir kebekuan. Di hadapan mereka membentang kawasan berbukit dan lereng yang masih gelap. Langit di ujung timur tak terlalu hitam, pertanda ekor matahari sudah membiaskan cahayanya.

“Mana Nam Star-mu?” tanya Dasom.

Woohyun terkekeh. “Bintangku belum muncul.”

Keureom, kita tunggu saja mataharinya. Bagaimana kalau kau menyanyi saja? Before the dawn?” Dasom menyebut lagu yang sesuai dengan sekarang.

Woohyun terkekeh. “Ah, kenapa lagu itu? Boleh menyanyi yang lain?”

Dasom mengangguk.

Woohyun mengeluarkan dua headset. Dia memasangkan satu di telinga kanan Dasom dan satu di telinga kirinya. “Ini hanya musiknya. Lagunya akan kunyanyikan.”

Dasom tertegun mendengar intro lagu yang dia dengar. Salah satu lagu pop ballad favoritnya semasa remaja. Perasaannya bergetar lembut mendengar Woohyun mulai menyanyi.

When the vision around you

Bring all that surround you

You are the secret and the lies

I’ll be your strength

I’ll give you hope

Keeping your faith when it’s gone

The one you should call was standing here all along

 

And I will take you in my arms

And hold you right belong

Till the days my life is through

This I promise you

               

Sesekali Woohyun mentap Dasom lembut, kadang matanya tertuju pada langit dan namja itu menyanyikan lagunya sungguh-sungguh. Getaran yang dirasakan Dasom semakin meluas. Desiran-desiran lembut terhantar saat mereka bertatapan.

Di bagian refrain terakhir, tangan Woohyun meraih tangan Dasom .

 

Just close your eyes, each loving day

And know this feeling won’t go away

Every word I say is true, this I promise you …

Dasom mau memberinya applause tapi tangannya masih tergenggam hangat dalam pelukan tangan Woohyun. Gadis itu tersenyum hangat.

That’s marvellous!” pujinya tulus. “You’re really Nam Star.”

“Thank you,” respon Woohyun. “May I have a good morning kiss?” ungkapnya dengan sedikit aegyo.

Dasom mendesah kesal dan membuang muka. Dia mau melepaskan tangannya tapi Woohyun malah mengenggam tangan kanan gadis itu dengan kedua tangannya.

“Kim Dasom! Setelah tak memberiku apapun di malam istimewa tadi, setidaknya beri aku sesuatu, huh?” Woohyun memohon sambil menarik-narik tangan Dasom.

“Nam Woohyun, aku bukan yeoja yang bisa mudah dirayu dengan sebuah lagu.”

Ara,” tegas Woohyun. “Aku hanya ingin kau memberiku sesuatu di pagi istimewa ini.”

Karena Dasom diam, Woohyun menarik lengannya dan membuat tubuh Dasom tertarik ke dalam pelukannya. Woohyun tersenyum saat tubuh mereka menempel dan wajah mereka berdekatan.

I’m not kidding, Kim Dasom,” ucapnya lembut sambil memejamkan mata pelan.

Perasaan Dasom berdebar tak karuan dalam posisi itu. Meskipun selama ini hanya hubungan persahabatan yang terjalin di antara mereka, tapi Woohyun tetap punya tempat istimewa dalam dirinya. Dia melihat wajah tampan di hadapannya dengan mata tertutup.

‘Apa aku juga punya tempat istimewa di hatimu, Woohyun-ah?’ batin yeoja itu sambil mendekatkan wajahnya.

Dia menatap lekat wajah Woohyun. Mata, hidung, bibir. Dasom ingin mengecup bibir namja itu. Dasom memejamkan mata begitu wajah mereka sangat dekat bahkan bisa saling merasakan hembusan nafas masing-masing. Dasom mengecup lembut pipi Woohyun. Dia menahannya agak lama dan merasakan kedua lengan Woohyun melingkar erat punggungnya.

Dasom menarik pelan kepalanya dan mendapati Woohyun tersenyum manis. Gadis itu merasa ingin menunduk saja. Dia malu dan perasaannya tidak jelas.

Thank you,” ucap Woohyun.

Dasom hanya membalasnya dengan segaris senyum. Dia merasakan satu tangan Woohyun mendorong lehernya dan wajah mereka kembali berdekatan. Tak butuh waktu lama untuk mempertemukan bibir mereka. Dasom terkejut merasakan bibir Woohyun menempel di bibirnya. Apalagi ketika bibir Woohyun mencumbu lembut bibirnya. Perlahan menghisapnya lembut dan mengajak bibir Dasom untuk merespon. Dasom memejamkan mata, menikmati semua ini. Kebekuan di seluruh tubuhnya mendadak sirna, terusir kehangatan yang meletup melalui dekapan erat Woohyun dan ciuman lembutnya.

Saat mentari menampakan diri di langit timur, Woohyun masih berdiri sambil mengenggam erat tangan kanan Dasom. Dia tersenyum bahagia saat itu.

Saengil chukae, Nam Woohyun,” ucap Dasom lembut.

Woohyun menoleh, disuguhkan sesuatu yang tampak seindah sunrise, wajah yeoja yang punya tempat istimewa di hatinya dihiasi senyum kecil namun tampak menawan.

“Aku ingin mengucapkannya saat matahari mengantar hari ini untukmu,” lanjut Dasom.

Senyuman yang lebih bahagia diukir oleh bibir Woohyun. Dia menarik Dasom ke dalam dekapannya. “Komawo, Dasom-ah.”

