[Freelance] I’m (Really) Tired

photo009

Title: I’m (Really) Tired

 

Author: Tiarawr

 

Main Cast:

  • Kang Minhyuk CNBLUE
  • Krystal Jung f(x)
  • Kang Jaehun OCs

 

Support Cast:

  • Jung Yonghwa CNBLUE
  • Lee Jonghyun CNBLUE
  • Lee Jungshin CNBLUE
  • Choi Minhwan FTISLAND
  • Kim Jibum OCs

 

Genre: Romance, friendship, marriage life, family

 

Length: Oneshot

 

Rated: PG-17

 

Author’s Note: Cerita ini cuma fiktif. Ini ff kedua aku. Udah pernah dipublish di ffcnblueindo.wordpress.com Mianhaeyo kalo masih ngaco dan aneh. Mian juga kalo ada penggambaran tokoh yg kurang sesuai di hati reader.  Ff ini udah aku edit semoga nggak ada typo-nya. Tapi kalo masih ada mohon dimaafkan hehe. Happy reading chingudeul ^^

 posting by gaemsha

***

 

Normal pov

 

Yonghwa menghentikan kegiatan menyanyinya dan memandang ke arah belakang studio. Suara tabuhan drum terdengar menghilang di antara suara gitar dan bass. Ia memandang ke arah Minhyuk yang sedang memejamkan matanya. Tersirat rasa lelah di wajah dongsaengnya itu.

“Ya! Minhyuk! Ada apa denganmu? Mengapa seharian ini tabuhan drummu itu tidak pernah seirama dengan kami?” omel Jonghyun yang sepertinya juga sudah merasa lelah namun masih bersemangat.

Yang diomeli hanya memejamkan mata dan menyandarkan tubuhnya pada dinding di belakangnya. Minhyuk memijat-mijat pelipisnya seolah-olah berusaha untuk mengusir rasa lelah yang singgah di dirinya. Ia sama sekali tidak berniat untuk meladeni omelan hyungnya yang memang sangat bersemangat saat latihan seperti ini.

“Kau baik-baik saja Minhyuk?” tanya Yonghwa.

Minhyuk membuka kedua matanya dan tersenyum terpaksa.

“Aku baik-baik saja hyung,” jawabnya berbohong. Sebenarnya tangannya sudah lelah karena sejak 6 jam yang lalu tak henti-hentinya menabuh drum. Tapi ia tidak berani membantah perintah hyungnya untuk berhenti latihan karena comeback mereka sudah dekat.

“Di wajahmu itu seperti ada tulisan aku-sangat-lelah,” Yonghwa mencoba bercanda. Ia memang sangat mengenal Minhyuk dan sudah jelas dongsaengnya itu sedang berbohong.

Minhyuk terkekeh. Ia meletakkan stik drumnya dan menyeka peluh di dahinya.

“Aku hanya sedikit lelah dan merindukan Krystal juga Hunnie hyung. Sudah seminggu ini aku tidak menemuinya,” aku Minhyuk jujur.

Jungshin dan Yonghwa tertawa. Sementara Jonghyun terlalu asyik membetulkan senar gitarnya daripada mendengarkan keluh kesah Minhyuk. Ia terlalu excited karena sebentar lagi mereka akan kembali menghibur Boice di atas panggung.

“Aku juga rindu pada keponakanku yang tampan itu, Minhyuk. Aigo yang sudah memiliki istri dan anak, aku jadi iri denganmu,” tukas Jungshin.

Minhyuk hanya tersenyum melihatnya. Ia merindukan Krystal dan Jaehun lebih dari apapun. Jadwal padat CNBLUE membuatnya sulit untuk menemui mereka berdua. Rasa lelah yang mendera membuat perasaan rindu itu makin memuncak.

“Hyung, carikan aku istri, jebal,” rengek Jungshin.

“Ya! Kau cari saja sendiri! Aku bahkan belum memiliki istri, aish,” Yonghwa mengacak-acak rambutnya.

“Hyung, kau nikahi saja istri palsumu saat di WGM dulu SNSD Seohyun. Dan berikan aku satu keponakan lagi, tapi aku ingin keponakanku yang ini adalah yeoja,” tukas Jungshin.

Yonghwa melempar topi yang ia pakai ke Jungshin. Sedangkan yang dilempari hanya senyam-senyum sambil mehrong.

Minhyuk tertawa melihat Jungshin yang memang selalu sukses membuatnya tertawa.

Jonghyun yang dari tadi hanya diam akhirnya buka suara, “Ya! Kang Minhyuk! Jangan tertawa saja! Betulkan dulu permainan drummu! Dua hari lagi kita comeback!”

Minhyuk menghentikan tawanya, “Nde hyung.”

Kalau yang menegurnya itu adalah Jungshin mungkin Minhyuk sudah membalas omelannya. Namun Minhyuk masih menghormati Jonghyun sebagai hyungnya. Bagaimana tidak? Dalam keadaan yang lelah seperti ini lalu dimarahi pasti membuat siapapun akan tersulut emosinya. Tapi bukan Minhyuk namanya kalu tidak pandai menyembunyikan amarahnya.

“Hyung ayo kita mulai lagi latihannya,” kata Jonghyun.

“Baiklah, semua siap?” tanya Yonghwa.

Tuk!

Baru satu menit tapi stik drum itu sudah terlepas dari genggaman tangan Minhyuk.

Jonghyun menghentikan permainan gitarnya dan menoleh ke belakang.

“Minhyuk! Seriuslah sedikit!” omel Jonghyun lagi.

“Mian hyung, aku sudah lelah,” kata Minhyuk dengan napas terengah-engah.

Aneh, padahal ia hanya bermain selama semenit tapi kenapa napasnya sudah tersengal-sengal seperti ini?

“Kau ini harus profesional, Minhyuk! Drummer macam apa kau ini? Ingat comeback kita dua hari lagi! Apa kau mau mengacaukan semuanya hah! Kau lelah? Aku juga lelah, kita semua lelah! Tapi inilah yang namanya kerja keras!”

Jonghyun menendang sound system yang ada di dekat mereka. Ia memang akan sangat marah bila ada seseorang yang merusak moodnya disaat ia sedang serius berlatih.

“Sudahlah Jonghyun, mungkin Minhyuk memang sudah lelah. Baiklah, latihan hari ini kita sudahi dulu, ayo kita pulang!” ucap Yonghwa berusaha meredam ketegangan diantara mereka.

 

***

 

Minhyuk mengendarai mobil putihnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Untungnya jalanan kota Seoul sudah sepi. Tidak banyak orang yang berlalu-lalang di jalan. Jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari dimana kebanyakan orang sedang menjelajah dalam mimpi indah mereka.

Minhyuk baru saja selesai latihan bersama CNBLUE tapi ia sama sekali tidak berniat untuk pulang ke dorm. Pikirannya sedang buntu.

Minhyuk lelah dengan semua rutinitasnya. Sangat lelah. Setiap hari hanya bertemu dengan studio, latihan, kamera, fans, dan itu-itu saja. Ia lelah dengan itu semua! Ia ingin istirahat! Ia hanya manusia biasa yang butuh istirahat dan berkumpul dengan keluarganya.

