[Freelance] My Enemy My Love [Part 2]

befunky_pizap_com10_78087490098550921357445358866

Author: Kim Hyeseok a.k.a Erbinar Paquita

Length: multichapter

Rating: PG-13

Twitter: https://twitter.com/ErbinarErbinar

Facebook: http://www.facebook.com/erbinar.ELF

Genre: Romance, Hurt (?) & other

Cast:

Park Hyerin a.k.a Hyerin

Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun

Lee Donghae a.k.a Donghae

Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

Kim Shinhee a.k.a Shinhee

 

Annyeong~~^^. Saya kembali lagi di FF My Enemy My Love [Part 2]. Mian buat readersku yang tersayang kalau ceritanya membosankan atapun banyak typo (-____-“) *bow*. Langsung aja deh, check this out~

 

Happy Reading >^^<

-Posting by: Mizucha 040213-

Last edit by: Kang Hyemin – 04022013 -

 

Hyerin POV

Dasar namja tengik, dipikirnya hanya dia cowok yang tampan dimuka bumi ini. Bahkan seribu kali lebih tampan dibandingkan dengan dia saja sangat banyak dan juga lebih baik lagi dari dia. Aku pun merangkul Shinhee untuk masuk ke dalam kelas. Ternyata dia sekelas denganku tapi kenapa aku sama sekali tidak mengenalinya? Ah, bodoh. Tidak masalah, sekarang aku sudah mempunyai teman. Aku pun mendudukkan Shinhee di tempat duduknya.

Gwaenchanayo ?” tanyaku. Dia hanya mengangguk lemas. Aku pun hanya menghela nafas.

Ya! Kenapa kau bersikap kasar dengan Kyuhyun Oppa?” ucapnya dengan suara parau.

Mworago?!” ujarku terkejut.

“Dia bahkan mempermalukanmu di depan murid-murid sekolah ini dan jangan lupa kalau dia telah  membuang kue buatanmu sendiri bahkan tepat di atas kepalamu,” lanjutku.

Dia hanya menundukkan kepalanya lesu. Aku pun dapat melihat bahwa dia sedang menangis. Aku pun mengusap-usap pundaknya dan memeluknya.

Kyuhyun POV

‘Ha?! Siapa dia? Berani sekali dia mempermalukanku di hadapan banyak murid!’ umpatku dalam hati.

“Cari tahu asal-usul tentang wanita tersebut!” bentakku pada pengawal pribadiku.

Dia pun hanya mengangguk tanda mengiyakan. Sambil menunggu laporan dari pengawal pribadiku lebih baik aku memainkan PSP kesayanganku.

Aaarrggghhh!” teriakku frustrasi. Kenapa aku tidak bisa konsentrasi? Kenapa di kepalaku terus saja terbayang wanita itu? Aku pun mengacak rambutku frustasi.

Sajangnim ini laporan yang saya dapat tentang wanita tadi,” ucap pengawal pribadiku seraya memberikan hasil laporan yang aku inginkan.

Bagiku sangat tidak sulit untuk mendapatkan apa saja yang aku inginkan. Aku pun membuka halaman demi halaman dan membacanya dengan sangat serius. Ternyata wanita tersebut bernama Park Hyerin. Aku pun kembali membuka halaman selanjutnya.

Ha?! Dia berasal dari panti asuhan Nayan di Nowon?? Geunde, kenapa dia bisa bersekolah di sini?

“Kenapa dia bisa bersekolah di sini bukankah dia berasal dari panti asuhan yang sangat sederhana di Nowon?” tanyaku penasaran kepada pengawal pribadiku.

“Dia mendapatkan beasiswa Sajangnim,” jawab pengawal pribadiku.

Ha?! Beasiswa?! Bukankah dia baru hari ini bersekolah di sini?

“Kenapa dia bisa mendapatkan beasiswa?” tanyaku lagi.

“Dia telah menolong Nyonya besar Sajangnim,” jawab pengawal pribadiku.

Eomma ?” tanyaku.

Ne Sajangnim,” jawab pengawal pribadiku.