·•ㅡ·*.。*/♫.*★˚˛*˛°.˛Nam Star*.˛°˛.*★♫\*˛.* ˛•ㅡ·•

Woohyun bangun tengah malam. Dia pergi ke living room yang diterangi cahaya remang-remang sambil menenteng sebuah benda. Mini board hadiah dari Dasom. Dia duduk di sofa dan memandang benda itu di pangkuannya.

Woohyun selalu tersenyum setiap menatap benda itu, hadiah teristimewa dari orang istimewa. Woohyun menyentuh lukisan serpihan kristal itu dengan jemari tangan kanannya. Benar-benar seperti apa yang ada di pikirannya : pemandangan langit azzuri dengan sebuah bintang bening yang terang. Baru tadi siang Dasom kembali ke Amerika, Woohyun merasa merindukannya. Tapi dia tahu, jarak tak membuat mereka jauh.

·•ㅡ·*.。*/♫.*★˚˛*˛°.˛Nam Star*.˛°˛.*★♫\*˛.* ˛•ㅡ·•

Songs :

Infinite – Voice of My Heart

N’Sync – This I Promise you

Advertisements

17 comments on “NAM STAR

  1. asjgmadm maaakk ini dae to the bak. Daebak abisss. Gatau tadi lg pengen baca ff si namu, eh search aja ama dasom, taunya nemu ini kaya laahaulaa this is so sweet even more, authornim thanks a lot buat persatuin wh dasom di karya yg sangat bagusmu, its perfect, suka, 2 thumbs up :)))

  2. Onnie… Baru sempet komen, entah kenapa kok jadi cemburu sama Dasom *loh siapa saya? hahahaha*

    Hei, Nam Star, dirimu sukses yah memporak-porandakan hatiku, dan sekarang kau berhasil mencuri perhatianku dari Joongki Oppa, Tabi, dan tentunya kakek tua yang sedang wamil hahahahaha… Dan ini semua tidak terlepas dari peran serta Gee Onnie, yang sudah ‘meracuni’ saya beberapa hari ini dengan virus Infinite-nya, selamat Onnie, Onnie berhasil hahahahaha

    Satu hal yang Nana suka dari tulisan Gee Onnie adalah, setting tempat selalu jelas, dan itu tentu saja jadi pelajaran buat Nana, yang jarang membuat setting tempat yang jelas seperti Onnie ini… Salut deh sama Onnie ^^

    • ㅎㅎㅎㅎ
      Tahan berapa lamakah Nam Woohyun berLDR-ria?
      Apalagi dikomporin MyungHwa dan yang lain?
      Yg mesti saya pikirkan, gmn cara menghilangkan cinta semacam ini. Dasarnya mirip Myunghwa tapi beda #beuh ngalilieur.
      Yasuds, akan saya ikuti jalan aja.

      Kebetulan katanya si Namu ini paling manis dan pandai mencuri perhatian yeoja. Jadi ini lebih romantis drpd myunghwa.

      Thanks for reviewing. Welcome to Newclear world. ㅎㅎㅎ

      • Ngga akan lama mengingat ada makhluk manis berlabel Kang yang muncul ㅋㅋㅋㅋㅋ *ditakol sama Gee Onnie*

        Cinta yang muncul di antara sahabat emang udah sering banget Onnie, tapi entah kenapa ngga pernah bosen hehehehehehe

        Oh My Teuk, makin aja luluh lantak nie hati sama namja manis yang jago mencuri perhatian *salah satu kelemahan Minhwa heheheheh*

  3. bukan inspirit sih, tapi suka aja baca ff yang castnya infinite. selain infinite juga deng haha..
    yeey repost ff-nya beast & infinite^^ ditunggu loh 🙂

    • Doojun menemukan Yoori, usaha + kebetulan + takdir.
      Usaha karena DJ niat banget masuk NIS demi menyeliki Trafficking yang mengorbankan Yoori.

      Kebetulan dan takdir bertabrakan di bandara London. Terus usaha lagi nyari Yubi. Akhirnya bisa ketemu….
      Waaah Doojun daebak!
      Bener2 cape en lama 😀

  4. kyaa sweet banget ya mereka.. saling mendem perasaan yang sama. bahkan dasom sampe bikin lukisan itu spesial buat woohyun.
    feel-nya dapet banget, dagdigdug sendiri bacanya masa..
    ditunggu next paper-nya^^

    • Annyeong

      #menyapa Jihan untuk kedua kalinya
      😀

      Kamsahamnida udah baca paper geje saya
      Udah ada paper lain masih nangkring di draft. Tinggal dipost belakangan. ㅋㅋㅋㅋ
      Belum yg lama mw direpost. Terutama beast n Infinite 🙂

      Woohyun yang manis bikin Dasom romantis dengan bikin lukisan itu 😉

      Inspirit kah?

      Salam

  5. Annyeong, Gee Eonni ^^
    Oh, pertama baca romantis banget.. mereka berdua bersahabat, ternyata diam-diam saling menyimpan perasaan.. hehe

    kalo orang Jawa bilang ‘Tresno jalaran seko kulino’ Cinta karena terbiasa.. Jadi, gak heran dua sahabat ini saling cinta.. 🙂
    Sedih juga pas Dasom pergi ke NY, tapi kayaknya itu gak buat Woohyun sedih coz dia dah dapet hatinya Dasom wkwk..

    Ok, ditinggu paper selanjutnya.. Keep writing, Eon ^^

    LOVE

    • Annyeong juga 😉

      Nde, cinta datang karena terbiasa.
      Terus akan terasa ketika jauh

      Woohyun ga sedih, karena tahu Dasom merasakan hal yang sama.

      Kamsahamnida for helping and reviewing this story

Review Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s