Kelelahan itu akhirnya memuncak. Ia ingin ‘melarikan diri’ walau sebentar saja.

Minhyuk mengarahkan mobilnya ke arah barat laut Seoul. Tujuannya saat ini hanya satu, yaitu Ilsan.

 

***

 

Minhyuk tersenyum memandangi sosok mungil di dalam box bayi.

Jaehun sedang tertidur dengan lelapnya. Bibirnya yang sedikit terbuka membuatnya terlihat seperti malaikat kecil. Selimutnya sedikit tersingkap dan tidak menutupi tubuh bocah laki-laki itu. Dengan lembut Minhyuk menarik selimut itu agar menutupi tubuh putranya dengan sempurna.

“Hunnie-ya, appa sangat merindukanmu,” bisik Minhyuk sambil mengecup kening anaknya.

Minhyuk menahan dirinya untuk tidak menggendong tubuh mungil itu walaupun ia sangat ingin melakukannya—karena bisa saja Jaehun terbangun. Ia lebih memilih untuk mengamati wajah Jaehun sampai puas, mengecupnya penuh sayang sekali lagi lalu beranjak untuk membersihkan diri.

 

***

Krystal pov

 

Kurasakan ada tangan besar yang memeluk pinggangku dari belakang. Kutengok dan kudapati wajah tampan suamiku tengah tersenyum dengan mata terpejam. Sejak kapan dia ada disini?

“Minhyuk oppa? Kenapa ada disini?” bisikku bingung. Aku berbalik dan memeluk namja yang sangat kucintai itu. Jujur, aku merindukannya. Sangat merindukannya.

Minhyuk oppa menggeliat pelan dan membuka matanya.

“Wae chagi? Ini kan rumahku, apa aku tidak boleh tidur sambil memeluk istriku di rumahku sendiri?” bisiknya.

“Aniyo, bukan itu maksudku oppa,” aku terkekeh mendengar jawaban asal-asalannya.

Jari-jariku berpindah ke pipinya yang halus. Menelusuri wajahnya yang Lovely Gazes bilang sangat imut. Ada sedikit rasa lelah di wajahnya.

“Bukankah oppa seharusnya tidur di dorm…”

Minhyuk oppa tersenyum dan membuka matanya. Sepasang mata sipit itu menatap mataku dalam. Tangannya yang hangat kembali merengkuhku lebih erat ke dalam pelukannya. Ia menelusupkan kepalanya diantara leherku.

“Sstt. Biarkan aku tidur dan memelukmu seperti ini, aku lelah,”

Aku tersenyum mengerti. Aku paham jika Minhyuk oppa sudah memeluk dan berkata seperti ini berarti ia memang sudah sangat lelah dan tidak ingin diganggu.

“Baiklah, oppa. Good night, honey!” kukecup puncak kepala Minhyuk oppa sebelum akhirnya ikut memejamkan mata.

***

Normal pov

 

Yonghwa berjalan mondar-mandir di ruang tengah dorm dengan gelisah.

“Ya hyung! Berhentilah mondar-mandir seperti itu. Kau membuatku pusing!” protes Jonghyun yang sedang menonton tayangan comeback CNBLUE.

“Aku bingung memikirkan Minhyuk. Semalam ia tidur di mana? Kenapa ia meninggalkan dorm tanpa kabar? Leader macam apa aku ini yang tidak mengetahui keberadaan membernya? Apa kata Emotional Angels kalau mereka mengetahui hal ini? Aish…”

Jungshin melempar pandangan Yonghwa-hyung-mulai-lagi-dengan-kata-kata-puitisnya pada Jonghyun. Dan pemuda berdimples itu membalasnya dengan tatapan abaikan-Yonghwa-hyung.

Yonghwa mencoba menghubungi Minhyuk lagi namun yang didapatinya adalah operator yang mengatakan bahwa nomor Minhyuk tidak menjawab panggilannya.

“Aish anak ini…”

Yonghwa mengacak-acak rambut pendeknya dengan tidak sabar.

“Sudahlah hyung, mungkin dia sedang di rumahnya di Ilsan. Semalam kan dia bilang kalau dia sangat merindukan Krystal dan Hunnie, bukan?” celetuk Jungshin.

“Aku tahu itu, tapi kan setidaknya ia bisa mengabari kita? Meninggalkan pesan? Tidak dengan kabur seperti ini? Aigo bahkan ia sudah menjadi seorang appa tapi mengapa tingkahnya masih kekanak-kanakan seperti ini!”

“Nanti juga ia pulang sendiri hyung, kau seperti tidak tahu Minhyuk itu seperti apa?” kata Jungshin mencoba berpikir positif.

Yonghwa membenarkan kata-kata Jungshin. Mungkin benar semalam Minhyuk benar-benar lelah dan kini sedang menemui keluarganya. Mungkin ia hanya terlalu khawatir. Tapi Yonghwa sangat mengenal dongsaengnya itu. Selelah-lelahnya Minhyuk, seletih-letihnya dia, ia pasti akan meminta izin kepadanya kalau ingin pulang. Ia merasa ada yang tidak beres.

Jonghyun mematikan televisi dan bersiap-siap untuk berangkat ke studio. Kalau berhubungan dengan latihan, Jonghyun memang yang paling bersemangat.

“Hyung, benar apa yang dikatakan Jungshin, nanti juga Minhyuk akan pulang sendiri. Lebih baik kita latihan lagi! Kajja!”

***

 

Krystal tersenyum memandang dua sosok yang sedang asyik bermain mobil-mobilan di ruang tengah. Dua sosok yang sangat dicintainya. Tawa riang sesekali menghiasi rumah mungil itu.

“Oppa, ayo makan dulu. Aku sudah membuatkan makanan kesukaanmu,” ajak Krystal.

Mereka makan malam bersama dalam suasana yang menyenangkan. Sudah lama sekali Krystal dan Minhyuk tidak makan malam bersama seperti yang mereka lakukan saat ini. Maklum, kehidupan Minhyuk sebagai drummer CNBLUE memang terkadang tidak memungkinkan baginya untuk bisa berkumpul dengan keluarganya setiap hari.

Sesekali keduanya tertawa karena polah Jaehun yang lucu. Anak itu benar-benar menjadi pelengkap kebahagiaan bagi Minhyuk dan Krystal. Rasa lelah Minhyuk bisa hilang dalam sekejap hanya karena melihat bocah yang itu tertawa.

Kehidupanku benar-benar sempurna, batin Minhyuk.

“Oppa, kapan oppa kembali ke Seoul? Seingatku minggu ini jadwal CNBLUE comeback bukan?” ujar Krystal sambil memasuki kamar.

Minhyuk meletakkan Jaehun yang sudah tertidur dengan hati-hati di box bayinya. Sepertinya Jaehun sudah lelah bermain sehingga ia langsung tertidur begitu selesai makan.

“Molla,” jawab Minhyuk asal sambil mengecup kening Jaehun.

”Kenapa kau menanyakan hal itu chagi? Apa kau tidak senang kalau aku pulang?” tanya Minhyuk. Ada sedikit nada tidak suka yang didengar Krystal.