“Kau boleh keluar sekarang,” ucapku.

Ne Sajangnim,” balas pengawal pribadiku lalu dia membungkukkan badannya.

Aku pun kembali membaca identitas wanita itu. Ternyata dia sekarang tinggal di apartemen sederhana di dekat Chendi Park dan juga dia sekarang sudah tidak punya orang tua lagi bahkan saudara. Kurasa dia berbeda dengan wanita-wanita pada umumnya.

Jika wanita-wanita normal, biasanya mereka akan memakai berbagai accessories seperti gelang dan kalung dan jangan lupa mereka juga akan menggunakan make up dengan berlebihan untuk menarik perhatian pria tetapi berbanding terbalik dengan Park Hyerin. Dia sama sekali tidak memakai accessories ataupun sedikit olesan make up dan jangan lupa dia sangat galak bahkan dia berani melawan seorang Cho Kyuhyun.

Tidak ada satu wanita pun yang berani menolak ketampanan seorang Cho Kyuhyun. Bahkan semua wanita akan bertekuk lutut dihadapanku tetapi tidak dengan gadis itu. Aku pun kembali mengingat kejadian yang tadi.

‘Lihat saja aku akan membuatmu jatuh cinta terhadapku’ batinku

‘Its show time,” gumamku sambil mengeluarkan evil smirk terbaikku.

Hyerin POV

Pelajaran yang sangat membosankan. Ya, banyak sekali murid disini yang sangat bosan khususnya aku bahkan ada yang sampai-sampai tertidur. Aku pun menolah ke arah kursi Shinhee. Kosong. Shinhee memutuskan untuk izin pulang ke rumah. Tidak mungkin baginya belajar dalam keadaan yang sangat buruk seperti itu.

Kalau saja si bocah tengik sialan Cho Kyuhyun itu tidak membuang kuenya pasti kami dapat pulang bersama dan mengenal satu sama lain lebih dalam lagi. Memang wajahnya tampan bahkan sangat tampan. Tetapi, perilakunya membuatku ingin membakarnya hidup-hidup.

KRING!

Huftt… Akhirnya pulang juga. Aku benar-benar sangat menyesal bersekolah di sini. Masuk sekolah jam 07.30 am dan pulang jam 03.00 pm, tapi yang terpenting aku bisa menuntut ilmu.

Aku pun terus berjalan santai menuju halte bus. Ketika ditengah perjalanan aku melihat sebuah toko es krim di sebrang. Aku tertarik untuk membelinya. Aku pun menyebrang dengan santai karena memang jalan ini sangat sepi. Aku pun terus berjalan dan tiba-tiba…

Bug!

Aku pun merasakan ada sebuah mobil yang menyeggol kakiku sehingga aku pun terjatuh ke atas aspal.

Aw…!” rintihku.

Aku pun dapat melihat lututku mengeluarkan cairan berwarna merah pekat. Aku ingin sekali menangis tapi aku sama sekali tidak bisa menangis karena amarahku yang sedang memuncak.

Ya ! Apa kau tidak punya mata?” teriak seseorang dari dalam mobil.

Aku seperti mengenal suara itu. Aku pun melihat ke sumber suara dan benar saja orang itu. Si bocak tengik Cho Kyuhyun. Apakah dia sama sekali tidak punya perasaan? Dia yang menabrakku, kenapa dia yang marah-marah? Bukankah seharusnya aku yang marah? Dan kenapa dia sama sekali tidak menolongku? Dasar iblis! Aku pun tersentak ketika mendengar klakson mobil Cho Kyuhyun yang sangat keras.

Ya! Apakah kau akan bermalaman disana? Cepat minggir!” teriaknya.

Aku yang mendengar itu pun menjadi sangat marah. Aku pun berusaha berdiri dan aku pun menyeret sebelah kakiku yang berdarah. Aku berdiri tepat di samping mobil Cho Kyuhyun dan langsung  memukul-mukul kaca mobilnya.