Krystal menghampiri Minhyuk yang sepertinya merasa tersinggung dengan pertanyaannya. Entah kenapa sejak pulang ke rumah suaminya itu sensitif sekali. Mudah marah. Apalagi bila ia bertanya tentang hal-hal yang ada kaitannya dengan CNBLUE.

“Aniyo, aku sangat senang oppa pulang. Jangan marah oppa, aku kan hanya bertanya,” ujar Krystal. Ia memeluk pinggang Minhyuk dari belakang.

“Aku tidak marah chagi dan aku mohon untuk saat ini saja jangan ingatkan aku dengan hal-hal yang berhubungan dengan CNBLUE. Aku sedang sangat jenuh dengan ini semua,” Minhyuk melepaskan pelukan Krystal dan berbalik.

Minhyuk merengkuh wajah Krystal dan menatap mata Krystal dalam. Mencari-cari sumber ketenangan yang biasanya ia temukan di kedua mata milik istrinya.

“Yang aku butuhkan saat ini hanyalah sebuah ketenangan. Yaitu berada disini dan menghabiskan waktu bersamamu dan Hunnie, arachi?”

Krystal tersenyum lalu mengangguk.

Minhyuk berbalik dan merebahkan diri di kasur.

Sepertinya benar, suaminya itu sedang ada masalah.  Kepulangan Minhyuk ke Ilsan yang tiba-tiba tanpa memberitahu terlebih dahulu menandakan kalau ia sedang memiliki masalah. Bahkan ia tidur duluan, sama sekali tidak mengajak Krystal.

Masalah apa yang sedang mengganggu pikiranmu oppa? Batin Krystal.

 

***

 

Comeback CNBLUE sudah dua jam yang lalu, tapi Minhyuk belum juga memunculkan dirinya di backstage Music Core.

“Hyungdeul, aku pergi dulu. Aku masih ada jadwal lain,” kata Minhwan sambil membungkuk.

“Nde, gomawo Minan,” jawab Jonghyun sambil menatap kepergian labelmatenya itu.

CNBLUE comeback tanpa Kang Minhyuk. Manajer CNBLUE terpaksa mengatakan pada Boice kalau Minhyuk sedang sakit dan digantikan oleh Minhwan dari FTISLAND.

Rasanya memang aneh melihat CNBLUE tampil tanpa Minhyuk, tapi apa boleh buat? Manajemen tidak mau mengambil resiko dengan membatalkan comeback mereka.

Untungnya Minhwan sudah sering berlatih bersama Minhyuk sehingga ia bisa sedikit menyesuaikan tabuhan drumnya itu dengan lagu terbaru CNBLUE.

“Hyung, apa Minhyuk sudah bisa dihubungi?” tanya Jungshin pada Yonghwa.

Yonghwa tidak menggubris perkataan Jungshin. Ia sibuk berkutat dengan ponselnya untuk menghubungi Minhyuk.

“Sedang apa anak itu? Kalau sampai aku melihatnya akan kuhajar dia!” kata Jonghyun sambil mengepalkan tangannya.

Tadinya Jonghyun tidak ambil pusing ketika Minhyuk mengeluh kalau ia lelah. Toh Minhyuk memang terbiasa mengeluh kalau ia terlalu memaksa untuk latihan. Dan ia hanya menganggap itu sebagai sesuatu yang biasa—dalam artian itu hanya keluhan sementara dan dalam waktu singkat akan kembali pada keadaan semula—.

Namun apa yang dilakukan Minhyuk kali ini benar-benar membuatnya marah. Tidak hadir di latihan kemarin masih bisa ditolerir oleh Jonghyun. Tapi kali ini Minhyuk bahkan sampai tidak hadir di dalam comeback mereka. Itu sudah sangat keterlaluan.

“Apa kata Boice ketika melihat Choi Minhwan di belakang drum? Bukan Kang Minhyuk!” omel Jonghyun lagi.

Jungshin hanya bergidik ngeri melihat Jonghyun. Hyungnya ini kalau sudah marah benar-benar seperti singa lepas.

Pintu ruang ganti CNBLUE terbuka dan muncullah sosok yang dua hari ini membuat mereka galau.

“Annyeong, mian aku terlambat,” kata Minhyuk datar.

“Ah, annyeong Minhyuk! Akhirnya kau datang juga!” kata Jungshin.

“Ah, baru saja aku hendak menghubungi Krystal, tapi sepertinya tidak usah,” ucap Yonghwa senang.

Jonghyun yang sedang dilanda emosi sama sekali tidak merasa senang dengan ramah tamah yang terjadi diantara 3 orang sahabatnya itu. Ia langsung mendatangi Minhyuk dan menarik kerah baju dongsaengnya itu. Belum pernah ia semarah ini kepada Minhyuk.

“Darimana saja kau hah? Tidak datang saat kita comeback! Apa kau mau membuat CNBLUE hancur?”

BUK!

Minhyuk tersungkur. Jonghyun yang mantan atlet judo ini memukulnya tepat di wajah.

“Jonghyun hyung!” teriak Jungshin. Ia terkejut akan perlakuan Jonghyun ke Minhyuk. Ia membantu Minhyuk untuk berdiri.

“Ya! Lee Jonghyun! Apa yang kau lakukan?” Yonghwa berusaha memegangi Jonghyun. Dongsaengnya yang satu ini benar-benar tidak bisa berpikir dengan kepala dingin bila sudah dikuasai amarah.

“Lepaskan aku hyung! Aku mau memberinya pelajaran karena telah mengacaukan comeback kita!” omel Jonghyun lagi.

“Kendalikan emosimu Jonghyun, ingat banyak paparazzi di sekitar sini!”

Minhyuk menyeka darah yang menetes dari sudut bibirnya. Ia memandang ketiga sahabatnya itu bergantian.

“Maafkan aku! Aku hanya merindukan istri dan putraku. Maafkan aku, hyung…” ucap Minhyuk sambil tertunduk. Berharap agar sahabat-sahabatnya ini mengerti akan keadaannya.

“Kalau sikapmu terus-terusan seperti ini, bersikap seperti anak kecil, jangan salahkan aku bila suatu saat nanti kau akan dikeluarkan dari CNBLUE!” teriak Jonghyun.

Nafas Minhyuk tercekat mendengarnya. Biasanya Minhyuk bisa menahan amarahnya dan memaafkan orang yang telah menyakiti hatinya. Namun tidak dengan kali ini. Bermacam-macam amarah yang telah ditahannya membuat Minhyuk hilang kendali. Terlebih kata-kata Jonghyun barusan yang begitu menusuk hatinya.

“Kalau kalian ingin mengeluarkan aku, silahkan! Asal kalian tau, aku juga sudah lama ingin keluar dari band ini!” Minhyuk berbalik.

BLAM!

Minhyuk membanting daun pintu keras-keras. Bukti bahwa dirinya benar-benar marah atas perlakuan yang diterimanya. Ia bahkan menyebut CNBLUE dengan ‘band ini’ daripada menyebut namanya langsung.

Jungshin ingin mengejar Minhyuk tapi ditahan oleh Yonghwa.

“Biarkan saja dulu, dia saat ini sedang benar-benar marah. Tak akan ada gunanya bila kita membujuknya sekarang,”

***

 

Hari sudah gelap ketika Krystal mendapati Minhyuk yang lima jam lalu baru saja pergi kini sudah berdiri di depan pintu rumah mereka. Penampilannya sungguh berantakan. Rambutnya acak-acakan, wajahnya seperti orang yang tengah memikul beban yang sangat berat, dan sudut bibirnya lebam.

“Astaga oppa!” Krystal langsung memapah tubuh suaminya itu dan membawanya ke kamar.

Krystal tidak habis pikir. Bagaimana bisa suaminya yang terkenal paling rajin bersih-bersih di CNBLUE menjadi berantakan seperti ini? Tentunya ada suatu hal yang menyebabkan Minhyuk menjadi berubah drastis.

“Oppa kenapa? Siapa yang berbuat seperti ini pada oppa? Ceritakan padaku sayang,” ucap Krystal lembut sambil mengobati luka di bibir Minhyuk.

Butuh 2 menit bagi Minhyuk untuk menjawabnya.

“Tidak sekarang chagi, aku sangat lelah,”

Minhyuk memejamkan matanya. Ia sama sekali tidak berniat untuk menceritakan masalahnya itu kepada istrinya. Bukannya tidak mau, melainkan tubuhnya sudah memberi sinyal baginya untuk diam saja.

Krystal menyadari hal itu. Sepertinya saat ini bukanlah saat yang tepat baginya untuk meminta Minhyuk untuk menceritakan masalahnya.

Krystal membalut luka di sudut bibir Minhyuk dengan kain kasa dan plester lalu mengecup bibir dingin itu.

“Baiklah sudah selesai. Oppa mau mandi? Kusiapkan air hangat ya?”

 

***

 

Normal pov

 

Malam ini keempat namja itu duduk melingkar di meja makan. Mereka mengadakan rapat darurat. Kursi yang biasa diduduki Minhyuk kini ditempati oleh manajer Kim. Mereka sedang mendiskusikan jalan keluar untuk masalah Minhyuk tanpa harus melibatkan manajemen.

“Jadi, jelaskan padaku. Masalah apa yang sedang menimpa Minhyuk? Sampai-sampai ia berkata akan meninggalkan CNBLUE?” tanya manajer Kim.

Jonghyun dan Jungshin melemparkan pandangan kau-saja-yang-menceritakannya-hyung pada Yonghwa.

Yonghwa menghela nafas.

“Baiklah. Sebenarnya masalahnya sepele hyung, Minhyuk hanya lelah dan terlalu rindu dengan keluarganya. Kau tahu hyung, diantara kita berempat hanya dia yang sudah menjadi appa? Lalu istrinya yang mantan member f(x)—Krystal—tidak tinggal di Seoul sejak ia melahirkan? Melainkan di Ilsan?”

Manajer Kim mengangguk.

“Tetapi jadwal CNBLUE yang terlalu padatlah yang tidak memberikan kesempatan bagi Minhyuk untuk menemui keluarganya,”

Yonghwa terdiam. Ia memandang Jonghyun. Ia menimbang-nimbang apakah insiden Jonghyun-memukul-Minhyuk kemarin harus diceritakan juga?

Jonghyun menggeleng seolah-olah ia menjawab apa yang dipikirkan oleh Yonghwa.

“Lalu?”

“Sepertinya kemarin itu adalah puncak dari emosi dan rasa lelah yang dipendamnya. Lagipula kemarin ada sedikit kejadian tidak terduga yang menyulut emosinya sehingga Minhyuk bersikap seperti itu. Dan hyung, Minhyuk saat ini sudah menjadi seorang appa, apalagi anaknya juga sedang lucu-lucunya. Aigo aku jadi merindukan keponakanku yang satu itu. Dan yah aku yakin ia sedang sangat ingin menghabiskan waktunya dengan bermain bersama Hunnie. Aku jamin seratus persen Minhyuk sama sekali tidak ingin keluar dari CNBLUE hyung,”

Yonghwa menyandarkan tubuhnya dan mengakhiri penjelasannya.

“Bolehkah aku memberikan pendapatku hyung?” ucap Jungshin.

“Ya, silahkan Jungshin,” jawab manajer Kim.

Jungshin memandang Yonghwa dan Jonghyun bergantian. Mereka berdua mengangguk dan mempersilahkan Jungshin untuk berbicara.

“Seperti yang kita tahu, selama 9 tahun ini Minhyuk bersama CNBLUE ia selalu mengikuti aturan yang ada. Dalam arti ia disiplin, selalu menghadiri latihan, menulis lagu dan tetap bersikap profesional. Bahkan setelah menikah dan memiliki anak, Minhyuk tetap berada di CNBLUE dengan semua kemampuan luar biasanya. Ia bahkan rela tidak menemui istri dan anaknya dalam waktu yang lama ketika kita harus menjalani tour di luar negeri. Kalau itu aku, mungkin aku tidak bisa melakukannya.

“Jadi yang ingin kukatakan adalah, sepertinya saat ini kita memang harus memberikan sedikit kelonggaran untuk Minhyuk. Biarkan setiap akhir minggu ia pulang untuk berkumpul bersama istri dan anaknya. Selama ia masih bisa mengikuti latihan dengan CNBLUE, kenapa tidak? Karena kata appaku akan sangat berat bagi seorang appa bila ia tidak menemui anaknya yang masih seusia Hunnie dalam waktu yang lama,” kata Jungshin.

“Ya, apalagi Minhyuk ini masih muda hyung. Emosinya masih labil,” tiba-tiba Jonghyun menambahkan. Ia teringat akan dirinya yang dengan jahatnya memukul Minhyuk sampai berdarah. Ia melakukan itu juga karena ia sedang tersulut emosi, sama seperti Minhyuk.

Jonghyun sangat mengutuk dirinya yang setega itu memukul Minhyuk. Ia juga tidak bisa memaafkan dirinya sendiri bila dongsaeng yang sangat disayanginya itu sampai benar-benar meninggalkan CNBLUE—meninggalkan mereka.

“Jadi yang seharusnya kita lakukan sekarang adalah berikan waktu sebentar bagi Minhyuk untuk berkumpul bersama keluarganya. Aku yakin hal itu yang sekarang ini sangat dibutuhkan Minhyuk,” ucap Yonghwa.

“Apa tidak sebaiknya kita menemuinya di rumahnya untuk membicarakan hal ini?“

“Tadinya kami juga berencana begitu hyung. Tapi saat kami menelepon saja dia sudah menolaknya. Bagaimana kalau kita datang kesana? Kita pasti akan diusir oleh mereka hyung,” kata Jungshin.

“Nanti aku akan menelepon Krystal agar ia mau membujuk Minhyuk untuk kembali pada kami hyung. Minhyuk pasti akan mendengarkan kata-kata istrinya,” jawab Jonghyun mantap.

Manajer Kim mengangguk-angguk mengerti.

“Ara, aku mengerti. Kalau begitu jalankan saja rencana kalian. Aku mau kalian mengusahakan yang terbaik untuk CNBLUE sehingga aku tidak perlu melibatkan orang manajemen. Aku juga akan mengatur ulang jadwal CNBLUE agar kalian bisa libur dalam tiga hari ini untuk menyelesaikan masalah Minhyuk,” jelas manajer Kim.