Ya! Apa yang kau lakukan terhadap mobilku?” teriak Kyuhyun

Ya! Kau harus bertanggung jawab!” teriakku tak kalah keras.

“Bertanggung jawab? Atas apa?”  tanya Kyuhyun.

“Lihat! Lututku berdarah karena tertabrak mobilmu,” jawabku galak.

Ya! Itu salahmu. Kenapa kau tidak melihat kiri-kanan lebih dulu?” balas Kyuhyun dengan muka polosnya.

Mworago?! Ya! Tadi itu jalanan begitu sepi dan… YA! YA! YAAAAA!” teriakku begitu dengan seketika Kyuhyun pergi sebelum aku menyelesaikan ucapanku.

Aku melihat mobilnya masih dekat dengan keberadaanku sekarang. Aku punya ide. Aku pun mengambil batu dan melemparnya ke arah mobil Maserati Birdcage milik Kyuhyun. Tapi, sayangnya batunya meleset tepat ke bagian kaca belakang mobilnya sehingga kaca itu pun pecah. Aku yang melihat itu pun sangat kaget. Kaca mobil Maserati Birdcage milik Cho Kyuhyun yang bernilai miliaran won pecah dibuat seorang Park Hyerin.

‘Mati aku’ gumamku.

Aku pun dapat melihat dari kaca spion bahwa Kyuhyun sangat marah.  Aku pun sangat takut dan langsung berlari terbirit-birit karena kakiku yang masih sangat sakit. Aku melihat ke belakang dan mendapati Kyuhyun yang mengejarku. Aku berteriak ketakutan. Aku melihat sebuah gang kecil tepat di sampingku aku pun langsung berlari masuk ke gang kecil tersebut.

Kyuhyun POV

Mengapa larinya sangat cepat? Bukankah lututnya terluka?

Aarrrgghhh,” teriakku frustasi.

“Awas kau Park Hyerin,” geramku sambil mengepalkan tangan.

Aku menancapkan gas mobilku untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah aku pun langsung menyuruh pekerja rumah untuk membuang mobilku.

“Buang mobil itu,” perintahku sambil menyerahkan kuncinya.

“Kenapa dibuang Sajangnim? Mobilnya kan masih bagus dan juga sangat mahal” ucap si pekerja

“KAU MAU MEMBUANGNYA ATAU KAU KUPECAT?!” teriakku galak

Hyerin POV

Sekitar 15 menit aku bersembunyi, aku pun keluar dengan hati-hati untuk memastikan apakah Kyuhyun masih ada atau tidak. Aku melihat sekeliling dan sepertinya Kyuhyun sudah pergi. Aku bernafas lega. Aku langsung mencari apotik terdekat untuk mengobati lututku yang darahnya semakin banyak. Aku langsung masuk ke dalam membeli obatnya. Aku pun mengobati lukaku di salah satu kursi di depan apotik tersebut.

Aw,” rintihku. Gara-gara si iblis terkutuk itulah nasibku jadi seperti ini.

Ketika aku sedang sibuk mengobati lukaku, tiba-tiba sebuah mobil Audi berhenti tepat di depanku. Aku yang melihat itu hanya mengernyit bingung.

‘Mungkin orang yang ingin ke apotik juga’ batinku. Aku pun kembali melanjutkan mengobati lututku yang berdarah.

‘Cha… akhirnya siap juga’ gumamku senang. Aku kembali melihat mobil itu dan pemilik mobil tersebut pun keluar. Geunde, bukankah itu Donghae Oppa? Sedang apa dia disini?

Annyeong,” sapanya ramah.

Annyeong Oppa,” balasku lalu Donghae Oppa duduk di sampingku.

“Oh iya, kita sudah bertemu tapi kenapa kau tidak beritahu namamu?” tanya Donghae Oppa.

Ah iya, aku lupa Oppa. Park Hyerin-imnida,” jawabku.

“Nama yang cukup bagus” pujinya. Aku yang mendengar itu hanya tersenyum malu.