“Gomawo hyung, aku akan mengusahakan yang terbaik,” ucap Yonghwa.

 

***

 

Krystal pov

 

Kuletakkan handphoneku di meja makan. Baru saja Jonghyun oppa meneleponku dan menceritakan masalah yang sedang menimpa Minhyuk oppa.

Aku sedih dan terkejut mendengarnya. Aku tidak menyangka Minhyuk oppa bisa mengeluarkan pernyataan untuk keluar dari CNBLUE? Bagaimana bisa? Ia sendiri yang mengatakan kepadaku kalau CNBLUE itu adalah impiannya sejak kecil dan juga ‘selingkuhannya’ yang paling ia cintai.

Oppa, seberat itukah masalahmu sampai-sampai kau tidak bisa menceritakannya padaku?

Jonghyun oppa juga mengatakan kalau Minhyuk oppa mendapat jatah libur tiga hari dari manajemen. Oppa bilang aku harus memanfaatkan waktu tiga hari ini dengan sebaik-baiknya mengingat libur ini lumayan panjang untuk sebuah band yang sibuk seperti CNBLUE.

Kalau begitu besok pagi aku akan mengajaknya jalan-jalan. Hitung-hitung untuk menyegarkan pikiran sekaligus piknik keluarga. Karena kami bertiga memang sangat jarang untuk bisa pergi bersama.

Pintu kamarku terbuka dan Minhyuk oppa keluar dari kamar sambil mengeringkan rambutnya yang basah.

Kusambut ia di meja makan dengan senyum termanis yang kupunya. Eomma bilang seorang istri yang baik akan selalu tersenyum untuk suaminya dalam keadaan apapun. Terlebih saat suaminya sedang mendapatkan masalah. Dan hal itulah yang sedang aku terapkan saat ini.

“Sudah lebih segar oppa?”

Minhyuk oppa mengangguk dan tersenyum.

Hening menyelimuti ruang makan. Wajah Minhyuk oppa sangat serius seperti sedang memikirkan sesuatu.

“Krys…” panggil Minhyuk.

“Nde oppa?”

“Hunnie sudah tidur?”

“Sudah oppa,”

“Kalau begitu suapi aku,”

 

***

 

Minhyuk pov

 

Aku mengganti-ganti channel televisi untuk mencari-cari acara gosip. Bukan berarti aku suka bergosip seperti para yeoja tapi aku sedang mencari kabar tentang comeback CNBLUE. Yah walaupun saat ini aku sedang tidak ingin memikirkan bandku tapi bukan berarti aku tak peduli sama sekali bukan?

Ternyata manajer hyung sangat pintar, karena berita yang kutangkap adalah aku yang sedang sakit dan digantikan sementara oleh Minhwan FTISLAND. Boice sama sekali tidak tahu tentang insiden pertengkaran kami. Hmm manajer hyung benar-benar daebak! Oh ya gomawo karena telah menggantikanku Minan, kapan-kapan akan kutraktir kimbap.

Kumatikan televisi dan beranjak menuju kamar. Kotengok Hunnie yang sedang tidur dengan damainya. Wajah menggemaskan itu selalu bisa membuatku tersenyum bahagia tak peduli seberat apapun masalah yang datang.

“Gomawo karena kau telah hadir di dalam hidup appa. Mimpi yang indah sayang, good night,” kukecup kening Hunnie. Kuambil selimut bergambar Thomas And Friends itu dan menyelimuti tubuhnya agar tetap hangat.

Di mana eommanya?

Kuedarkan pandanganku ke seluruh kamar dan kudapati yeoja yang sangat kucintai itu sedang berada di balkon. Ia sedang menikmati indahnya langit malam. Satu kebiasaannya yang belum berubah sejak kami menikah.

Aku berjalan mendekat dan langsung memeluknya.

“Minhyuk oppa! Kau mengagetkanku saja!” pekik Krystal.

Aku terkekeh lalu meletakkan kepalaku di pundak Krystal. Ikut memandangi langit Ilsan bersamanya.

“Siapa suruh lebih memilih memperhatikan langit malam dibanding memperhatikan suami sendiri huh?”

Aku memutar tubuh Krystal hingga kini aku bisa melihat wajah cantik istriku.

“Mian oppa, oppa kan tahu aku suka lupa diri kalau sudah memandangi langit malam,” Krystal tersenyum sambil menatap mataku. Senyum yang cukup mencurigakan.

“Wae chagi?” kukecup bibir mungilnya.

“Oppa, kita kan tidak pernah jalan-jalan bertiga dengan Hunnie. Jadi, bagaimana kalau besok kita jalan-jalan ke pantai? Mumpung oppa disini,”

Nah kan, senyumnya tadi rupanya berarti lain. Tapi ada benarnya juga ajakan Krystal. Aku bisa refreshing untuk melupakan masalahku sejenak. Yeoboku ini memang benar-benar mengerti kalau aku sedang butuh refreshing.

“Bagaimana? Mau ya oppa? Jebal…” Krystal merajuk. Menggemaskan sekali. Aku jadi ingin mengerjainya.

“Nde, besok kita bertiga jalan-jalan.”

“Jinjjayo? Gomawo oppa! Saranghae!” Krystal terlonjak senang dan mengecup pipiku.

“Tapi tidak gratis. Ada syaratnya chagi,”

Senyum di wajahnya langsung memudar dan digantikan dengan wajahnya yang cemberut. Aigo manis sekali.

“Masa sama istri sendiri ada syaratnya, oppa?” Krystal menunjukkan aegyonya.

“Syaratnya mudah kok,” kataku sambil tersenyum penuh arti.

Keningnya berkerut lucu.

“Aku ingin menyentuhmu malam ini,” bisikku pelan yang dalam sedetik mampu membuat wajah Krystal memerah. Sungguh pemandangan yang sangat indah dan aku menyukainya lebih dari apapun.

Krystal tersenyum manis sekali sambil menunduk. Semburat merah di pipinya itu benar-benar menggoda hasratku sebagai laki-laki.

“Malam ini aku hanya ingin menghabiskannya bersamamu chagi, may I?”

Krystal mengangguk malu-malu sebagai jawabannya.

 

***

 

Normal pov

 

“Hunnie-ya, anak eomma yang tampan, pagi ini kita akan jalan-jalan ke pantai,” Krystal mengajak Jaehun berbicara saat memakaikan baju kepada putranya.

Jaehun menatap Krystal saat eommanya itu berbicara padanya. Sesekali anak itu tertawa saat mantan lead vokal f(x) itu bernyanyi untuknya. Anak itu seperti mengerti kalau acara jalan-jalan kali ini akan menyenangkan karena appanya akan ikut serta.

“Kali ini kita jalan-jalannya bersama appa, bukan bersama Jessica ahjumma atau halmeoni-harabeoji, bagaimana? Anak eomma senang?”

Lagi-lagi Jaehun tertawa riang. Hal itu membuat Minhyuk yang mengawasi dari ambang pintu kamar tersenyum. Melihat putra dan istrinya tertawa bahagia seperti ini merupakan momen yang sangat berharga bagi dirinya. Ia bersumpah bahwa tidak ada hal yang lebih ia inginkan kecuali melihat dua permata hatinya itu tertawa.

“Minhyuk oppa! Kenapa oppa senang sekali membuatku kaget? Oppa ingin aku terkena penyakit jantung hah?” omel Krystal pelan saat Minhyuk tiba-tiba memeluknya.

Jaehun tertawa dan Minhyuk terkekeh melihat anaknya menertawakan Krystal yang sedang mengomel.

“Chagi, kenapa lama sekali?”

“Oppa seperti tidak tahu yeoja saja, peralatan kami saat ingin berpergian itu lebih banyak daripada kalian para namja,” Krystal memakaikan jaket bergambar Cars kepada Jaehun.

“Tidak usah repot-repot berdandan. Kau itu selalu cantik di mataku Krys. Neomu neomu yeppeo, Jung Soojung,”

Mau tidak mau wajah Krystal memerah mendengar kata-kata gombal dari Minhyuk.

“Pagi-pagi sudah gombal. Aku tidak mau Hunnie jadi tukang gombal seperti appanya,”

Minhyuk tersenyum nakal dan mendekatkan bibirnya ke telinga Krystal.

“Lima menit lagi tidak selesai, yang tadi malam akan terulang lagi pagi ini, bagaimana?” Minhyuk mengecup daun telinga Krystal sebelum beranjak meninggalkan kamar.

“Minhyuk oppaaaaa!” omel Krystal sementara Minhyuk hanya tertawa mendengarnya.

 

***

 

Tak terasa hari sudah menjelang sore. Semburat jingga mulai menghiasi langit. Angin dingin yang berhembus menunjukkan bahwa suhu disini sudah mulai turun. Tanda hari akan segera berganti menjadi malam.

Krystal yang sudah lelah bermain pasir dengan anak dan suaminya kini memilih duduk di kursi malas yang terletak di pantai. Ia tersenyum memandang kedua namja yang sangat dicintainya itu.

Minhyuk dan Jaehun seperti tidak kehabisan tenaga untuk bermain. Mungkin mereka tahu bahwa saat-saat seperti ini tidak akan datang sesering yang mereka inginkan. Maka itu mereka berusaha semaksimal mungkin menikmati waktu yang ada.

Saat ini Minhyuk yang sedang mengajak Jaehun ke bibir pantai. Anak itu tertawa riang setiap kali jari-jari kakinya menyentuh air.

Aku senang melihat oppa bisa tertawa riang seperti ini, batin Krystal.

Handphone Krystal berdering, ternyata Yonghwa meneleponnya.

“Yoboseo oppa,”

“…”

“Kami sedang jalan-jalan di pantai. Minhyuk oppa sedang bermain air dengan Hunnie,”

“…”

“Nde, nanti aku akan mencoba berbicara dengannya. Kemarin Jonghyun oppa juga sudah memberitahukan hal ini kepadaku,”

“…”

“Nde oppa, akan aku usahakan. Aku sedang menunggu saat yang tepat,”

“…”

“Arasseo,”

“…”

“Cheonmaneyo oppa,”

“…”

“Oh, Hunnie sehat-sehat saja oppa. Kapan oppa main kesini? Hunnie sangat merindukan ahjussi-ahjussinya yang pandai memainkan alat musik,”

“…”

“Cheonmaneyo oppa. Aku ini kan adik iparmu hehe,”

“…”

“Nde, annyeong,”

Krystal mematikan sambungan teleponnya. Ia kembali memandangi lautan lepas.

Dulu sebelum menikah dan punya anak, Krystal dan Minhyuk sering ‘melarikan diri’ kesini. Untuk apa? Tentu saja untuk pacaran. Mereka sering menghabiskan masa-masa cinta monyet mereka disini ketika jadwal mereka sama-sama kosong.

Krystal tahu pantai ini dari Luna—eonninya saat di f(x). Luna bilang tidak ada paparazzi yang mengetahui pantai ini sehingga pantai ini menjadi tempat yang nyaman untuk berlibur.

Krystal melihat Minhyuk menghampirinya. Dari kacamata hitam yang ia kenakan, ia bisa melihat Jaehun tidur dalam gendongan Minhyuk.

“Hunnie sudah tidur,” Minhyuk menyerahkan Jaehun ke gendongan Krystal. Minhyuk mengambil tempat di sebelah Krystal.

“Hunnie pasti senang bisa jalan-jalan seharian dengan appanya,” kata Krystal.

Minhyuk melingkarkan kedua tangannya untuk memeluk Krystal dan Jaehun. Melalui pelukan itu seolah-olah Minhyuk ingin mengatakan pada semua orang kalau ia sangat mencintai dan ingin melindungi keduanya.

“Mianhae kalau aku tidak bisa sering-sering menghabiskan waktu bersama kalian berdua. Walaupun sebenarnya aku sangat ingin,” ucap Minhyuk. Jujur dan tulus.

“Gwaenchana oppa. Apapun yang terjadi, aku dan Hunnie selalu mencintai dan mendukung oppa. Hunnie pasti bangga memiliki appa seperti Minhyuk oppa, seorang drummer hebat!” puji Krystal.

Kedua mata sipit itu berubah menjadi garis ketika Minhyuk tersenyum.

“Gomawo chagi,” Minhyuk mengecup puncak kepala Krystal.

Hening menyelimuti mereka. Hanya terdengar desiran angin, ombak dan hembusan nafas Jaehun yang teratur.

“Oppa, apa ada yang oppa ingin ceritakan padaku?” Krystal membuka suara.

 

***

 

Minhyuk pov

 

Rasanya lega telah menceritakan semua masalahku kepada Krystal. Dia benar-benar yeoja yang sempurna. Aku sangat beruntung memilikinya sebagai istriku.

Mobil kami mulai meninggalkan pantai yang sering kami kunjungi ketika masih pacaran dulu. Terngiang-ngiang kembali di benakku percakapan kami yang dilatarbelakangi sunset yang sungguh menakjubkan.

“Oppa itu sudah dewasa, sudah berapa umurnya? Oh 27 tahun? Berarti oppa tidak boleh kekanak-kanakan seperti ini lagi,” nasihat Krystal saat aku selesai menceritakan masalahku.

Haha rasanya seperti kembali ke masa lalu saat aku diceramahi oleh eomma di rumah.

“Tapi bagaimana kalau aku kangen sekali dan ingin bertemu denganmu dan Hunnie, chagi?” rengekku pada Krystal. Benar-benar seperti aku saat kecil dulu ketika eomma tidak memperbolehkanku untuk membeli permen.

“Oppa tinggal datang ke rumah. Kalau oppa tidak bisa ke Ilsan biar aku dan Hunnie yang akan kesana. Nanti aku minta tolong pada Han ahjussi untuk mengantarku ke dorm CNBLUE, beres bukan?” nasihat Krystal.

“Bagaimana kalau aku sedang konser di luar negeri?”