Hm… Kenapa lututmu terluka?” tanya Donghae Oppa

Ige… Ige… Tadi aku ditabrak sama Kyuhyun,” jawabku jujur.

NE?!” jawab Donghae Oppa kaget.

“Kenapa dia menabrakmu? Apakah kau tidak apa-apa?” tanyanya kembali seraya memastikan apakah ada luka lainnya atau tidak.

“Aku tidak tahu mengapa dia menabrakku Oppa. Lagi pula ini hanya luka kecil, aku juga sudah memberinya obat” jelasku kepadanya.

Arraseo. Kaja biar Oppa antar pulang,” ajak Donghae Oppa.

Andwaeyo Oppa. Aku bisa naik bus dari depan sana,” tolakku ramah.

“Apa kau yakin kau bisa berjalan ke halte dengan kondisi seperti ini?” tanyanya lagi mencoba menyakinkan diriku untuk menerima tawarannya.

Aku hanya terdiam. Lalu aku merasakan sebuah tangan halus menarik lenganku. Hingga akhirnya aku berada di mobil Donghae Oppan dan duduk disampingnya.

Donghae POV

Di dalam mobil, dia terus bercerita tentang kehidupannya. Sekali-sekali dia juga bertanya tentang kehidupanku. Aku pikir dia wanita yang lucu dan cukup menarik. Dia juga pandai membuat orang tertawa dengan tingkah konyolnya. Berbeda dengan wanita-wanita lain yang hanya bisa merengek dan bersikap manja dihadapan pria tampan sepertiku.

Hm… Dimana kau tinggal?” tanyaku kepada Hyerin.

“Aku tinggal di apartemen di dekat Chendi Park Oppa” jawabnya.

Ketika kami sudah sampai di apartemennya, aku pun melihat ada sebuah toko es krim. Aku pun tertarik untuk mengajaknya makan es krim bersama.

“Hyerin-ssi” panggilku.

Waeyo Oppa?” jawabnya.

“Apa kau ingin makan es krim?” tawarku. Dia mengangguk semangat bertanda dia menyetujui tawaranku. Kami pun memasuki toko es krim tersebut.

“Hyerin-ssi, kau ingin es krim rasa apa?” tanyaku.

“Aku ingin rasa coklat saja Oppa,” jawabnya.

“Es krim rasa coklat 2,” pesanku pada pelayannya

“Ada pesanan lain Tuan?” tanya pelayan kepadaku.

Anieyo” jawabku.

Tidak lama kemudian, es krim yang kami pesan pun datang. Aku pun membayarnya dan kami pun keluar dari toko tersebut.

“Hyerin-ssi, bagaimana kalau kita pergi ke Chendi Park ?” tanyaku.

“Boleh,” jawabnya. Kami pun berjalan beriringan ke Chendi Park. Lalu kami duduk di salah satu bangku di taman itu.

Oppa, gomawoyo telah mentraktirku es krim dan juga mengantarku pulang,” ujarnya. Aku pun langsung menoleh kearahnya

Cheonma” jawabku.

“Hyerin-ssi, bisakah aku memanggilmu dengan nama Rin-ah ?” tanyaku.

“Boleh saja,” jawabnya sambil tersenyum simpul.

“Rin-ah, menurutku kau itu adalah wanita yang sangat pemberani,” lanjutku.

“Waeyo?” tanyanya.

“Belum ada satu orang pun yang berani melawan seorang Cho Kyuhyun terkecuali kau,” ucapku.

Ahh… Itu hanya karena aku marah terhadapnya karena sudah membuat temanku kecewa,” jelasnya.

“Dia sudah bersusah payah membuat kue untuk Kyuhyun tapi kenapa dia malah membuangnya? Bahkan dia membuangnya tepat di atas kepala temanku,” jelasnya setengah berteriak. Aku hanya terkekeh pelan.

“Kenapa Oppa tertawa? Apakah ada yang lucu?” tanyanya bingung.

Ani… Tingkahmu yang membuat Oppa tertawa,” jawabku sambil menahan tawa.