“Kalau oppa benar-benar merindukan kami berdua dan oppa sedang berada di luar negeri serta tidak bisa kembali dengan cepat ke Korea, aku dan Hunnie akan pergi ke negara tempat oppa berada. Bukankah sekarang sudah ada transportasi lintas negara yang namanya pesawat terbang? Aish oppa, aku seperti mengurusi 2 anak,”

Benar juga apa yang dibilang Krystal, ternyata jalan keluar masalah ini sangat mudah. Bisa dididkusikan bersama-sama. Ternyata hanya aku yang terlalu kekanak-kanakan. Bahkan kau sampai membuat pernyataan untuk keluar dari CNBLUE? Dimana otakmu saat itu Kang Minhyuk? Aish pabo! Jangan sampai Hunnie tahu kalau appanya sangat payah sepertiku.

Aku tersenyum sambil terus menatap ke jalanan Ilsan di malam hari.

“Oppa? Kenapa senyum-senyum seperti ini? Aigo jangan bilang kalau oppa kerasukan hantu di pantai? Oppa sedang menyetir, harus konsentrasi. Jangan senyum-senyum seperti ini,” tegur Krystal membuyarkan lamunanku.

Aku terkekeh mendengar leluconnya. Ternyata peran Krystal di High Kick 3 dulu masih melekat pada dirinya. Aku tidak menjawab lelucon Krystal kali ini. Kalau aku jawab sudah pasti aku kalah. Mana bisa aku mengalahkan mantan pemain sitkom? Hehe.

Krystal menyentuh luka di bibirku yang mulai mengering, “Oppa, berarti yang memukul bibir oppa adalah…”

Aku mengangguk, “Nde, ini hadiah dari Jonghyun hyung atas sikap kekanak-kanakanku,”

Krystal terkekeh pelan.

“Aigo apa rasanya sakit dipukul oleh pemegang sabuk hitam taekwondo oppa?”

“Banget chagi!”

Kami pun tertawa bersama.

Aku memandang putraku yang sedang tertidur pulas di gendongan Krystal. Hunnie-ya, maafkan appa dan eomma yang terlalu berisik.

“Menurutmu kapan saat yang tepat untuk minta maaf pada hyungdeul dan Jungshin?”

“Menurutku lebih cepat justru lebih baik oppa. Minggu-minggu ini kan saatnya CNBLUE comeback, jadi Boice tidak akan menunggu terlalu lama. Makin cepat oppa meminta maaf, akan makin cepat juga CNBLUE bisa kembali ke panggung,” lagi-lagi nasihatnya benar-benar membuatku sadar.

Aku mengangguk-angguk sambil terus fokus pada kegiatan menyetirku.

“Mianhae aku baru menceritakannya padamu sekarang Krys. Selama ini aku menutupinya karena aku tidak mau membebani pikiranmu dengan masalahku,”

Jemari Krystal mengelus lutut kananku.

“Oppa, kalau oppa ada masalah, apapun itu, jangan sungkan untuk menceritakannya padaku. Aku ini istri oppa, tempat oppa berbagi cerita, keluh kesah dan kebahagiaan. Aku akan selalu ada untuk oppa. Jangan oppa pendam sendiri semua masalah oppa, berbagilah padaku. Bukankah saat menikah dulu kita berjanji untuk selalu bersama dalam suka dan duka?” ucap Krystal.

Tuhan, terimakasih!

 

***

 

Normal pov

 

Dua hari setelah jalan-jalan di pantai, Minhyuk beserta Krystal dan Jaehun sudah menginjakkan kaki di dorm CNBLUE. Hari ini Minhyuk akan meminta maaf dan menyelesaikan masalahnya. Pagi-pagi sekali keluarga kecil itu berangkat dari Ilsan menuju Seoul.

“Oppa pasti bisa, fighting!” ucap Krystal sebelum Minhyuk menekan bel dorm mereka.

Sebenarnya Minhyuk hafal di luar kepala password dorm mereka, tapi Krystal menyarankan untuk menekan bel saja dan menunggu seseorang membuka pintu.

“Minhyuk? Krystal? Kapan kalian sampai? Aigo, Hunnie-ya! Ahjussi sangat merindukanmu!” pekik Jungshin yang hari itu bangun paling pagi.

“Apa kabar Jungshin oppa?” sapa Krystal ramah.

Jungshin mengambil Jaehun dari gendongan Krystal.

“Aku baik-baik saja, kalian bagaimana? Aigo, ayo masuk dulu,”

 

***

 

Krystal pov

“Selesaikan masalah kalian sebagai laki-laki,” hal itulah yang aku ucapkan pada keempat namja itu sebelum akhirnya aku beranjak untuk menyiapkan sarapan. Aku akan memberikan sedikit privasi kepada mereka untuk menyelesaikan masalah.

Kuintip dari pintu dapur dan terlihat mereka sedang duduk bersama di ruang tengah. Aku tidak bergitu paham apa yang mereka bicarakan. Aku hanya menangkap kata-kata seperti “Minhwan”, “Boice”, “profesional”, “kedewasaan”, “jadwal” dan “keluarga”.

Kulihat Hunnieku sedang asyik bermain boneka dengan Jungshin oppa. Sesekali terdengar tawa riang saat Jungshin oppa menceritakan sesuatu hal yang tidak bisa aku dengar. Tapi… Jamkanman? Boneka? Ya! Apa yang ada di pikiran oppa yang satu itu? Kenapa Hunnie diberikan mainan yeoja? Aish.

Mereka sedang tertawa sambil menonton televisi ketika sarapan buatanku sudah siap. Dari wajah-wajah penuh senyum yang beranjak ke meja makan, aku menduga keadaannya sudah membaik.

“Aigo ternyata mantan magnae f(x) ini bisa masak juga. Padahal saat masih menjadi member f(x) dulu kau tidak bisa memasak kan Krys? Kau pasti belajar banyak dari eonnimu yang member SNSD,” kata Jonghyun oppa yang sampai lebih dulu di ruang makan.

Aku mengambil Hunnie dari gendongan Jungshin oppa sambil cemberut kepada Jonghyun oppa.

“Yang tidak bisa memasak itu justru Jessica eonni, bukan aku oppa!” omelku pura-pura marah.

“Ya Jonghyun hyung! Masakan istriku ini paling enak se-Ilsan!” kata Minhyuk oppa sambil terkekeh.

Jonghyun oppa terkekeh dan terlihatlah lesung pipinya yang kata Burning Souls sangat menggemaskan. Ah, bagiku itu biasa saja. Minhyuk oppa jauh lebih menggemaskan hehe.

“Ara, ara! Aku hanya bercanda. Hunnie-ya, bilang pada eomma dan appamu kalau ahjussi hanya bercanda, arachi?”

Hunnie tertawa mendengar kata-kata Jonghyun.

“Aigo, kyeopta,” kata Yonghwa oppa.

“Jadi, masalahnya sudah selesai?” tanyaku sambil menyuapi Hunnie.

Dari keempat kepala yang mengangguk, Minhyuk oppa yang paling semangat.

“Semuanya sudah selesai Krys, suamimu akan kembali pada CNBLUE. Nanti aku akan memberitahu manajer Kim,” ucap Jonghyun oppa mewakili keempat membernya.