Dia pun mengalihkan pandangannnya lurus ke depan dan dengan wajah cemberut dia memakan es krimnya dengan kasar. Dia terlihat sangat lucu. Tak sengaja aku melihat ada sedikit noda bekas es krim di sudut bibirnya.

Deg!

Kenapa tiba-tiba aku menjadi seperti ini?

Hyerin POV

Aku pun terus makan es krimku dengan kesal dan tiba-tiba Donghae Oppa memanggil namaku dengan lembut.

“Rin-ah,” panggil Donghae Oppa.

Aku pun langsung menolehkan kepalaku terhadap Donghae Oppa. Aku pun dapat merasakan sentuhan tangan Donghae Oppa yang sangat halus di bibirku. Apakah aku bermimpi? Aku pikir tidak karena aku dapat merasakan sentuhan tangannya. Wajah Donghae Oppa semakin lama semakin dekat aku pun merasakan udara di sekitarku semakin menipis. Aku pun menelan ludahku kasar. Jarak antara wajahku dengan wajah Donghae Oppa tinggal 5cm lagi. Aku memejamkan mataku dengan erat. Dan sekarang hidung kami sudah bersentuhan. Aku pikir jarak antara kami berdua tinggal 1 cm lagi. Belum sempat bibir kami bersentuhan, tiba-tiba ponsel Donghae Oppa berbunyi keras sehingga kami terpaksa menjauhkan tubuh kami satu sama lain.

Yeoboseyo,” jawab Donghae Oppa.

Ne. Aku akan kesana sekarang,” ujarnya.

Oppa, a..ku pu..lang dulu,” ucapku tersendat.

Kenapa aku jadi gugup? Pasti ini semua karena kejadian beberapa menit yang lalu. Aku masih malu tentang kejadian yang tadi.

“Oh… Apa harus kuantar?” tanyanya.

Aniyo Oppa… Apartemenku disebrang sana,” jawabku.

Arraseo, baiklah,” ucap Donghae Oppa.

Annyeong Oppa,” ucapku.

Annyeong,” balas Donghae Oppa.

Aku berlari menuju apartemenku. Aku yakin wajahku sekarang pasti sudah seperti kepiting rebus. Huuaaaa! Aku sangat malu terhadap Donghae Oppa. Lebih baik aku mandi saja lalu tidur semoga saja aku dapat melupakan kejadian yang tadi.

Author POV

Seorang gadis dengan rambut yang diikat satu keatas berjalan dengan santainya. Dia sama sekali tidak sadar ada sepasang mata yang mengikutinya dari tadi. Cho Kyuhyun. Pria tersebut terus mengikuti Hyerin tanpa sepengetahuannya. Kyuhyun pun berjalan cepat mendahului Hyerin, lalu Kyuhyun mencengkram tangan Hyerin lalu menariknya. Hyerin yang mengetahui itu pun memberontak dan berusaha melepaskan tangannya dari cengkreman Kyuhyun. Sayang, usahanya sia-sia, tenaga Kyuhyun jauh lebih kuat darinya.

Semua mata siswa pun hanya tertuju pada Kyuhyun dan Hyerin. Kyuhyun sama sekali tidak mempedulikannya. Lalu Kyuhyun pun membawa Hyerin ke atap sekolah. Hyerin pun terus memberontak tapi kali ini Kyuhyun melepaskan cengramannya. Cengkraman Kyuhyun membuat lengan Hyerin menjadi pucat.

Ya! Apa-apaan kau!” teriak Hyerin.

Mworago?! Bukankah aku yang harus berkata seperti itu?” bentak Kyuhyun. Hyerin pun hanya mengernyitkan dahinya bingung.

Ya! Apa kau tidak ingat kalau kau telah memecahkan kaca belakang mobilku dengan bata?” tanya Kyuhyun dengan nada ketus.

Ahh… Itu…” ucap Hyerin sambil memegang tengkuknya tanda ia gugup.

“Itu bukan sepenuhnya kesalahanku. Kau telah menabrakku dan membuat lututku berdarah,” jelasnya seraya menunjuk lututnya yang masih terbalut dengan perban.

Ya! Kenapa kau malah menyalahiku? Kau sendiri yang menyebrang tidak melihat kanan kiri terlebih dulu,” ujar Kyuhyun tak mau kalah.

“Tapi itu karena…” ucap Hyerin terputus.

“Tidak ada tapi-tapi kau harus ganti rugi atau tidak kau kulaporkan ke polisi!” ancam Kyuhyun.

Ya! Kau tentu tahu kalau aku hanya wanita miskin. Aku juga bisa bersekolah disini karena beasiswa,” ucap Hyerin lemah.

“Itu sama sekali bukan urusanku,” ucap Kyuhyun sombong.

Dasar manusia tidak berperasaan batin Hyerin

“Aku akan melakukan apa yang kau mau, geunde jangan laporkan aku ke kantor polisi. Jebal…” ujar Hyerin seraya melipat kedua tangan, memohon kepada Kyuhyun.

“Apa yang kumau?” tanya Kyuhyun memastikan.

Ne,” jawab Hyerin lesu. Kyuhyun pun berpikir sesaat, lalu dia mengeluarkan keputusannya.

“Aku ingin kau menjadi pembantuku,” ucap Kyuhyun santai.

NEEE ?!” teriak Hyerin.

Otte?” tanya Kyuhyun.

“Kenapa aku harus menjadi pembantumu?” tanya Hyerin.

“Bukankah kau bilang akan menuruti semua yang kumau?” tanya Kyuhyun. Hyerin pun hanya menghelas nafas pasrah.

Otte? Kau lebih ingin menjadi pembantuku atau kau mau membusuk di penjara?” tanya Kyuhyun sambil mengeluarkan evil smirk-nya.

====================To Be Continued==================

6 comments on “[Freelance] My Enemy My Love [Part 2]

  1. Hai, hai.. Salam kenal, Hyemin :)

    Well, ceritanya cukup menarik, sayang tidak dibalut dengan penulisan yang apik. Boleh aku kasih saran?

    1. Tanda baca.
    Tanda baca titik (.), koma (,), seru (!), dan tanya (?). Usahakan tempatkan semua itu sesuai dengan kalimat yang dituliskan.

    Misal : “Gwenchanayo?” tanya Hyerin.

    Kalimat tanya diatas, itu ditulis dengan, “Gwenchanyo (huruf besar pada G dan diitalic)?”

    Perhatikan penempatan tanda bacanya ya :) dan ini sekedar share ilmu, siapa tahu berguna http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pedoman_penulisan_tanda_baca

    2. Penggunaan partikel -pun
    Partikel -pun ditulis terpisah, kecuali yang lazim digunakan seperti adapun, bagaimanapun, dll. Contoh: apa pun, satu kali pun.

    3. Penulisan kata-kata asing
    Kata-kata atau pernyataan asing, baik dalam bahasa Inggris atau bahasa lainnya. Baiklanya diitulis dengan italic (cetak miring).

    4. Penggunaan huruf kapital
    a. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.

    Contoh : Apa yang anda maksudkan?

    b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung

    Contoh : Reno berkata, “Saya sudah pulang”

    c. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.

    Contoh : Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat

    d. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.

    Contoh : Haji Sueb

    e. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat

    f. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal.

    contoh : Saya telah menonton film Radit dan Jani
    Ayah sedang membaca Koran Seputar Indonesia

    g. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan

    contoh : “Anieyo Oppa,” ujar Hyerin.

    5. Penyesuaian nama karakter
    Jika memang penulisan nama karakter dipisah seperti ini, Hye Rin, sesuaikan hingga akhir cerita. Jika memang tidak, ‘Hyerin’, gunakan itu hingga akhir cerita juga. Begitu juga dengan nama idol yang digunakan.

    Mohon maaf, jika saran yang diajukan kurang berkenan tapi diharapkan ini berguna agar tidak terjadi kesalahan yang sama.

    Keep writing ^^

    - Hyemin -

    Prefect SOFF

Review Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s