“Syukurlah. Aku ikut senang. Boice pasti bahagia karena band yang mereka cintai sudah kembali. Karena aku juga Boice jadi aku tidak suka kalau kalian semua bertengkar,”

 

***

 

Normal pov

 

“Anakku benar-benar tampan,” kata Krystal sambil meletakkan Jaehun di tengah-tengah kasur mereka.

“Siapa dulu appanya,” kata Minhyuk percaya diri.

“Nde oppa, kau memang yang paling tampan di dunia ini,” Krystal mengecup pipi Minhyuk singkat.

Yang dipuji hanya merebahkan tubuhnya di kasur sambil senyum-senyum.

“Selamat tidur Hunnie-ya,” Krystal mengecup kening Jaehun dan menyelimutinya.

Saat ini Krystal dan Jaehun menginap di dorm CNBLUE, tepatnya di kamar Minhyuk. Jaehun sudah tidur dengan nyenyaknya di tengah mereka.

“Oh ya penampilan oppa benar-benar daebak. Aku, Hunnie dan Victoria eomma tadi menontonnya di televisi. Aku sebagai Lovely Gazes bangga pada oppa,” puji Krystal tulus.

Saat CNBLUE tampil tadi, Krystal dan Jaehun menghabiskan waktu di dorm f(x). Krystal bilang pada Minhyuk kalau ia merindukan sahabat-sahabatnya di f(x) dulu dan meminta Minhyuk untuk mengantarnya kesana. Namun sayang hanya ada Victoria di dorm karena member lain sedang memiliki kegiatannya masing-masing.

“Gomawo chagi. Di luar sana banyak Boice yang memuji penampilanku tapi pujian itu tak berarti apa-apa dibanding pujian tulusmu,”

Wajah Krystal memerah. Walaupun ia tahu pujian itu tulus untuknya tapi tetap saja terdengar gombal.

“Ya! Jangan mulai menggombal lagi Minhyuk oppa,” Krystal merebahkan tubuhnya memunggungi Minhyuk dan Jaehun.

Minhyuk terkekeh.

“Chagi, apakah aku boleh meminta satu hal?” bisik Minhyuk.

Krystal membalikkan tubuhnya lagi menghadap Minhyuk, “Apa oppa?”

“Jungshin bilang ia ingin memiliki keponakan seorang yeoja. Karena member lain belum ada yang menikah, jadi aku rasa sekarang ini saat yang tepat bagi kita untuk memberikan Hunnie seorang adik,” Minhyuk tersenyum nakal.

“Ya! Dasar mesum!”

Huh pantas saja tadi Jungshin oppa memberikan boneka Hunnie. Rupanya ia sangat ingin memiliki keponakan seorang yeoja. Batin Krystal.

Krystal kembali memunggungi Minhyuk dan bertekad tidak akan berbalik lagi.

“Chagi-ya,” panggil Minhyuk lagi.

“Hm,” gumam Krystal.

“Jeongmal gomawo sudah menjadi istri yang baik untukku, sudah rela mempertaruhkan nyawamu demi melahirkan Hunnie untukku. Gomawo sudah bersedia menjadi sandaranku saat aku jatuh dan sudah menjadi pijakan bagiku untuk bangkit. Semua kata-katamu selalu bisa membuatku kembali bersemangat. Tanpamu dan dukunganmu, aku akan hancur chagi. Gomawoyo, aku tidak akan pernah menyesal sudah menikahimu,”

Krystal tersentuh saat mendengar kata-kata Minhyuk. Namun ia memilih untuk tidak menjawab apa-apa dan hanya tersenyum sambil memejamkan matanya.

Minhyuk membelai punggung Krystal.

“Krys? Kau sudah tidur chagi?”

Minhyuk beranjak ke sisi lain tempat tidur dan mengecup puncak kepala Krystal juga Jaehun.

“Good night, honey! Good night, my son! Mimpi yang indah ya,”

 

***

 

END

 

Ps: di ff ini aku bikin umurnya minhyuk itu 27 tahun dan umurnya krystal 24 tahun. Jadi ceritanya udah tahun 2018. Terus yg udah nikah di cnb baru minhyuk aja, yg tiga belom hehe. Disini juga krystal udah keluar dari f(x) sejak mereka menikah, tapi minhyuk masih di cnb. Oh ya, jaehun itu anak pertama mereka gitu deh haha~

Ff ini bisa dibilang semacam sekuelnya “1 Month” tapi rada nggak nyambung juga kalo dibilang sekuel (?). Kalau yg belum baca, dibaca aja dulu ya ^^

Makasih banget buat yang udah meluangkan waktunya buat baca + ngomentarin ff aku. Semoga komentarnya itu bisa jadi penyemangat dan bisa buat tulisan aku jadi lebih baik lagi ^^

Gamsahamnida ^^

Advertisements

25 comments on “[Freelance] I’m (Really) Tired

  1. AUTHOR DAEBAK!!!!
    gak nyangka si lovely duluan nikah dri member CNblue yg lain,^_^
    lanjutin bikin ff krystal minhyuk dong>_<

  2. annyeong.. aku lagi blogwalking nyari ff hyukstal *mau coba jadi shipper mereka*. ini ff main cast pertama hyukstal yg aku baca.. kereenn 😀 aigoo, hyukstal so sweet ❤ hehehe.. walaupun minhyuk disini masih labil sih(?) gpp lah, namanya juga appa yg masih muda ^^ ditunggu karya lainnya, keep fight [^_^]9

  3. ah makin cinta ama ni couple. ternyata posnya udh lama yaa.
    aku baru suka ni couple gegara the heirs.
    hehehehe

    bagus cerita. dari tulisannya rapi, enak ngebacanya
    good author 😀

  4. Amin FF nya Bagus, moga bisa jadi doa buat Hyukstal kedepan hehehehe (tanpa krystal keluar f(x) pastinya) semangat author bikin FF lg hehehe

    • AAMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN *hyukstal shipper akut* *nggak nyantai*
      semoga mereka bener2 nikah tanpa krystal keluar dari f(x) ya……
      kyaaaa pasti mereka bakalan cute bangettttttt *.*
      waduh authornya lagi ngga semangat buat ff nih soalnya lg serius nunggu momen2 mereka di the heirs ehehehehe 😀 😀 😀
      btw makasih banyak udah baca & komen 🙂

    • di sini minhwan oppa cuma numpang lewat hehehe
      oh ya author dapet inspirasi buat cerita ini dari gosip yg author tonton di tv loh 😀 #nggaadaygnanya
      btw makasih banyak udah baca & komen 🙂

  5. Untungny minhyuk gga jd keluar dr CN Blue.. Lega.. Minhyuk romantis + sweet bgt thor.. Hunnieny jg unyu2 bgt.. Mau seqnya thor.. Hwaiting! 😉

  6. Ff’a bagus thor… Keluarga kecil yg bahagia 🙂 Aigo minhyuk oppa yg imut” udh jd ayah pasti keren bgt, krystal dsni jg dewasa bgt, jd suka sm couple ini 🙂

  7. keren ceritanya..
    aku suka,penuturan katanya pun bagus..
    dan cukup rapi tulisannya,sejauh ini aku blum liat typo (kecuali mmg mata saya yg kurang jeli)
    intinya bagus thor^^
    terus berkarya ya..
    hwaiting!!^^

Review Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s